Raksasa Hutan

Wayang raksasa hutan ini hanya dimainkan sebagai pengganti rupa seseorang atau dewa dalam suatu lakon yang kemudian akan berganti rupa yang sejati. Misalnya seorang Dewa berganti rupa raksasa hutan, yang berkehendak akan menggoda seorang kesatria. Hal ini kebanyakan terjadi dari perbuatan Dewa Hyang Kamajaya dan Dewi Ratih, berupa raksasa (Iaki-laki) dan raseksi (perempuan). Namun bisa pula raksasa itu berasal dari seorang yang mendapat tulah/kutukan dari Dewa dan akan kembali ke wujudnya semula.

BENTUK WAYANG

Raksasa hutan bermata kelipan (sipit). Bentuk mata seperti ini pertanda bahwa raksasa itu berpandangan tajam dan buas. Hidung berbentuk haluan perahu, mulut terbuka tertampak gigi dan taringnya, rambut bergumpal-gumpal tak terurus, berkain rapekan tak bercelana. Bersunting daun dan bunga. Tangan hanya dapat digerakkan yang hadapan.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: