Tag Archives: KTCM

KTCM WAHYU MAKUTHOROMO


Kadang PPW,  Kiriman saking Mas Sugiran
Wahyu Makutoromo sampun asring kito midangetaken, mbok menawi sanes dalang ugi sanes jalan ceritanipun Ananging ingkang baku Judulipun “Wahyu Makutoromo” Seumpami tiang mlampah Jogja -Jakarta saget lewat jalur pantura ugi saget jalur Bandung, Ananging Tujuanipun Sami2 Jakarta.
Lha meniko Satunggal malih File saking Radio Safari Jakarta “Wahyu Makuthoromo”  jumlah 16 Track.

Ki Timbul yang Konsisten


http://asia.groups.yahoo.com/group/paguyuban_pecinta_wayang/message/2190

Mas Sugiran dan sahabat-sahabat saya

Saya sependapat dengan anda. Ki Timbul Hadi Prayitno, merupakan salah seorang dhalang senior (maestro), yang mempunyai suatu keunggulan yang sangat jarang dimiliki dhalang lain, yaitu pagelaran wayang yang dibawakan beliau, sangat kuat memilih dan memakai kalimat-kalimat yang sangat mudah dimengerti orang awam. Coba dengarkan guyonannya. Semua guyonannya selalu merupakan kalimat yang mudah dicerna dan merupakan guyonan gaya ‘wong cilik’ (rakyat jelata). Meskipun saya termasuk penganut mahzab Pesisir, tetapi saya sangat mengagumi permainan mahzab Mataraman Klasik yang menjadi dasar utama pagelaran wayang yang dibawakan beliau.

Coba juga dicermati cara dan gaya beliau saat menceritakan adegan dalam pagelaran wayang. Bahkan, kita bisa memahami dan membayangkan berbagai adegan yang dibawakan beliau tanpa perlu melihat pagelarannya secara langsung. Misalnya, jika mendengarkan pagelaran Ki Timbul dari radio. Seakan-akan pagelaran wayang yang dibawakan beliau itu tampil secara sangat jelas di dalam imajinasi kita.

Saya juga sangat beruntung, karena pernah melihat pagelaran beliau, yang dilaksanakan di Siti Hinggil Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, beberapa puluh tahun yang lampau. Saat itu, beliau ndhalang dengan iringan gamelan keraton yang sangat luar biasa jumlah ricikan-nya dan sangat bagus suaranya. Bahkan memakai dua pengendhang (biasanya kan hanya ada satu pengendhang), tidak termasuk penabuh bedhug ageng. Kalau saya tidak salah, saat pagelaran wayang itu, beliau diringi memakai gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Laut. Sedangkan pradangga-nya sebagian besar merupakan pradangga dalem keraton, dari kelompok ‘Uyon-uyon Adi Luhung’, yang semuanya merupakan pradangga senior atau maestro yang sangat mumpuni. Waktu itu, saya hanya bisa tercengang dan duduk diam terpaku saja semalam suntuk, tanpa bisa berkata-kata atau berkomentar apapun. Terus terang, saya belum pernah mendengar suara gamelan yang seperti itu getar, gaung, dan gemanya.

Getaran nadanya, begitu aneh dan mencengangkan, karena membuat setiap nada yang dibunyikan menjadi mengalun berombak, dan bunyi yang dihasilkan, seperti dilakukan oleh ratusan pradangga. Saya kok merasa pengaturan (penalaan) nada pada kedua gamelan ini, bisa menghasilkan efek seperti ditabuh oleh beberapa ratus orang (efek bunyinya, seakan-akan seperti penabuhnya dilipat-gandakan jumlahnya). Tentang hal ini, sudah pernah saya tanyakan kepada banyak panji, termasuk beberapa panji sepuh sekalipun. Semuanya tidak bisa menjawab secara jelas, bagaimana efek suara itu bisa dihasilkan. Kebanyakan hanya menjawab bahwa itu merupakan permainan ’embat’ saja. Tetapi dalam hati kecil saya, tetap saja selalu bertanya-tanya (karena ada semacam ketidak-puasan atas jawaban yang saya terima),apa yang sebenarnya menjadi penyebab terjadinya efek penggandaan bunyi itu.

Seingat saya, yang memakai mikropon saat itu hanya, dhalang, pesindhen, wiraswara, rebab, gender barung, gambang, slenthem, dan siter. Ricikan lainnya sama sekali tidak dilengkapi mikropon. Saat itu, saya juga melihat sama sekali tidak ada peralatan elektronika apapun yang dipasang sehingga bisa menghasilkan efek seperti melipat-gandakan pradangga-nya. Hanya ada sound mixer biasa dengan sebuah perangkat penguat suara (audio amplifier) yang juga biasa saja. Lodspiker, hanya dipasang dua set, masing-masing di sisi kanan dan kiri panggung.

Continue reading Ki Timbul yang Konsisten

KTCM Banjaran Rahwana


Sebuah koleksi yang disaharing oleh Mas Sugiran Aulia Tangerang berjudul “Banjaran Rahwono” bersama Ki Timbul Hadi Prayitno yang adalah rekaman Live saat pagelaran di Karangmojo-Gunungkidul.

Selamat Menikmati

Atas nama sutresna wayang terutama pecinta KTCM, kami ucapkan terima kasih kepada Mas Sugiran Aulia atas sharing ini. Smoga bermanfaat bagi kita semua.

Matur nuwun

 

Update Terakhir : 03042014

http://www.4shared.com/folder/r2usHO54/021.html