Tag Archives: rahwana

Cinta Rahwana hanya untuk Sinta


by Bram Palgunadi

Ini merupakan obrolan antar sahabat, saat sedang suntuk dan capek bekerja. Topiknya, sudah jelas mempertanyakan, apakah Rahwana itu raja yang jahat atau bukan? Bagi saya dan sejumlah sahabat, ini jelas merupakan dilema yang bisa menyebabkan saya dan beberapa sahabat saya dibenci orang. Sebabnya jelas, kita mencoba melihat Rahwana dari sisi dia sebagai manusia. Sebagian besar dari kita, umumnya melihat Rahwana sebagai tokoh yang jahat. Sedangkan Rama, sebagai orang baik yang dizalimi. Itu pandangan orang pada umumnya. Sedangkan dalam pandangan saya (dan beberapa sahabat saya lainnya), kita bisa bersikap begitu karena kita selalu menerima ‘wejangan’ dari orang tua kita, bahwa Rahwana itu orang jahat dan Rama orang baik. Kita bahkan menerima pandangan itu begitu saja, tanpa pernah mempertanyakan, apa saja kebaikan Rahwana dan apa pula keburukan Rama.

Dalam cerita Ramayana yang lazim disampaikan kepada kita, sesuai dengan pakem pewayangan, diceritakan bahwa Rahwana sangat ingin memperisteri Dewi Sinta. Padahal, Dewi Sinta saat itu sudah menjadi isteri Rama. Untuk itu, ia berupaya memperdaya Rama dan Laksmana, supaya bisa menculik Dewi Sinta. Penculikan itu berhasil sukses! Meskipun selama perjalanan Rahwana diserang oleh Jatayu, tetapi halangan itu bisa diatasinya, dan Dewi Sinta bisa diboyong Rahwana ke Alengkadiraja. Tiga tahun, Dewi Sinta ditawan di sebuah ‘keputren’, ditemani DewiTrijatha, adik Rahwana. Dan selama tiga tahun pula Rahwana selalu berusaha membujuk Dewi Sinta untuk bersedia menjadi permaisurinya. Segala upayanya untuk menjadikan Dewi Sinta sebagai permaisuri, ditolak oleh Dewi Sinta secara halus. Jadi Rahwana sebenarnya dapat dikatakan gagal memperisteri Dewi Sinta. Bahkan, saat Rahwana agak kelewatan sikapnya, saat sedang membujuk Dewi Sinta, ia dihalangi oleh Dewi Trijatha, adiknya. Tentu saja Rahwana menjadi marah, dan Dewi Trijatha dikutuk oleh Rahwana. Kutukan Rahwana menyatakan, bahwa Dewi Trijatha akan mendapat jodoh jika sudah menjadi ‘perawan tua’ dan jodohnya adalah seorang wanara tua yang bertubuh pendek, jelek, dan buruk muka. Kutukan Rahwana ini, membuat Dewi Trijatha sedih berkepanjangan. Keinginan Rahwana untuk bisa menjadikan Dewi Sinta sebagai permaisurinya, telah mengorbankan banyak hal, termasuk kekuasaan, keluarga, sanak saudara, dan kerajaan Alengka. Rahwana, akhirnya terbunuh dalam suatu pertempuran melawan Rama yang dibantu ribuan pasukan wanara (kera). Ia merupakan orang terakhir dari Kerajaan Alengka yang mati di medan laga, melawan musuh. itulah ringkasan seluruh cerita tentang Rahwana yang sangat terkenal itu. Continue reading Cinta Rahwana hanya untuk Sinta

Ramaparasu [6] : Ontran-ontran Ing Maespati


Dhalang: MasPatikrajaDewaku


Kocap kacarita, Prabu Rahwana Raja, tan kena sinayudan  pepenginanira arsa anggarwa Dewi Citrawati. Sanadyan wus mangerteni yen Sang Rajaputri wus kapundhut garwa dening Prabu Harjuna Sasrabahu, nanging Raja putri kang wus winartan dadya titising Batari Widawati lan kondhang sulistya ing warna, tansah katon malela tan kena ilang kinedhepake. Warta kang wus kaladuk angebeki jagad, sapa kang kuwawa anggarwa titising Batari Widawati, bakal urip mulya langgeng ing jagad.

Mila Prabu Rahwana ya Prabu Dasamuka adreng nglurug ngrabaseng prang nggelar baris segelar sepapan. Jroning lumampah saka ing negara Alengka, para bala raseksa Alengka njejarah rayah para kawula Maespati ing desa-ngadesa, keh para kawula kang padha kaprawasa. Patih Suwanda kang murina sigra mapag krodhane Sang Rahwana Raja. Senadyan ngetog sakehing kasekten, nanging datan widagda ngrangsang jurit, temah gugur ing payudan. Dadya ngigit igit tyase Sang Sri Harjuna Sasrabahu.

Kanthi sarira tunggal, Prabu Harjuna Sasrabahu nrenggalangi mungsuh, datan rila lamun patih kang cinaket, tumekaning tiwas. Triwikrama Sang Prabu! Kasaut wani Raja ing Alengka, sigra kapikut-kabanda lan sineret ing rata. Wales ukum kang ngluwihi siksane marang Prabu Dasamuka karana males tindak siya marang gugure Patih Suwanda.

Continue reading Ramaparasu [6] : Ontran-ontran Ing Maespati

KTCM Bedah Lokapala


Termasuk lakon pakem, lakon ini menceritakan keangkaramurkaan Prabu Rahwana raja Alengka, yang membuat prihatin Prabu Danaraja, raja Lokapala. Karena itu Danapati mengutus Gohmuka untuk mengantarkan surat peringatan sekaligus nasehat kepada Rahwana.

Rahwana membaca surat Danapati sangat murka, Gohmuka dibunuhnya; kemudian segera menyusun kekuatan menyerang Lokapala.

Peperangan antara pasukan Alengka dan Lokapala pun terjadi. Rahwana bertanding dengan Danapati, keduanya sama-sama sakti. Namun, peperangan belum selesai, dewa telah menjemput kematian Danapati, untuk dinobatkan sebagai pelengkap caturlokapala (keempat dewa penguasa dunia). Karena itu Rahwana gugat kepada dewa, minta agar Danapati dihidupkan kembali. Batara Guru tidak mengabulkan, sebagai pengganti Rahwana dianugerahi umur panjang.

Ketika Rahwana kembali dari kahyangan, ia bertemu dengan Widawati. Rahwana jatuh cinta, namun ditolak, bahkan Widawati bunuh diri ke dalam api, sehingga Rahwana mabuk asmara.

http://wayang.wordpress.com/2006/10/24/bedah-lokapala/

Lakon Bedah Lokapala oleh KTCM

 

Update Terakhir : 03042014

 

http://www.4shared.com/folder/tmhHMrzk/090.html

WO Rahwana Sang Angkara Murka


Sekar Budaya Nusantara mempersembahkan pagelaran wayang orang dengan judul “Rahwana Sang Angkara Murka”. Lakon ini terdiri dari 2 episode.

Silahkan nikmati audionya :

Videonya dapat dinikmati di Youtube Bumiprabu

Ki Narto Sabdho: Dasamuka Lahir (Sastrojendroyuningrat)


Lakon ini beberapa waktu yang lalu pernah saya posting di WP, tapi karena sumbernya waktu itu tidak lengkap maka kali ini saya coba posting lagi dengan versi lengkapnya. lakon ini masih sumbangan dari mas Mustafa (Citayam-Depok).

Ringkasan Cerita:


Cerita ini dapat juga disebut sebagai cerita Alap-alap Sukesi atau lahirnya Rahwana sampai Sarpakenaka. Merupakan petikan babad Lokapala yang di dalamnya mengandung mutiara yang sangat berharga. Kerajaan Lokapala pada waktu itu diperintah oleh Danaraja atau Danapati yang belum mempunyai permaisuri. Karena itu ia ingin memasuki sayembara perang melawan Jambu Mangli kemenakan Prabu Sumali Raja dari negara Alengka yang kalau menang dapat mempersunting Dewi Sukesi putri Sumali Raja. Sebelum Danapati berangkat, ayahnya yang bernama Begawan atau Resi Wisrawa datang, menyanggupkan diri menyelesaikan persoalan tersebut karena Sumali raja adalah teman baik dari Wisrawa.

Pada waktu yang bersamaan, Prabu Wisamarta dari Negara Madiantara juga melawat ke Alengka dengan maksud yang sama. Di tengah jalan, wadia bala Madiantara terlibat perang dengan balatentara Lokapala yang menjaga wilayahnya. Sehingga, wadia Madiantara mengambil jalan yang lain, akhirnya Wisamarta kalah dengan Jambu Mangli. Dalam perjalanan ke Alengka, Begawan Wisrawa bertemu dengan Prabu Partakusuma dari Medanggiri. Setelah diketahui maksud masing2 yang tunggal tujuan, terjadilah perang, akhirnya Partakusuma lari. Mengingat betapa berat bahaya yang dihadapi Negara Alengka, maka oleh Sumali Raja Sukesi disyogakan untuk menerima pinangan dari salah satu di antara para raja yang telah melamarnya. Dalam hal ini, Sukesi menyatakan bahwa ia hanya mau menikah dengan seorang yang dapat membeberkan wedaran Sastra Jendra Yuningrat Pangruwating Diyu. Kemudian datanglah Wisrawa dan terbukti Wisrawa dapat memenuhi persyaratan Sukesi. Karena peristiwa tersebut, menurut Hyang Guru …Wisrawa harus menerima pameleh (bhs. Jawa). Hyang Guru manunggal dengan Wisrawa dan Dewi Uma dengan Sukesi. Karenanya Sukesi jatuh hati pada Wisrawa walaupun berulang diingatkan bahwa Wisrawa adalah calon mertuanya.

Syahdan, Bagaimana klimaks dari Lakon ini, Bagaimana pula jalan yang ditempuh oleh Danapati terhadap orang tuanya?

Monggo sami dipun nikmati:

Wonten Mriki

 

Update terakhir new upload : 29032014

http://www.4shared.com/folder/FiFtBJRN/22_online.html

Jumlah File : 16 File