Tag Archives: bojonegoro

Ki Hadi Sukoco Parikesit Jumeneng


Berikut saya sharing satu lakon kiriman lagi dari Mas Krisna Istana Bojonegoro.

Koleksi dari radio Istana 95 FM ,jl mongisidi 126 Bojonegoro , bersama dalang KI HADI SUKOCO dengan mengambil lakon “Parikesit Jumeneng.

Selamat menikmati

Blog Radio Istana

Mewakili sutresna wayang di blog ini, kami ucapkan matur nuwun dumateng Pak Krisna atas sharingipun

Ki Hadi Sukoco – Narayana Dadi Ratu


Berikut saya sharing kiriman dari Mas Krisna Istana Bojonegoro.

Koleksi dari radio Istana 95 fm ,jl mongisidi 126 Bojonegoro , bersama dalang KI HADI SUKOCO dari banjarjo pinggiran kec. kota bojonegoro ,dalam acara PAGELARAN WAYANG VAN JAVA KOLABORASI DENGAN KETHOPRAK ISTANA BUDAYA.

Selamat menikmati

Blog Radio Istana

Matur nuwun sharingipun Mas Krisna, mugi mangke wonten malih … he he he …

 

 

Wayang Thengul, Warisan Budaya yang Perlu Dipertahankan


Laporan Wartawan Kompas Adi Sucipto

BOJONEGORO, KOMPAS – Di tengah pergeseran nilai di zaman modern ini, banyak tradisi dan budaya yang mulai terkikis. Kalau tidak ada yang melestarikan keberadaan wayang thengul mirip wayang golek tetapi berbentuk lebih pipih tidak bulat yang ada di Bojonegoro terancam punah.

Saat ini dalang wayang thengul di Bojonegoro bisa dihitung jari diantaranya Ki Sadiyo Widodo dan Ki Supardji. Bahkan generasi pelestari pembuat wayang thengul sekarang ini sudah tidak ada lagi.

Kalau wayang kulit biasanya bercerita tentang Babat Mahabaratha atau Ramayana wayang thengul bercerita masa kerajaan di Nusantara diantaranya cerita rakyat Dhamarwulan yang menyangkut Majapahit. Sama seperti wayang golek wayang thengul merupakan monolog dalang diiringi gamelan dan waranggana.

Menurut Ki Sadiyo Widodo, wayang berasal dari kata ayang-ayang merupakan perlambang atau simbol watak dan perilaku manusia dimana terjadi pertentangan atau konflik baik dan buruk salah dan benar. Kondisi terkini yang sarat bencana akibat polah manusia di luar rel semestinya atau disebut paugeran dan perlakuan yang tidak benar terhadap alam yang tidak benar menyebabkan bencana.

Hal itu bisa dimasukkan dalam pesan moral lewat tokoh atau lakon yang diusung. Melalui wayang pula manusia bisa berkaca sebab semua yang akan sudah tertulis dalam sebuah jangka.

“Yang paling penting adalah manusia tetap waspada, saling mengingatkan untuk kebaikan dan mencegah perilaku buruk. Saat ini banyak orang nerak wewaler dan paugeran (menerjang larangan dan ketentuan-Red) Tuhan,” kata Ki Sadiyo berpesan.

http://64.203.71.11/ver1/dikbud/0702/19/135929.htm