Tag Archives: madrim

Salya Membuka Rahasia Kematiannya


narasoma_solosalya_solo

Salya Membuka Rahasia Kematiannya

Waktu muda bernama Narasoma. Ia anak Prabu mandrapati raja Mandaraka. mempunyai adik perempuan bernama Madrim menikah dengan Pandu berputra kembar, Nakula Sadewa. Istrinya bernama Pujawati (Satyawati) putri Begawan raseksa Pinandita di padepokan Arga Belah.

Menjelang berakhirnya Baratayuda raja Salya diangkat menjadi panglima perang Astina. Pengangkatan itu telah menarik perhatian Pandawa mengingat kesaktian raja Mandaraka itu tidak ada tandingannya. ia memiliki aji Candra birawa yang dapat menciptakan ribuan raseksa ganas pemangsa manusia. Konon apabila darahnya menciprat benda, maka benda itu akan menjadi raseksa. Dapat dibayangkan apabila banyak darah bercipratan, akan bermunculan pula raseksa-raseksa lain dan arena peperangan lainnya akan dipenuhi oleh makhluk-makhluk pemangsa itu.

Menurut Kresna sekalipun Salya sakti tiada tanding gagah tak ada lawan, batinnya lebih menyayangi Pandawa. Berpihaknya kepada Kurawa karena terjebak kelicikan Sakuni. Padahal semula ia akan membantu Pandawa. Untuk mengetahui rahasia kelemahannya, diutuslah nakula Sadewa menghadap uwaknya.

Demikianlah tatkala nakula Sadewa menghadap Salya, dengan nada sendu si kembar berkata: “Duh, uwak Prabu, kedatangan hamba menghadap paduka, hanya untuk menyerahkan jiwa raga hamba berdua. Hamba malu oleh saudara-saudara hamba, apabila balatentara Pandawa dan saudara-saudara hamba akan dengan mudah paduka hancurkan. Kesaktian paduka tiada tandingannya. Karena itu hamba berdua ingin didahulukan dibunuh sebelum paduka berhadapan dengan mereka,” ujarnya memelas.

Continue reading Salya Membuka Rahasia Kematiannya

Sadewa, si Bungsu Pandawa


sadewa_solo

Sadewa atau Sahadewa (Sansekerta: सहदेव, sahadéva), adalah seorang protagonis dari wiracarita Mahabharata. Ia adalah seorang Pandawa pula, tetapi berbeda dengan Yudistira, Bima, dan Arjuna ia adalah putra Dewi Madrim, adik Dewi Kunti. Ia adalah saudara kembar Nakula dan dianggap penitisan Aswino, Dewa Kembar.

Sadewa pandai dalam ilmu astronomi yang ia pelajari di bawah bimbingan resi Drona. Sementara itu juga mengerti banyak mengenai penggembalaan sapi. Oleh karena itu ia bisa menyamar menjadi seorang gembala pada saat di negeri Wirata yang dikisahkan pada Wirataparwa. Selama masa penyamarannya di Kerajaan Matsya yang dipimpin Raja Wirata, Sadewa bertanggung jawab merawat sapi dan bersumpah akan membunuh Raja Gandhara, Sangkuni, yang telah memperdaya mereka sepanjang hidup. Ia berhasil memenuhi sumpahnya untuk membunuh Sangkuni, pada saat hari kedua menjelang perang Bharatayuddha berakhir.

Kepribadian
Dari kelima Pandawa, Sadewa yang termuda. Meski demikian ia dianggap sebagai yang terbijak di antara mereka. Yudistira bahkan berkata bahwa ia lebih bijak daripada Brihaspati, guru para dewa.

Continue reading Sadewa, si Bungsu Pandawa

Nakula, si kembar dengan Sadewa


NakulaSadewa-Solo

Nakula (Sansekerta: नकुल, naküla), adalah seorang protagonis dari wiracarita Mahabharata. Tetapi ia adalah putra Dewi Madrim, adik Dewi Kunti. Ia adalah saudara kembar Sadewa dan dianggap putera Dewa Aswino, Dewa tabib kembar.

Menurut kisah, Nakula sangat tampak parasnya. Kata nakula dalam bahasa Sansekerta artinya adalah “cerpelai”.

Nakula dalam Mahabharata

Menurut catatan, si kembar Nakula-Sahadewa memiliki kemampuan istimewa dalam merawat kuda dan sapi. Nakula digambarkan sebagai orang yang sangat menghibur hati. Ia juga teliti dalam menjalankan tugasnya dan selalu mengawasi kenakalan kakaknya, Bima, dan bahkan terhadap senda gurau yang terasa serius.

Nakula dipilih oleh Yudistira untuk hidup kembali saat pengasingan di dalam hutan, sementara saudara-saudaranya yang lain meninggal karena meminum air dari sebuah danau. Ini karena Nakula merupakan putera Madri, dan Yudistira, yang merupakan putera Kunti, ingin bersikap adil terhadap kedua ibu tersebut.

Nakula dalam pewayangan Jawa

Nakula yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra keempat Prabu Pandudewanata, raja negara Hastina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati, dari negara Mandaraka. Ia lahir kembar bersama adiknya, Sahadewa atau Sadewa, Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, dari negara Mandura bernama Puntadewa, Bima alias Werkudara dan Arjuna

Continue reading Nakula, si kembar dengan Sadewa