Srimendang, Dewi

Dewi Srimendang seorang puteri di Tambaksegara, isteri Raden Arjuna, berputera Bambang Srigati. Putera ini belum mengerti bahwa ia putera Arjuna, kemudian ia bertanya pada ibunya siapa ayahnya. Setelah Dewi Srimendang katakan apa sebenarnya, pergilah Bambang Srigati ke negeri Pandawa.

Adegan cerita yang serupa ini banyak terdapat dalam lakon, tetapi kebanyakan hanya carangan saja, bukan lakon sebenarnya.

BENTUK WAYANG

Dewi Srimendang bermata jaitan, hidung mancung, muka tenang. Bersanggul besar dengan sebagian rambut terurai. Berjamang dengan garuda membelakang, berkalung ulur-ulur, kain dodot putren (kain pakaian puteri).

Menurut gambar, pinggang seorang puteri ada sangat jauh dari bentuk bagian badan lainnya. Hal bentuk pinggang yang serupa ini, memang jadi teladan puteri di Solo, pinggang selalu dililit dengan setagen (ikat pinggang) sekencang-kencangnya, dalam lilitan itu masih diisi pula dengan barang yang kaku. Lantaran mengikat pinggang serupa ini, puteri itu dapat mengurangkan makan, hingga nampak berbadan lurus dan berbuah dada montok.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: