Tag Archives: lokananta

KKS RRI Surakarta Palaran Gobyog – Gendhing Nujukarsa


ACD141 Palaran Gobyog - Gendhing Nujukarsa

Sumber : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com

ACD-141 Palaran Gobyog – Gendhing Nujukarsa

Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta
Pimpinan : Turahjo Hardjomartono
Swarawati : Nyi Tukinem, Nyi Tugini & Nyi Sunarti

Wiraswara : Ki Sastrotugiyo & Ki Sardono Mloyowibagso
Pengendhang : FX. Soebanto
Pengarah Acara : Mientardjo hs.

Side A :
01. Srepeg PALARAN DANDANGGULA – SREPEG, Sledro 9.
02. Srepeg PALARAN PANGKUR – SREPEG, Pelog Barang.

Side B :
01. Srepeg PALARAN Sinom – PALARAN Dudha kasmaran – Srepeg, Slendra Manyura.
02. Srepeg PALARAN Sinom Logondang – Palaran Durma – Srepeg, Pelog Barang.

Audio Link :

http://www.4shared.com/folder/mY3LVoRA/ACD-141_Palaran_Gobyog_-_Gendh.html

KKJ Nusantara II Yogyakarta Uyon2 Metaraman Megamendhung


ACD-188 Uyon2 Metaraman KKJ Nusantara II Yogyakarta Megamendhung.

ACD188 Uyon-uyon Mataraman - Megamendhung

Sumber : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com

Keluarga Kesenian Jawa RRI Nusantara II Yogyakarta
Pimpinan : Ki Suhardi
Swarawati :Nyi Purwanti, Nyi Pariyem, Nyi Kitin Sumartinah, Nyi Kasilah

Wiraswara : Ki Sukardi, Ki Puspoworo, Ki Sugiarto, Ki Pudjowijono
Pengarah Acara : Mientardjo Hs.

Side A :
01. Gendhing Megamendhung jangkep, minggah Ladrang Jatikumara, Pelog pathet nem.

Side B :
01. Ladrang Pangkur kalajengaken Palaran trus Jenggleng (Ngabdul – Juriah), Slendro pathet 9.

Audio Link :

http://www.4shared.com/folder/R6wUiy9W/ACD-188_Uyon2_Metaraman_KKJ_Nu.html

KKS RRI Surakarta – Kutut Manggung Gobyog


ACD124 Kutut Manggung Gobyog

Sumber : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com

ACD-124 Kutut Manggung Gobyog

Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta.
Pimpinan : P. Atmosunarto
Pesinden : Nyi Tukinem & Nyi Tugini.
Bawa : Sastrotugiyo

Side A :
Gending KUTUTMANGGUNG Pelog Barang (Kebar – Ciblon – Ciblon irama rangkep – Dandanggula Banjet, Greget Rangu-rangu – Ciblon).

Side B :
01. Bawa RETNAMULYA dawah Ldr. SRIWIDADA Pelog Barang (Kebar – Ciblon – Ciblon Irama rangkep).

02. Ladrang ASMARADANA Slendro Manyura (Kebar – Ciblon gambyong – Ciblon Irama Rangkep – Uran2 Asmaradana – Kebar).

Link Audio :

http://www.4shared.com/folder/f0tbta0Z/ACD-124_Kutut_Manggung_Gobyog.html

 

KKS RRI Surakarta – Klenengan Gobyog 3 Opak Apem


ACD-099 Klenengan Gobyog 3 – Opak Apem

ACD099 Klenengan Gobyog - Opak Apem

Sumber : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com

Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta.
Pimpinan : P. Atmosunarto.
Bawa : Sastrotugiyo
Pesinden : Nyi Tukinem, Nyi Tugini & Nyi Prenjak

Side A : (Bersambung ke Side B)
Bawa Sekar Ageng WEGANG SULANJALI dawah Gending ERANG-ERANG BAGELEN minggah Ldr OPAK APEM mawi mandeg, MBLEG EMBLEG DUDUHE TAPE suwuk. Bawa swara ARUM ketampen Ldr. KEMBANG KACANG (mawi mandeg MEGATRUH-MASKUMAMBANG), kalajengaken Ldr. GENDRUWO MOMONG mandeg kaseling KINANTHI SASTRODIWANGSAN, trus Ldr BLANDARAN kalajengaken Lancaran UDAN MAS (mawi koor CUCUR BIRU) Pelog 6.

Side B : (Sambungan dari Side A)
Bawa Sekar Ageng WEGANG SULANJALI dawah Gending ERANG-ERANG BAGELEN minggah Ldr OPAK APEM mawi mandeg, MBLEG EMBLEG DUDUHE TAPE suwuk. Bawa swara ARUM ketampen Ldr. KEMBANG KACANG (mawi mandeg MEGATRUH-MASKUMAMBANG), kalajengaken Ldr. GENDRUWO MOMONG mandeg kaseling KINANTHI SASTRODIWANGSAN, trus Ldr BLANDARAN kalajengaken Lancaran UDAN MAS (mawi koor CUCUR BIRU) Pelog 6.

Link Audio “

http://www.4shared.com/folder/MMNrs1Od/ACD-099_Klenengan_Gobyog_3_-_O.html

KNS Genjong Goling


Lokananta ACD-097

Paguyuban Karawitan Jawi “Condong Raos”
Pimpinan : Ki Nartosabdho.
Pesinden : Nyi Ngatiran & Nyi Maryati.

ACD097 Genjong Goling

Koleksi dari : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com/

Side A :
01. Ladrang Sekar Ngenguwung Slendro 9
02. Bawa Sekar Tengah Ageng Kuswarini dawah Ladrang Jumurung, Pelog Barang.

Side B :
01. Ladrang Tebu Sak Uyun Slendro Menyura.
02. Bawa Sekar Ageng Candrawilasita dawah Gendhing Genjong Goling, Pelog-6.
03. Ladrang Kembang Kates, Pelog 6.

Link Audio :

http://www.4shared.com/folder/-C-UCoaw/ACD-097_Gonjing_Goling.html

 

Gending : CucuR BawuK


Lokananta – ACD 105
Klenengan Nyamleng
Keluarga Karawitan RRI Stasion Surakarta
Pimpinan : P. Atmosunarto.
Bawa : Sastrotoegiyo.
Pesinden : Soemarmi, Toekinem, Toegini.

Side A :
Bawa Sekar Ageng SUDIRAWARNA dawah Gending BONDHET kalajengaken Ketawang RAJASWALA Slendra 9.

Side B :
Gending CUCURBAWUK minggah PAREANOM kalajengaken Ldr. Srikaton terus Ketawang SUKMAILANG Slendra Manyura.

Audio Link : 

http://www.4shared.com/folder/BUQPwq10/ACD-105_Cucur_Bawuk.html

 

by Bram Palgunadi on Monday, December 6, 2010 at 7:16am

Pagelaran wayang, sejak beratus tahun yang lampau, selalu diawali dengan dimainkannya suatu konser karawitan khas, yang mengawali setiap pagelaran wayang. Konser karawitan yang sangat khas ini, lazim disebut ‘talu’ (dalam bahasa Jawa) atau ‘tatalu’ (dalam bahasa Sunda). Konser karawitan ini, dimainkan sekitar satu jam, sebelum pagelaran wayang yang sesungguhnya dimulai. Seluruh filosofi cerita kehidupan manusia, sejak ia belum ada, kemudian lahir, berubah menjadi remaja, menginjak dewasa, dan berubah menjadi tua renta, serta akhirnya sampai pada masa kembali tiada (kembali ke haribaan Yang Maha Kuasa),  diceritakan dan ditampilkan dalam sekumpulan komposisi gendhing(lagu). Ini merupakan ringkasan seluruh kehidupan manusia di ‘alam jana loka’. Sedangkan pagelaran wayang yang dimainkan semalam suntuk (sekitar 7 – 8 jam), sebenarnya hanya merupakan penggalan sepersejuta dari seluruh kehidupan manusia di dunia ini.

Dalam banyak kesempatan, pagelaran wayang (yang manapun), orang atau penonton seringkali tidak mengerti dan tidak memahami secara lengkap, mengapa selalu ada permainan konser karawitan Talu. Bahkan, banyak juga yang beranggapan bahwa dimainkannya gendhing-gendhing Talu hanya sebatas sebagai tanda bahwa pertunjukan wayang hendak dimulai. Ini merupakan pemahaman umum. Sudah barang tentu, setiap daerah mempunyai kekhasan sendiri dalam memainkan gendhing-gendhing Talu.

Di bawah ini, dikutipkan dari buku Serat Kandha Karawitan Jawi, bagaimana gendhing Talu dimainkan, apa tujuannya, apa maknanya, dan apa yang dikandung di dalamnya. Meskipun bahasan ini didasarkan kepada kebiasaan dan tradisi yang berlaku pada pagelaran wayang kulit purwa Jawa, tetapi sebenarnya berlaku universal.

Talu, adalah permainan karawitan atau permainan gamelan, yang mengawali suatu pagelaran yang sesungguhnya. Dalam hal ini, biasanya talu hanya dimainkan untuk mengawali pagelaran wayang saja. Pada saat talu, biasanya dimainkan gendhîng (lagu) khusus, yang memang digunakan untuk keperluan pengiring taluGendhîng (lagu) pengiring talu ini, lazim disebut gendhîng talu ataugendhîng patalôn. Tidak diketahui dengan pasti, sejak kapan gendhîng talu mulai dimainkan orang sebagai rangkaian gendhîng yang mengawali pagelaran wayang. Tetapi diperkirakan, sudah dimainkan orang sejak ratusan tahun yang lalu.

Permainan gendhîng talu, umumnya bertujuan:

  • Mengubah dan membuat suasana menjadi renggep, regeng, sakral, magis, dan khas wayangan’. Hal ini, disebabkan hanya pagelaran wayang yang menggunakan gendhîng talu untuk mengawali pagelaran. Selain itu, komposisi dan cara memainkan gendhîng talu sangat khas; sehingga memberikan suatu ciri tersendiri.
  • Waktu yang digunakan untuk memainkan gendhîng talu, biasanya relatif lama. Jika dimainkan secara lengkap, biasanya memakan waktu sekitar satu jam. Dalam waktu selama ini, dhalang dapat menyiapkan diri sebaik-baiknya. Demikian pula para pembantu dhalang dapat menyiapkan segala keperluan dhalang, termasuk menyiapkan dan meletakkan sesajèn(sesajian) di tempat yang sudah ditentukan.
  • Pada pagelaran wayang kulît, bagian akhir permainan gendhîng talu dimainkan dengan cara yang sangat khas. Bagian ini, digunakan untuk mengiring dhalangmenaiki panggûng pagelaran, menuju ke tempat duduknya, yaitu di sebelah kanan kothak wayang (kotak tempat menyimpan wayang). Suasana pada saatdhalang menaiki panggûng pagelaran, biasanya sangat mencekam. Pada saat dhalang mulai menaiki pangung pagelaran, biasanya lampu-lampu penerangan lainnya akan dipadamkan; dan hanya bléncông (lampu penerangan yang dipasang di atas geber/kelîr wayang) yang menyala. Dengan demikian, suasananya menjadi sangat magis.
  • Bagi penonton pagelaran, permainan gendhîng talu digunakan sebagai tanda bahwapagelaran wayang akan segera dimulai. Sedangkan bagi dhalang, permainan gendhîng talu merupakan tanda untuk mempersiapkan diri. Pada saat permainan gendhîng talu diakhiri, dhalang sudah harus duduk di tempatnya, dan siap untuk mengawali seluruh pagelaran wayang.

Gendhîng talu, biasanya mulai dimainkan para panjak, sesaat setelah pengatur acara selesai mengumumkan berbagai macam informasi yang berkait erat dengan pagelaran. Misalnya, siapa yang akan menjadi dhalang, cerita apa yang hendak dibawakan dhalang, siapa pesindhèn-nya, dari kelompok mana panjak yang mengiringi pertunjukan malam itu, siapa yang punya hajat, serta dalam rangka apa pagelaran itu dilaksanakan. Pada saat ini, biasanya penonton yang tidak duduk di ruang tamu resmi, agak tidak tenang. Hal ini, lazimnya disebabkan penonton sibuk menyiapkan dan mengatur tempat duduknya. Mereka mulai mengatur tempatnya, supaya bisa dengan leluasa melihat ke arah geber/kelîr wayang. Di sekitar tempat pagelaran, keadaan biasanya berubah perlahan-lahan menjadi lebih tenang dan hening. Anak-anak berhenti berlarian atau berhenti bermain; dan memperhatikan apa yang sedang terjadi. Continue reading Gending : CucuR BawuK

Pangkur jenggleng


Dagelan Basiyo bertitel “Pangkur Jenggleng” ini ada 2 versi. Yang pertama adalah rekaman Lokananta dengan kode ACD-003.

Photobucket

Pengiringnya adalah Karawitan Studio RRI Yogyakarta dengan Pimpinan : Ki Tjokrowasito dengan Pesinden : Nyi Rubinem & Nyi Kitin

Sementara versi yang lebih baru dikeluarkan oleh Fajar tahun 1983.

Photobucket
Author: Basiyo.; Ki Nartosabdho; Paguyuban Karawitan Jawi Condong Raos.

Publisher: [Surakarta, Indonesia] : Fajar, 1983.

Edition/Format: Musical cassette : Cassette recording : Javanese

Material Type: Music Document Type: Sound Recording All Authors / Contributors: Basiyo.; Ki Nartosabdho; Paguyuban Karawitan Jawi Condong Raos.

Performer(s): Paguyuban karawitan Jawi Condong Raos ; Ki Nartosabdho (pimp.) ; Basiyo ; Suparmi ; Nyi Ngatirah (pesinden) ; Nyi Maryati (pesinden) ; Nyi Suprapti (pesinden).

Contents:

  • Ldr. kijing miring sl. mnyr.
  • Pangkur jenggleng pl. br.
  • Pangkur Banyumasan dawah eling2 sl. mnyr.
  • Pangkur Semarangan dawah aja dipleroki pl. 6
  • Pangkur rambangan alngen wenaran Mataram sl. 9
  • Pangkur palaran sl. 9
  • Pangkur jenggleng sl. 9.

Selamat Menikmati (track 1 : Fajar, track 2 : Lokananta)