Kirata (Kiratarupa)

Tokoh Kiratarupa muncul pada lakon Begawan Mintaraga (Arjuna). Kiratarupa adalah jelmaan dari Batara Guru saat “mengganggu” tapa Begawan Mintaraga dengan tujuan untuk meminta pertolongan.

Kisahnya secara singkat demikian :

Begawan Mintaraga, demikian nama Arjuna ketika melakukan tapa brata di Gunung Indrakila. Arjuna bertapa dengan sepenuh jiwa. Minta berarti memisah, raga berarti badan yang kasar, jadi pada masa itu Arjuna menjernihkan pikirannya, supaya terpisah dari badan yang, kasar. Kehendak Arjuna bertapa itu supaya jaya nanti pada perang Baratayudha. Arjuna sudah tidak memperhatikan raga lagi, seolah olah antara jiwa dan raga telah terpisah dialam yang berbeda. Arjuna juga dikenal dengan nama Begawan Ciptoning, karena Arjuna selalu mengheningkan cipta, rasa serta karsa secara terus menerus kepada dewata.

Melihat keteguhan Arjuna bertapa, Batara Indra mencoba menggodanya. Dikirimnya tujuh bidadari untuk menggoda Arjuna. Adapun bidadari yang diutus menggoda Arjuna yang sedang bertapa adalah:
1. Dewi Warsiki, 2. Dewi Irimrin , 3. Dewi Tunjungbiru, 4. Dewi Wilutama, 5. Dewi Supraba, 6. Dewi Gagarmayang dan 7. Dewi Lengleng Mulat.

      

Namun Arjuna tidak tergoda. Kemudian datang lagi bidadari yang menyamar menjadi istri istri Arjuna, seperti Dewi Wara Sembadra, Dewi Wara Srikandi. Niken Larasati, Niken Sulastri, dan tak lupa Abimanyu yang masih kecil. Memang keteguhan hati Arjuna di dalam bertapa tidak ada satupun yang dapat menyamainya. Batara Indrapun kini percaya kalau keteguhan hati Arjuna tidak tergoyahkan, Batara Indrapun tidak mengirimkan bidadarinya lagi.

Tidak lama kemudian, datang seekor babi hutan mendengus dan menyerang Arjuna. Berkali kali Arjuna diserudug hewan itu. Arjuna merasa terganggu dengan serangan hewan tersebut. Arjuna segera mengejar hewan itu dan memanahnya. Dua buah anak panah dari arah berlainan mengenai hewan itu secara bersamaan. Ketika Arjuna mendekati buruannya. Tiba tiba datang juga seorang kesatria yang bernama Kiratarupa.Kiratarupa mengakui kalau hewan itu buruannya, terbukti anak panahnya menancap di badan hewan itu. Arjuna pun beralasan demikian. Maka terjadilah perkelahian diantara mereka. Tiba tiba Kiratarupa beralih rupa menjadi Batara Guru, sedangkan hewan buruannya menjadi Batara Narada.

Batara Guru menyampaikan maksud dan tujuannya mendatangi Arjuna, adalah mau meminta Arjuna menjadi jago dewa di kahyangan. Karena kahyangan sedang diserang Prabu Newatakawaca dari negara Imanimantaka. Prabu Newatakawaca menyerang ke kahyangan karena keinginannya untuk melamar seorang bidadari yang bernama Dewi Supraba, tetapi para Dewa menolaknya. Andaikata Arjuna dapat mengalahkan Prabu Newatakawaca, maka akan mendapatkan Dewi Supraba sebagai jatukrama Arjuna, dan juga mendapat kesempatan menjadi Raja Bidadari. Arjuna tidak menyianyiakan kesempatan baik ini. Arjuna menyanggupinya. Batara Guru memberikan pusaka Pasopati kepada Arjuna, untuk menjadi kekuatan dalam melawan Prabu Newatakawaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: