Tag Archives: baladewa

Lakon wayang kulit purwa lakon ’Parta Krama’ [3]


baladewa

Dalang Ki Timbul Hadiprayitna KMT Cermo Manggala

Kresna :-“Menurut saya begini kanda, pernikahan itu dianggap mudah bisa, dianggap sulit juga iya. Semua manusia di dunia ini sebenarnya cuma sekedar menjalankan apa yang sudah menjadi kehendak Tuhan, maka yang terbaik kita lakukan adalah memohon petunjukNya.”

(Suluk ada-ada pathet nem wetah)

Baladewa sru deduka, dupi mulat kang samya andon jurit, gya menyat denya sru muwus, sugal pangandikanira, ngasta trigora maha sekti, yen kadulu yayah singa anubruka.

Kandha.

Disaat mereka tengah bermusyawarah, raja Dwarawati beserta raja Mandura yang diikuti oleh segenap punggawa kerajaan Dwarawati, pembicaraan mereka terhenti sejenak disaat tiba tiba terdengar suara ramai di alun alun. Ternyata yang membuat ramai adalah datangnya satria Pringgandani Raden Gathutkaca, sebentar kemudian naik sitinggil sehingga menjadikan kaget semua yang hadir disitu. Para prajurit pun berkata, teman ada tamu .. ada tamu … tamu … tamu, beri jalan.

(Iringan playon slendro pathet nem, suwuk, dilanjutkan suluk lagon plencung jugag, slendro pathet nem, dilanjutkan dialog ).

(Suluk plencung jugag slendro pathet nem).

Gya lumarap, caraka kang nembe prapta, ong, ong, tinata trapsilanira, mungwing ngarsa srinarendra, tumanduk sangyun mangarsa, ong, tan ana kuciwa raras, hong.

Dialog.

Kresna :-“Iwang suksma ana samitaningsun hong buwana langgeng, kalau tidak salah yang baru datang ini keponakanku Rimbiatmaja.”

Gathutkaca :-“ Benar gusti.”

Kresna :-“ Belum lama engkau datang, semua dalam keadaan baik bukan.” Continue reading Lakon wayang kulit purwa lakon ’Parta Krama’ [3]

KMS Baladewa Suci


Ini adalah koleksi dari Pak Haryono yang disiarkan oleh Indosiar tahun 1998 bersama Ki Manteb Sudharsono dengan cerita “Baladewa Suci”.

Format file aslinya adalah mpg 1 file dengan durasi 5:08:05 sehingga agar size tidak terlalu besar, maka hasil rip MP3 saya split menjadi 6 bagian. Disamping itu format asal mengeluarkan audio mono, sehingga untuk memberikan kenyamanan saat mendengarkan pagelaran ini baik lewat speaker apalagi bila didengarkan langsung di telinga kita, maka hasil MP3-nya saya “paksa” menjadi stereo.

Selamat Menikmati

Baladewa


sumber : http://tembi.org

Baladewa
Prabu Baladewa, wayang kulit purwa buatan Kaligesing,
koleksi Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Baladewa adalah anak Prabu Basudewa, raja Mandura dari Ibu yang bernama Dewi Mahendra. Ia mempunyai saudara kembar yang bernama Kresna. Walaupun lahir kembar Baladewa dan Kresna adiknya tidak sama. Baladewa berkulit putih bule, sedangkan Kresna berkulit hitam cemani. Selain kresna, Baladewa mempunyai adik wanita bernama Bratajaya atau Sumbadra.

Walaupun Baladewa terkenal sebagai raja yang mudah marah, ia jujur, adil, dan tulus. Ia tidak sungkan-sungkan untuk meminta maaf atas kesalahannya. Sejak kecil Baladewa dan ke dua adiknya diungsikan dan disembunyikan di kademangan Widarakandang karena mendapat ancaman mau dibunuh oleh Kangsadewa. Di kademangan Widarakandang Baladewa dan kedua adiknya diasuh oleh Demang Antyagopa dan nyai Sagopi.

Di dalam pengungsian, Baladewa remaja yang bernama Kakrasana berguru kepada seorang resi jelmaan Batara Brama di pertapaan Argasonya. Setelah selesai berguru Baladewa diberi pusaka sakti yaitu senjata Nanggala yang berujud angkus, angkusa atau mata bajak, dan Alugora berujud gada dengan kedua ujung yang runcing. Selain itu Baladewa juga mendapat aji Jaladara yang dapat terbang dengan kecepatan tinggi. Maka kemudian Kakrasana mendapat sebutan nama Wasi Jaladara.

Baladewa beristeri Erawati anak Raja Salya dari negara Mandaraka dan mempunyai dua anak laki-laki yaitu Wisata dan Wimuna. Baladewa menjadi raja di Mandura menggantikan ayahnya Prabu Basudewa

Nama lain dari Baladewa adalah Kakrasana, Karsana, Balarama, Wasi Jaladara, Curiganata.

Pada saat perang Baratayuda berlangsung, Baladewa justru tidak terlibat sama sekali. Hal ini disebabkan karena rekayasa Prabu Kresna. Baladewa sengaja diselamatkan oleh Kresna dari kemungkinan buruk yang bakal menimpanya, yaitu dengan meminta Baladewa bertapa di Grojogan sewu. Tujuannya agar Baladewa tidak mendengar suara gemuruh perang, karena tertutup oleh suara air terjun. Baru ketika perang Baratayuda sudah usai, Baladewa sadar bahwa ia ditipu oleh adiknya. Baladewa meninggal dalam usia lanjut. Ia sempat menyaksikan penobatan Prabu Parikesit menjadi raja Hastinapura. Baladewa wafat menyusul Kresna adiknya yang terlebih dahulu muksa.

herjaka HS

dari berbagai sumber

KHS Sasrawindu


Dari : http://sudarjanto.multiply.com


Alkisah negara hastina geger kembali karena kedatangan raja sosrowindu yang menginginkan menjadi senopati hastina mewakili kurawa. Prabu Duryudana menerima prabu Sosrowindu karena atas usulan resi Durna karena prabu sosrowindu itu adalah termasuk murid dari resi Dorna.

Prabu Sosrowindu memiliki sarat akan mau membantu kurawa memusnahkan pandawa jika dia diberi kesempatan membunuh musuh bebuyutanya yaitu prabu Baladewa.tentu saja sarat ini membuat gempar para Kurawa karena memang prabu Baladewa terkenal dekat dengan pihak hastina. Patih sengkuni pun bahkan memberikan usulan agar tidak membuat kasus dengan sesama barisan kurawa karena dikuatirkan membuat barisan kurawa tidak solid dalam menghadapi barata yudha jaya binangun.

Tapi resi dorna membela prabu soro windu. Dia berkata bahwa baladewa tidak loyal kepada kurawa. Dia memeberikan alasan sering prabu mandura itu tidak datang kalo ada paseban agung di kerajaan hastina seperti hari itu. Ini menandakan ketidak setiaan baladewa. Prabu sosro windu meyakinkan bahwa permintaanya itu adalah sewajarnya sebagai bentuk balas dendam atas gugurnya ayahnya kangsadewa ditangan baladewa. Karena itu wajar saja jika dia meminta sarat kematian baladewa.

Prabu duryodana bingung. Dia bertanya kepada raja anga karna. Raja anga berkata bahwa sebaiknya permintaan itu diloloskan dengan sarat jika tidak berhasil maka sosro windu harus dibunuh atau menerima hukuman mati karena membuat geger di kubu kurawa menjelang barata yudha. Ditakutkan barisan kurawa justru menjadi tidak solid karena kejadian ini. Tapi jika berhasil maka sosro windu akan langsung diangkat menjadi senopati. Dengan pertimbangan berhasil membunuh prabu baladewa berarti memiliki kesaktian tinggi dan bisa digunakan menumpas pandawa dalam perang barata yudha…

Pasukan sosrowindu bergerak ke mandura setelah mendapat persetujuan prabu  duryudana. Sementara itu wadya bala kurawa dibawah pimpinan raja anga karna menyusul dengan misi mengangkat sosro windu kalo berhasil dan menghukum langsung kalo gagal. Pasukan sosrowindu diikuti oleh resi dorna sedang pasukan kurawa dikawal patih sengkuni. Sebelum masuk ke tapal batas mandura resi dorna berbincang dengan sosrowindu. Dia bertanya sebaiknya menggunakan cara apa menghadapi prabu mandura itu, cara diam diam atau cara keras.

Cara keras adalah dengan membawa wadya bala pasukan sosro windu langsung melabrak mandura dan menantang prabu baladewa secara langsung. Cara ini akan mengakibatkan pertumpahan darah besar-besaran di kedua belah pihak. Cara kedua adalah dengan menggunakan cara diam-diam, cara apus-apus atau licik. Dengan cara sang resi masuk ke sitinggil mandura dan bertemu langsung dengan prabu baladewa, untuk diajak ke negeri hastina dengan tujuan nanti setelah mau di tengah jalan dikeroyok sampai tewas. Prabu sosro bahu mensetujui cara yang kedua.

Di sitinggil mandura datang gatotkaca. Gatotkaca datang meminta prabu baladewa untuk datang ke ngamarta karena permintaan dari semua pandawa dan adiknya kresna. Hal ini dimaksudkan untuk mengganti sementara posisi kresna yang sedang bertapa di wukir untuk mendapatkan wahyu kemenangan bagi pandawa dalam perang baratayudha.

Prabu baladewa menerima ajakan gatotkaca. Dia sekaligus menceritakan bagaimana keadaan hastina. Dia merasa bahwa prabu sosrowindu musuh lamanya itu mulai mendapat hati di kalangan kurawa karena itu baladewa berniat untuk keluar dari lingkup kekuasaan dan persahabatan dengan kurawa. Belum selesai prabu baladewa berucap tiba tiba datang menghadap resi dorna.

Resi dorna menghaturkan sembah. Kedatangan resi dorna di dampingi sengkuni. Resi dorna berbisik-bisik kepada sengkuni sambil melihat ke arah gatotkaca. Mereka sibuk berbisik bisik tentang kemungkinan baladewa berhianat pada kurawa dengan hadirnya kesatria pringgodani di sitinggil mandura. Resi dorna segera mengucapkan maksud kedatanganya kepada prabu baladewa yaitu bermaksud mengundang sang prabu baladewa ke sitinggil hastinapura untuk menghadiri paseban agung yang diadakan prabu duryudana.

Continue reading KHS Sasrawindu

Ki Hadi Sugito : Wahyu Ekajati


Lakon wayang oleh Ki Hadi Sugito ini sudah cukup lama beredar di internet, awalnya di Youtube.Namun sayang di bagian akhir rekaman terpotong alias tidak tuntas.

Ki Hadi Sugito - Wahyu Ekajati

Karena audio adalah hasil rip dari video yang dipenggal, maka durasi per file adalah sesuai dengan penggalan video di youtube. Memang agak mengganggu sih, namun masih asyik kok untuk di nikmati. Apalagi Ki Hadi membawakannya dengan mantab dan penuh banyolan-banyolan yang segar dan menggelitik.

Lakon ini menceritakan tentang pencarian “Wahyu Ekajati” yang melibatkan Pandawa dan Kurawa, Kresna dan Baladewa serta campur tangan Bathari Durga.

Ki HS

Begini ceritanya :

Di Negara Dwarawati, Raden Samba mengiringi Prabu Baladewa ke hadapan Prabu Kresna yang didampingi oleh Patih Udawa dan adiknya Setyaki. Prabu Kresna memanggil Prabu Baladewa, kakaknya, karena ingin dimintai pendapatnya atas permasalahan yang tengah dihadapinya. Kemudian Kresna menjelaskan kepada Baladewa bahwa dia tengah ditangisi oleh Anak dan Mantunya, Dewi Siti Sundari dan Abimanyu, karena suatu hal. Dan itu akan dapat diselesaikan melalui bantuan Prabu Baladewa. Apa itu ?

Seperti diketahui bahwa Prabu Kresna sebelumnya telah mengadakan pesta perkawinan antara putrinya, Siti Sundari, dengan putra Arjuna, Abimanyu (lihat lakon Abimanyu Krama). Abimanyu dan istrinya kemudian menempati wilayah Tanjung Anom. Berdasarkan wangsit yang diperolehnya, negri Tanjung Anom akan menemukan kejayaan bila memenuhi persyaratan-persyaratan :

  • Memperoleh wahyu ekajati,
  • Pusaka Jamus kalimasada dibacakan di Tanjung Anom,
  • Kembang Wijaya Kusuma (pusaka Kresna),
  • Pusaka senjata Nenggala (pusaka Mandura)

Continue reading Ki Hadi Sugito : Wahyu Ekajati