Pandu

Prabu Pandudewanata ialah putera kedua Prabu Abyasa, raja di Hastinapura, bapak kelima Pandawa. Prabu Pandudewanata berpermaisuri dua orang puteri. Pertama, Dewi Kuntinalibrata, puteri prabu Kuntiboja, raja di Madura, berputera: Yudistira, Wrekudara dan Arjuna. Kedua adalah Dewi Madrim, puteri raja dan berputra Nakula dan Sadewa (kembar. Kelima saudara inilah yang disebut Pandawa.

Prabu Pandu tak lama bertahta di Hastinapura, karena suatu kesalahan yang dipandang besar oleh Dewa. Adapun kesukaan Pandu ialah berburu di hutan. Pada suatu kali ia keliru membunuh dua ekor kijang, yang sebenarnya berasal dari seorang pendeta dan isterinya. Kekeliruan itu menjadikan kemurkaan Dewa, hingga Pandu diambil oleh Dewa dengan badan kasarnya dan dimasukkan ke dalam Kawah Candradimuka (neraka). Tetapi dengan kesaktian Begawan Abyasa, disusullah Pandu dan diminta oleh Abyasa akan dibawa kembali ke dunia, tetapi para Dewa tak meluluskan, hanya Pandu diangkat ke Surga dan menjadi Dewa.

BENTUK WAYANG

Prabu Pandudewanata bermata, jaitan, hidung mancung, mulut rapat bersanggul kadal-menek, bersunting waderan. Tersebut dalam cerita, Pandu bercacat tengeng lehernya. Berkalung ular-ulur, bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Kain bokongan putran.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: