Cengguris

Wayang dagelan Cenguris pada jaman sekarang sudah tidak ada, banyak dalang yang belum pernah melihat bentuknya. Padahal sebenarnya wayang ini adalah wayang yang menjadi teman Semar dan Bagong, yang punya kewajiban menjadi abdi dalem dalang Kanoman Kadipaten.

Yang diambil sebagai pola adalah dagelan dalam wayang Gedog untuk melengkapi sebagai teman Semar Bagong tersebut, sedangkan ukurannya sama dengan Belung (Saraita). Wajah wayang Cenguris itu kepalanya kecil rambut keriting dahi cunong hidung sumpel, mulutnya lebar, bibir atas tebal, alis tipis mata mendelik kumisnya sedikit, memelihara jenggot tapi jarang, jakunnya menonjol nyangga tenggok, daun telinga lebar memakai sumping kembang, lehernya panjang bahu brojol, badan kecil tapi perutnya besar seperti anak cacingan, pantatnya besar melintang, paha pendek kaki besar, tangan kanannya menunjuk, yang kiri menggenggam kelihatan kukunya seperti tangan Bima. Kain ceplok kawung kembangan dipakai tanpa lipatan, ikat pinggang sutra kembang dengan sonder sutra jingga diselempangkan di rangka ladrang, membawa  wedung pertanda kalau abdi punakawan satria tanah Jawa, memakai kalung gobog diikat dengan merjan merah. Badannya kelihatan seperti angsa, kalau bicara gagap seperti Gareng, kebiasaannya wak-wek seperti bebek, kalau tertawa dengan menutup mulutnya. Tapi ada kelebihannya juga, kalau menyanyikan tembang suaranya bagus. Kalau berjalan megal-megol seperti angsa, wataknya mengalah tapi kata-katanya benar. Pasangannya adalah Bagong wanda gembor atau gilut dan Bagong wanda ngengkel, mana salah satu yang disenangi.

Wayang dagelan Cenguris ada dua macam, mana yang disenangi bisa memilih sesukanya. Bentuk kepalanya kecil bulat dengan iket kembangan berwarna hijau dengan mondolan besar menggantung, memakai sumping kembang warna putih seperti bunganya pengantin baru, dahi kelihatan lebar, mata sipit seperti sebutir padi, alisnya kelihatan sebaris, hidung mancung panjang, bibirnya tebal mulut menganga seperti tersenyum, kumis tipis janggut menggantung ditumbuhi jenggot, daun telinga sedang, jakun nyangga tenggok, leher panjang bahu brojol memakai kalung gobog diikat merjan merah, kopek menggantung di atas perut yang buncit seperti bocah cacingan, pantat besar melintang pahanya pendek dan kaki besar. Kalau berjalan seperti angsa, tangan kanan menunjuk yang kiri terbuka. Kain batik ceplok jambangan dipakai tanpa lipatan, dengan ikat pinggang sutra hijau, sonder merah motif bunga, membawa keris rangka ladrang serta pedang sabet rangka kayu trembalo, pantas kalau jadi abdi kalawija yang menjadi kelangenan satria di tanah Jawa sebagai wulucumbu teman dalam perjalanan, sebagai slamuran (penyamaran), teman bernyanyi sepanjang jalan karena memang suaranya bagus, lagunya berisi bermacam-macam ajaran yang bisa menjadi contoh. Wataknya suka membelok tapi pandai berbicara, kalau tertawa ahjis hih hih hih hih, kebiasaannya menutupi mulut, suaranya seperti Petruk.

Yang dipakai sebagai pola adalah dagelan wayang Gedog yang dibuat untuk melengkapi adanya Semar Bagong tersebut, kalau ada wayang gedhog yang bernama Jangkung, artinya luk telu (tiga lekukan), wayang tersebut kalau ditelungkupkan ada tiga bagian yang cembung, yaitu pantat, pundak dan kepala,
sedangkan keris yang berbentuk jangkung itu luknya hanya tiga. Begitulah wayang Cenguris yang berbentuk wanda jangkung sedangkan yang satunya bentuk wanda mentog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: