Sasra Windu

http://jamansemana.com/2009/06/28/sasrawindu/

Keberhasilan para pandhawa, betul-betul merupakan sebuah siksaan batin bagi Prabu Duryudana berikut para kurawa, sehingga kehadiran Prabu Sasrawindu –anak dari mendiang Prabu Kangsadewa- dari kerajaan Engkapura (Cempapura), merupakan obat bagi Raja Astina ini.  Karena selain ingin berguru kepada Pendhita Durna, Sasrawindu juga bersedia membantu Kurawa melenyapkan Pandhawa.  Gayung bersambut, Sasrawindu juga bermaksud melenyapkan Prabu Baladewa dan Prabu Kresna yang telah membunuh ayahnya, yaitu Prabu Kangsadewa.

Tak lama berselang, berkobar perang besar di Negara Mandura.  Prabu Baladewa dan Raden Gatutkaca dapat dilumpuhkan oleh Prabu Sasrawindu.  Peperangan segera merambat ke Dwarawati.  Tetapi saat itu Sri Kresna sedang bertapa ditunggui seekor naga dan garuda.  Namun kedua binatang inipun dapat dikalahkan oleh Sasrawindu dan berubah wujud menjadi senjata Cakrabaskara dan kembang Wijayakusuma.  Celakanya, pakaian Prabu Kresna yang tertinggal disitu dipakai oleh Sasrawindu dan menjadikannya berubah wujuh menjadi Prabu Kresna.  Sedangkan Kresna sendiri saat itu sedang menghadap Sanghyang Wenang.  Perjalanan Sasrawindu dilanjutkan ke Amarta untuk menghancurkan Pendhawa.

Bagaimana akhir serita ini?  Kami persilahkan anda untuk mengikuti MP3 WAYANG KULIT  dengan dalang KI H Anom Suroto, dengan dukungan seniwati Nyi. Tantinah, Nyi Sarwosri, Nyi Sumini, Nyi Suyatmi, Ny Sukani dan Nyi Sunyahni.

(Dikutip dari Sampul Kaset Sasrawindu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: