Tag Archives: antareja

KHS : Werkudara Putra


Lakon Anak-anak Werkudara, Antasena, Antareja dan Gatotkaca, bersama Ki Hadi Sugito :

antasenaantareja_cirebon2

 

 

  1. Antasena Lahir : https://indonesiawayang.com/2010/05/17/a-n-t-a-s-e-n-a/
  2. Antasena Takon Bapa : https://indonesiawayang.com/2010/05/17/a-n-t-a-s-e-n-a/
  3. Antasena Rabi : https://indonesiawayang.com/2010/10/19/khs-antasena-rabi/
  4. Antasena Ratu : https://indonesiawayang.com/2010/05/17/a-n-t-a-s-e-n-a/
  5. Antasena Ngraman : https://indonesiawayang.com/2010/01/18/ki-hadi-sugito-antasena-ngraman/
  6. Antareja mBalela : http://www.4shared.com/folder/QOLWfeqb/004.html
  7. Gatotkaca Suci : https://indonesiawayang.com/2010/01/14/ki-hadi-sugito-gatotkaca-suci
  8. Gatotkaca Maneges : https://indonesiawayang.com/2010/10/24/khs-gatotkaca-neges/
  9. Gatotkaca Maneges : http://www.4shared.com/folder/LYlXZ4im/048.html
  10. Gatotkaca Obong : https://indonesiawayang.com/2010/05/18/khs-gatotkaca-obong/
  11. Gatotkaca Sungging : https://indonesiawayang.com/2010/01/16/ki-hadi-sugito-gatotkaca-sungging/
  12. Gatotkaca Kembar : https://indonesiawayang.com/2010/01/16/ki-hadi-sugito-gatotkaca-kembar/
  13. Gatotkaca Gugur : https://indonesiawayang.com/2010/01/13/ki-hadi-sugito-gatotkaca-gugur/

Gatotkaca wanda Guntur

KTCM “Antareja Begal”


Masih koleksi dari kiriman Mas Darmanto dari Radio Suara Parangtritis AM 828 Jogjakarta di Jl. Parangtritis km.22 Bantul Jogja. Kali ini menampilkan kiprah Almarhum KiTimbul Cermo Mangolo dengan mengambil lakon “Antareja Begal”

Matur nuwun kepada Mas Darmanto

 

Update Terakhir : 03042014

http://www.4shared.com/folder/cyL83nuo/024.html

Antareja


Antareja
Wayang kulit purwa Antareja buatan Kaligesing Purworeja, koleksi Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Raden Antareja atau Anantareja, juga mempunyai sebutan lain yaitu Nagabaginda dan Rupatala. Ia adalah anak Bimasena buah perkawinannya dengan Dewi Nagagini putri cantik anak Sang Hyang Antaboga, dewa penguasa Kahyangan Sapta Pertala. Letak kahyangan ini di dasar bumi lapisan ketujuh. Oleh karenanya dinamakan Kahyangan Sapta Pertala yang artinya Sapta = tujuh dan Pertala = bumi atau tanah.

Antareja tinggal di kasatriyan Jangkarbumi. Ia adalah sosok pemuda tampan tetapi badannya memiliki sisik seperti ular. Hal tersebut dikarenakan Hyang Antaboga ayah dari Antareja merupakan Dewanya ular, yang mempunyai dua wujud, yaitu kadang berujud Dewa dan kadang berujud ular naga yang menakutkan. Untuk wujud yang kedua ini terutama jika Antaboga sedang marah.

Antareja terkenal sangat sakti. Ia memilki pusaka andalan yang berupa upas atau bisa mematikan. Musuh yang terkena semburan upas atau bisa pasti mati. Bahkan Antareja dapat mencelakai atau membunuh musuh dari jarak jauh, hanya dengan menjilat bekas jejak telapak kaki musuh.

Dengan kesaktian seperti itu, Antareja ditakuti lawan dan disegani kawan. Namun sayang, karena kesaktiannya Antareja terpaksa disingkirkan sebelum perang Baratayuda. Tragis memang kisah ini, Antareja sengaja disingkirkan bukan oleh musuhnya tetapi oleh Prabu Kresna yang menjadi botoh perang Baratayuda, yang seharusnya membotohi para Pandawa dan anak-anak Pandawa, termasuk Antareja.

Mengapa Kresna sampai hati membunuh Antareja yang masih keponakannya sendiri? Karena Kresna tahu isi kitab Jitabsara, yaitu kitab yang berisi skenario perang Baratayuda, bahwa pada perang Baratayuda Antareja diangkat menjadi senopati perang barisan Pandawa untuk menandingi Prabu Baladewa senopati perang barisan Kurawa. Jika perang tanding antara Antareja dan Prabu Baladewa benar-benar terjadi, dapat dipastikan bahwa Prabu Baladewa akan kalah dan gugur. Kresna sangat takut kehilangan orang yang sangat dicintainya yaitu Prabu Baladewa, kakaknya. Maka jika Antareja tidak dibunuh sebelum perang baratayuda, Kakaknyalah yang akan gugur di medan perang. Dan benarlah Antareja mati sebelum perang Barayuda meletus, karena tipu daya Prabu Kresna untuk menjilat jejak kakinya sendiri.

Antareja meninggalkan satu isteri yang bernama Dewi Ganggi, anak Ganggapranawa. raja ular dari negeri Tawingnarmada dan satu anak laki-laki yang diberi nama Jayasena.

herjaka HS

Anantareja menggambarkan watak dan budi yang luhur


antareja_yogya

antarejaantareja_banyumas

Di lakon “Bale Gagala” atau “Balegigala Balegagala” dan terkenal juga dengan “Bale Sigala-gala”, Kurawa mempunyai maksud untuk melenyapkan Pandhawa. Namun berdasarkan petunjuk dari Widura, Pandhawa selamat dari bahaya tersebut. Pandhawa dan Dewi Kunti dapat memasuki terowongan didalam bumi dan keluara dari bahaya kebakaran yang dibuat oleh Kurawa.

Pandhawa dan Dewi Kunti sampai di Saptapratala. Disana Bima saling bertemu dengan Dewi Nagagini dan kemudian menikah. Bima dan Nagagini menurunkan anak lelaki yang diberi nama Anantareja.

Di Pustakaraja diceritakan bahwa Anantareja itu adalah nama Anantasena saat dewasa. Continue reading Anantareja menggambarkan watak dan budi yang luhur