Tag Archives: puntadewa

Ki Hadi Sutoyo Jumenengan Puntodewo


Puntadewa-Yogya

Berikut kami kirimkan audio wayang dari dalang-dalang Yogyakarta yang koleksinya kami dapatkan langsung dari lokasi.

Ijinkan RSP mengucapkan terima kasih kepada Bapak Teguh, Kepala Dukuh Bonorejo Gulurejo Kulonprogo atas segala bantuannya.

Selamat menikmati !

Radio Suara Parangtritis

Pentas di Kagungan nDalem Sasono Hinggil Dwi Abad Alun-Alun Selatan Yogyakarta, 11 Oktober 2014
link audionya di sini 

Jokowi dan Puntadewa


jokowi-dan-wayang-puntadewa

Pesan Puntadewa untuk Jokowi
Posted by sak on October 4, 2012

Ahok.Org – Joko Widodo mendapat bekal spesial dari jajaran Pemkot Solo, sebelum menjalankan tugas sebagai gubernur DKI Jakarta.

Pria yang akrab disapa Jokowi mendapat tanda mata berupa wayang Puntadewa dan sebilah keris.

Hadiah kejutan tersebut diberikan oleh Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, saat apel terakhir Jokowi sebagai wali kota di Halaman Balai Kota Solo, Kamis (4/10/2012) pagi.

Hadiah kejutan tersebut, menurut Rudy, panggilan akrab wakil wali Kota Solo, memiliki makna dan pesan yang dititipkan untuk Jokowi sebagai bekal dalam memimpin ibu kota. Tokoh Puntadewa merupakan anggota keluarga Pandawa yang tertua, dan dikenal dalam mengambil setiap kebijakan selalu mengedepankan rasa kemanusiaan.

Sifat Puntadewa inilah yang diharapkan melekat pada diri Jokowi saat memimpin Jakarta. Selain itu, lanjut Rudy, Puntadewa juga dikenal sebaga ksatria yang tidak senang dengan kekerasan.

“Dengan memberi bekal wayang Puntadewa, Jokowi dalam mengabdi di Jakarta selalu mengedepankan kemanusiaan dan nguwongke uwong (memanusiakan manusia) tetap dilakukan,” pesan Rudy.
Sikap-sikap tersebut juga sesuai dengan ideologi Bangsa Indonesia.[Tribunnews]

Sumber : http://ahok.org/berita/news/pesan-puntadewa-untuk-jokowi/

Jakowi Walikota Solo

Wakil Walikota hadiahkan Wayang Puntadewa pada Jokowi di acara Silaturahmi

Pemerintah Kota Surakarta menghelat “Silaturahmi Jokowi dan Rudy”di halaman Balaikota Jumat malam (5/10/2012). Dalam acara yang memperingati tahun kedua dalam periode kedua kepemimpinan walikota Surakarta dan Wakil Walikota Surakarta dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi Joko Widodo, Walikota Surakarta yang sebentar lagi menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta .

Dalam acara yang dihadiri para Muspida Kota Surakarta dan 5.000 undangan serta masyarakat Kota Surakarta disuguhi dengan berbagai macam hiburan seni seperti Keroncong, Orkestra AMARI dan Grup musik humor PECAS NDAHE.

Dalam sambutannya Walikota Surakarta menyampaikan “Tolong jangan bilang selamat jalan ke saya,karena saya juga menjalankan tugas masih dalam lingkup NKRI, dan juga rumah saya di solo, pastinya masih sering pulang Solo, mungkin tiap akhir pekan atau akhir bulan”
Wakil Walikota Surakarta memberikan hadiah Wayang Puntadewa dan keris, dan menyampaikan “Semoga sifat-sifat Puntadewa melekat dalam diri Pak Jokowi, dimana Puntadewa adalah Pembarep dari Pendawa Lima, sehingga diharapkan bisa menengahi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada”

Sumber : http://www.surakarta.go.id/konten/wakil-walikota-hadiahkan-wayang-puntadewa-pada-jokowi-di-acara-silaturahmi

 

 

KSMS Kalimasada Kajarwa


Berikut ini saya sharing koleksi rekaman dari Ki Sigit Manggolo Seputro berupa rekaman yang beliau pagelarkan sendiri di beberapa lokasi. Kali ini lakon yang disharing adalah “Kalimosodo Kajarwo”.

Perlu diketahui bahwa selama ini KSMS selalu memberikan rekamannya untuk disharing kepada kita semua secara pribadi. KSMS mengirimkan VCD/DVD rekaman pagelarannya untuk bisa dinikmati kita bersama. Kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada KSMS atas kontribusi konten di weblog ini.

Selamat Menikmati

Catatan : pagelaran wayang dimulai dari file ke-2 s.d file no 7.

Kejahatan dibalas Kebaikan


Kalau kita berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita
itu adalah hal yang wajar
andai orang bersikap lembut kepada kita
memang selayaknyalah kalau kitapun bersikap lebih lembut
bila orang memberi sesuatu kepada kita
dengan senang hati pasti kan membalasnya yang lebih baik

Namun …
Bisakah berbuat baik kepada orang yang mencelakai kita ?
mampukah kita membalas kejahatan dengan kebaikan ?
sanggupkah kita memberi maaf kepada orang yang telah membuat sengsara ?
dapatkah kita memberi untaian senyum dan kata halus tulus terhadap orang yang telah memfitnah ?

Uhhh … tak terbayangkan
begitu sulit sikap diatas akan terwujud dan menjadi amalan kita

Betapa tidak …
sikap membalas atas derita diri dianggap sudah lumrah
merasa diri terzalimi, menuntut untuk segera terbebas dan
terpuaskan dengan tindakan yang sama atas orang yang menzalimi
derita hati akan kata-kata yang menyakitkan seakan terlampiaskan
bila melakukan hal serupa terhadap orang yang menorehkan derita hati
kesakitan dibalas dengan menyakiti
perih hati akibat kata-kata tajam dibalas dengan umpatan
fitnah dibalas dengan fitnah
dan kejahatan dibalas dengan melakukan kekejaman serupa

Betapa sulit hati untuk menerima kata maaf
betapa mudah hati untuk membangkitkan iba diri
sungguh tidak sukar hati untuk membenarkan pembalasan
dan betapa tidak mudah mulut untuk ungkap jalinan persaudaraan dan kasih sayang

Mungkin harus membuat darah kita menjadi putih
seperti Puntadewa atau Bagaspati

Bagaspati rela menyerahkan jiwanya
tuk kebahagiaan dan kemuliaan anaknya
walau tingkah polah Narasoma sungguh memuakkan
dan sangat keterlaluan
namun amarah tlah mampu dikendalikan oleh Bagaspati
tak ada ungkapan meledak
atau nafsu membalas sikap pongah calon mantu
yang muncul hanya kelembutan nan bijak
kata-kata dan sikap manusia berdarah putih
(dan berhati suci)

Begitupun Puntadewa
musuh tidak punya
kejahatan atas diri dan saudara-saudaranya
selalu dibalas dengan kebaikan dan sikap mengalah
kesalahan yang dia lakukan
pun sebenarnya didasarkan atas sikap kasih sayang kepada sesama
kalah main dadu yang berakibat lenyapnya negara
dan terbuang serta terasingnya pandawa
lebih karena sikap menghormati undangan para kakaknya Kurawa
(kalau berdasarkan tuntunan agama, sikap demikian tetap dianggap salah karena untuk urusan yang diharamkan, seperti berjudi, harus bersikap tegas menolak)
kematian gurunya Durna dalam perang Baratayudha karena kebohongan setengah hati
lebih disebabkan karena kecintaan kepada saudara-saudara dan nasehat Kresna
(walau sebenarnya bohong setengah hati ataupun sepenuh hati, tetap saja itu adalah kebohongan)
dan Puntadewa tetaplah berdarah putih
manusia yang tiada bermusuh, penuh welas asih kasih sayang
rendah hati walaupun pengetahuan dan kebijaksanaannya mumpuni
slalu mengedepankan perdamaian
meskipun kesaktiannya tiada yang mampu mengungguli

Atau …
Mampukah kita bersikap seperti junjungan kita nabi Muhammad
ketika di Thaif dilempari batu oleh penduduk saat mengajak kebenaran
hingga berdarah-darah muka dan tubuh beliau
dan ketika malaikat menawarkan jasa atas ijin Allah
untuk menimpakan bukit Thaif kepada mereka
rasulullah malah mendoakan keselamatan bagi mereka
“semoga Allah mengampuni mereka”
“bila hidayah tidak turun kepada mereka
mungkin akan turun pada anak cucunya”

Ah …
manusia mulia itu memang beda dengan kita
betapa diantara rasa perih tubuh dan perih rasa
justru mendoakan yang baik kepada yang menyakiti

Begitu banyak kisah yang dapat kita jadikan teladan
menjadikan darah kita menjadi putih bukan suatu kemustahilan
meskipun sungguh sangat berat mengimplementasikan
untuk manusia biasa seperti kita
yang mampu kita lakukan hanyalah
berusaha selalu berbuat baik dan menghindari yang tercela
dan sebarkan kedamaian di muka bumi
penuh ridla Ilahi

KTCM Kalima Husada


Watak Darmokusumo

Prabu Darmokusumo itu ya Puntaweda, Puntadewa itu berdara putih atau ludiro seta, darah putih disini melambangkan keikhlasan dan kesabaran tanpa batas, kalau di sejarah islam mirip2 Abu Bakar Ash-shidiq, kalau dibanding-bandingkan dengan Umar bin Khatab yg pemberani dan tegas maka ibarat semua kebaikan Umar maka hanya bernilai satu bagi kebaikan Abu Bakar. Nah kembali ke Puntadewa, saking ikhlasnya dia maka walaupun istrinya yaitu Drupadi diminta pun dikasihkan ke yg meminta, Puntadewa itu juga tidak pernah marah karena sangat sabar, tapi apabila dia kesabarannya sudah habis dan marah maka akan bertiwikrama menjadi raksasa putih yg sangat besar bernama dewa Amral yg membuat seisi kahyangan menjadi ketakutan, bahkan kebesaran wayang Dewa Amral itu lebih besar dari tiwikramanya dewa Wisnu.

Darmokusumo atau Puntadewa itu satu2nya prabu /raja tanpa mahkota, dia memakai udheng yg melambangkan sudah paham akan arti kehidupan yg didalamnya terdapat layang atau jimat Kalimasada, kalimasada itu berarti kalima husada atau kalimat penyembuh yg menyimbolkan wejangan2nya tentang kehidupan akan menyembuhkan segala penyakit hati. Kalimasada juga berarti kalimat syahadat, syahadat disini bukan syahadat ikut2an supaya dikira sudah masuk islam tapi merupakan syahadat total yaitu sudah menjadi saksi sepenuhnya atas keesaan Allah dan kesaksian itu dimulai dari “laa ilaaha illa huwa”.

  • Pemimpin harus mempunyai watak ihlas dan sabar tanpa batas,
  • pemimpin harus bisa menyadarkan kesesatan dari rakyat dengan memakai kalimat2 penyembuh,
  • pemimpin harus bisa paham apa tujuannya dia memimpin dan tujuannya dia hidup yaitu, dari dan menuju Allah,
  • syahadat pemimpin itu harus total bukan ikut2an maka pemimpin itu sudah menjadi saksi atas keesaan Tuhan sehingga keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu benar2 yakin, bukan keyakinan yg diyakin yakinkan tapi sebenarnya tidak yakin.

Baca selengkapnya di sini

Nikmati Pagelaran wayang berjudul KALIMA HUSADA bersama KTCM

 

Update Terakhir : 03042014

 

http://www.4shared.com/folder/F-QjIAtz/084.html

KNS : Prabu Dewa Amral


Prabu Baladewa datang ke Dwarawati untuk memenuhi undangan adiknya Prabu Kresna. Ternyata Kresna hanya mengabarkan soal kekhawatirannya kepada Pandawa, terutama Puntadewa, terkait dengan penglihatan yang belum lama dialaminya.

Prabu Kresna antara tidur dan jaga “melihat” Puntadewa tengah naik kereta yang di tarik oleh 4 ekor kuda berwarna putih. Kereta berlari kencang lama-lama tidak kelihatan dalam pandangan Kresna. Prabu Kresna merasa penasaran dan kemudian mengikuti dan melacak laju kereta Puntadewa dengan menaiki kereta Jaladaranya.

Sesaat kemudian Kresna mengedipkan matanya lagi, dan dilihatnya Puntadewa berada dalam kepulan asap dan lama-lama hilang dari pandangan. Kresna mencari-carinya, namun tidak dijumpainya Puntadewa.

Prabu Kresna minta petunjuk kepada kakaknya untuk menafsirkan makna dari penglihatan itu.

Prabu Baladewa-pun mengkhawatirkan perlambang yang diterima adiknya itu dan menyatakan segera akan ke Amarta untuk mewartakan dan melihat keadaan adiknya para Pandawa.

Akan ada kejadian apakah di Amarta ?

Silahkan Menikmati disini

 

Update terakhir new upload : 29032014

http://www.4shared.com/folder/JG6i4i4-/90_online.html

Jumlah File : 8 File