Tag Archives: abilawa

Abilawa


Jagal Abilawa (bermuka dan seluruh badannya hitam) adalah nama samaran dari Raden Bratasena (Wrekudara waktu masih muda). Dia menyamarkan diri, karena pada masa itu para Pandawa mendapat kemalangan oleh perbuatan Kurawa. Bratasena dan saudara-saudaranya Pandawa berlindung ke negeri Wirata, dengan menyamar dan menghamba pada raja Wirata.

Di negeri Wirata pada masa itu ada perang tanding yang diadakan oleh putera raja yang bernama Raden Rajamala. Masuklah Jagalabilawa ke gelanggang perang tanding itu, Rajamala dapat dikalahkan. Kemudian tertolonglah kesengsaraan Pandawa, kelimanya saudara itu mengabdi ke Wirata.

Bentuk dan pakaian Jagalabilawa tak beda Bratasena, hanya berambut terurai bentuk gimbal.

Sumber : Sedjarah Wajang Purwa, terbitan PN Balai Pustaka cetakan kelima tahun 1968, oleh Pak Hardjowirogo.

Kisah yang melibatkan Abilawa, saya kutip dari Jogjanews

Jagal Abilawa: Kisah matinya Rajamala


Raden Utara dan Wratsangka meminta jago kepada Prabu Amarta

Prabu Mangsahpati memanggil Raden Utara dan Wratsangka, menanyakan mengapa Patih Kencaka dan Rupapenca tidak datang menghadap dirinya. Raden Utara menjawab:”Paman Patih tidak datang sebab sedang mengadakan pertandingan adu jago, jagonya ialah Paman Rajamala. Saya sudah berkali-kali ikut bertarung, tetapi kalah terus. Saya keroyok sepuluh orang, Rajamala masih tetap segar. Sudah banyak uang yang habis dalam adu jago ini.”

Prabu Mangsahpati mengatakan,”Kamu keroyok dengan 100 orang pun si Rajamala tidak akan kalah karena mereka itu bukan tandingannya. Coba tanyakan Wijakangka di Ketandan, apakah dia mempunyai jago yang baik.” Raden Utaka lalu menyembah dan berangkat ke Ketandan bersama Wratsangka.

Setelah bertemu Wijakangka, mereka mengutarakan maksudnya. Wijakangka sanggup mencarikan jago untuk melawan Rajamala yaitu si Jagal Abilawa. Mereka bertiga segera menuju Pejagalan mencari Jagal Abilawa tetapi saat bisa bertemu Jagal Abilawa sedang tidur. Mereka mencoba membangunkan Jagal Abilawa tetapi tidak bergeming. Akhirnya bulu jari kakinya dicabut sehingga membuat Abilawa bangun dan marah-marah dan hendak menangkap Wijajangka dan ingin membantingnya namun setelah Wijajangka mengingatkannya bahwa ia adalah kakaknya, Abilawa mereda marahnya.

Raden Utara lalu menerangkan maksud kedatangan mereka bertiga meminta Abilawa mau menjadi jago melawan Rajamala. Abilawa sanggup kemudian mereka pergi ke Kepatihan untuk bertarung dengan Rajamala. Pertandingan berlangsung cepat Rajamala dapat dibunuh dengan Kukupancanaka, namun setelah Rajamala dimasukkan ke dalam dia segar kembali. Demikian berturut-turut hingga Abilawa kehabisan tenaga. Continue reading Abilawa