Tag Archives: amba

Mahabharata 4 : Amba dan Bhisma


Bhagwan_Parshuram_HD_ Wallpapers_1600x900

Chitrangada, putra Setyawati, tewas dalam pertempuran melawan gandarwa. Karena ia tewas dalam peperangan tanpa memiliki anak, maka Wichitrawirya, adiknya, dinobatkan menjadi raja menggantikannya. Tetapi, karena waktu naik takhta dia belum dewasa, tampuk pemerintahan untuk sementara dipegang oleh kakaknya dari lain ibu, yaitu Dewabrata alias Bhisma, sampai dia dewasa.

Ketika Wichitrawirya telah cukup dewasa untuk menikah, Bhisma mencarikan calon istri yang pantas bagi adiknya itu. Ia mendengar bahwa tiga putri Raja Kasi akan memilih calon suami menurut adat-istiadat kaum bangsawan, yaitu dengan mengadakan sayembara. Bhisma memutuskan mengikuti sayembara itu agar bisa memboyong putri-putri Raja Kasi untuk adiknya.

Pada hari sayembara, di alun-alun Kerajaan Kasi berkumpul putra-putra mahkota dari Kerajaan Kosala, Wangsa, Pundra, Kalingga dan lain-lain. Mereka semua berminat mempersunting putri-putri Raja Kasi yang sangat terkenal kecantikan dan keanggunannya. Karena ada tiga putri yang diperebutkan, sayembara itu diselenggarakan secara besar-besaran. Meskipun datang dengan semangat tinggi, banyak juga putra mahkota yang merasa cemas, takut menanggung malu jika gagal memenangkan sayembara; lebih-lebih ketika melihat Bhisma hadir di antara mereka.

Bhisma terkenal sakti dan mahir menggunakan segala macam senjata perang. Kecuali itu, karena kesetiaan dan keteguhan hatinya, semua orang segan padanya.

Semula para putra mahkota menyangka Bhisma datang hanya untuk menyaksikan jalannya sayembara karena pangeran itu telah bersumpah takkan pernah menikah. Tetapi, ketika mengetahui bahwa Bhisma mengikuti sayembara, sangatlah kecut hati mereka. Continue reading Mahabharata 4 : Amba dan Bhisma

Amba


amba_solo

Amba

http://id.wikipedia.org/wiki/Amba

Amba (Sansekerta: Ambā) adalah puteri sulung dari raja di Kerajaan Kasi dalam wiracarita Mahabharata. Bersama dengan tiga adiknya yang lain, yaitu Ambika dan Ambalika, Amba diboyong ke Hastinapura oleh Bisma untuk diserahkan kepada Satyawati dan dinikahkan kepada adiknya yang bernama Wicitrawirya, raja Hastinapura.

Amba dalam Mahabharata

Penolakan Bisma

Kedua adik Amba menikah dengan Wicitrawirya, namun hati Amba tertambat kepada Bisma. Amba berkata, “Dewabrata, saya tidak mau diberikan kepada adikmu. Tujuanmu dahulu adalah mengambil kami bertiga untukmu, dan ayahku memberikan kami untukmu saja, setelah sayembara itu“.

Bisma yang bersumpah untuk tidak kawin seumur hidup, menolak untuk menikah dengan Amba karena takut melanggar sumpah. Namun kemanapun ia pergi, Amba selalu mengikutinya. Akhirnya Bisma mengungsi ke tempat gurunya, yaitu Rama Bargawa atau Parasurama. Cukup lama ia tinggal di sana, jauh dari Hastinapura, meninggalkan keluarganya. Parasurama heran dengan puteri cantik yang selalu mengikuti Bisma. Atas penjelasan Bisma, Parasurama tahu bahwa puteri cantik tersebut bernama Amba. Parasurama membujuk Bisma agar mau menikahi Amba. Karena terus-menerus mengatakan sesuatu yang membuat Bisma tidak nyaman, Bisma mendorong guurnya tersebut hingga jatuh. Semenjak itu, Parasurama mengusir Bisma dan bersumpah bahwa ia tidak akan menerima murid dari kastaKshatriya lagi.

Kematian Amba

Dalam pengembaraan Bisma, Amba selalu mengikutinya. Akhirnya Bisma menodongkan panah ke arah Amba, untuk menakut-nakutinya agar ia segera pergi. Namun Amba berkata, “Dewabrata, saya mendapat bahagia atau mati, karena tanganmu. Saya malu jika harus pulang ke tempat orang tuaku ataupun kembali Hastinapura. Dimanakah tempat bagiku untuk berlindung?“

Bisma terdiam mendengar perkataan Amba. Lama ia merentangkan panahnya sehingga tangannya berkeringat. Panah pun terlepas karena tangannya basah dan licin oleh keringat. Panahnya menembus dada Amba. Dengan segera Bisma membalut lukanya. Ia menangis tersedu-sedu. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Amba berpesan kepada Bisma, bahwa ia akan menjelma sebagai anak Raja Drupada yang banci, yang ikut serta dalam pertempuran akbar antara Pandawa dan Korawa.
Setelah Amba berpesan kepada
Bisma untuk yang terakhir kalinya, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya, seperti tidur nampaknya. Dalam kehidupan selanjutnya, Amba bereinkarnasi menjadi Srikandi, yang memihak Pandawa saat perang di Kurukshetra. Srikandi adalah anak Raja Drupada dari Kerajaan Panchala yang berkelamin netral atau waria (wanita+pria).

Amba dalam pewayangan Jawa

Kisah hidup Amba antara kitab Adiparwa (buku pertama Mahabharata) dan pewayangan Jawa memiliki beberapa perbedaan, seperti misalnya nama-nama tokoh maupun kerajaan di India yang diubah agar bernuansa Jawa, namun perbedaan tersebut tidak terlalu besar karena inti ceritanya sama.

Riwayat Amba

Dewi Amba adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama: Dewi Ambika (Ambalika) dan Dewi Ambiki (Ambaliki).

Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma (Dewabrata), putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi (Dewi Gangga) dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka.

Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakut-nakutinya. Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita, yaitu Srikandi.

Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma (Dewabrata).