Amba, Dewi

Dewi Amba adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama DewiAmbika (Ambalika) dan Dewi Ambiki (Ambaliki).Amba dan kedua adiknya menjadi puteri boyongan Bisma (Dewabrata), putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi (Dewi Gangga) dari Hastinapura yang telah berhasil memenangkansayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Kemudian persoalan mulai timbul karena Amba ditolak oleh Prabu Citramuka semenjak menjadi puteri boyongan Bisma. Keinginan Amba ikut ke Hastinapura juga ditolak oleh Dewabarata. Karena Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakut-nakutinya. Sebelum meninggal Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantara seorang prajurit wanita, yaitu Srikandi. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuddha, arwahnya menjelma dalam tubuh Srikandi dan berhasil menewaskan Bisma (Dewabrata).

_________

Adalah puteri sulung Prabu Darmamuka dari negara Giyantipura atauSruwantipura.Dalam kitab Mahabarata negeri ini disebut Kerajaan Kasi,sedangkan rajanya disebut KasendraDewi Amba bersaudara dengan WahmukaArimukaAmbika dan Ambalika. Ketiga puteri itu cantik semua, sedangkan Wahmuka dan Arimuka berujud raksasa gagah dan sakti yang sayang sekali kepada saudara-saudara perempuannya.

Pada suatu ketika diadakanlah sayembara,barang siapa yang bisa mengalahkan dalam pertandingan hidup mati dengan Wahmuka dan Arimuka,maka pemenangnya akan mendapatkan ketiga puteri Prabu Darmamuka itu.Banyak pelamar yang gagal dan tewas di tangan Wahmuka dan Arimuka.Sampai akhirnya,datanglah seorang ksatria dari Astina,bernama Dewabrata yang berhasil memenangkan pertandingan dan memboyong ketiga puteri tersebut.

Sesampainya di istana Astina,ketiga puteri boyongan itu tidak diperistri olehDewabrata,tapi dijodohkan dengan adik tiri Dewabrata,raja Astina,Prabu Citranggada(Citrasoma).Dewi Ambika dan Ambalika tidak protes,keduanya menurut saja.Namun Dewi Amba tidak mau,ia jatuh cinta pada Dewabrata dan beralasan bahwa yang membunuh Wahmuka dan Arimuka adalah Dewabrata (Bisma), bukan Citranggada, jadi Bisma lah yang seharusnya menjadi suaminya.

Bisma menolak cinta Dewi Amba,karena ia sebelumnya telah terikat sumpah,tidak akan menikah untuk selamanya.Namun Dewi Amba tidak mau mendengar alasannya,ia terus menuntut dan mendesak Bisma,sehingga akhirnya Bisma naik darah.Agar Dewi Amba takut kepadanya, Bisma menakutinya dengan mengacungkan anak panah,tapi Dewi Amba tidak mempedulikannya.Sampai akhirnya karena gugup,tanpa sengaja anak panah itu terlepas dari busur Bisma,menyebabkan tewasnya Dewi Amba.Bisma menjadi sangat menyesalinya.

Sebelum tewas,Dewi Amba sempat berpesan pada Bisma,bahwa ia akan tetap menuntut hidup bersama dengan ksatria pujaannya itu di alam lain.Dalam perang Baratayuda kelak, Bisma akan berhadapan dengan seorang prajurit wanita yang akan berhadapan dengannya,dan berhasil membunuhnya.Prajurit wanita itu nantinya adalah Srikandi,yang disusupi arwah Dewi Amba.

One thought on “Amba, Dewi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: