Bayi

Wayang anak bayi dapat dipaki untuk bayi dalam segala lakon. Dalam cerita wayang yang melakonkan hal mengenai bayi ini disebut lakon lahir-lahiran (masa melahirkan). Kebiasaan orang memainkan wayang dengan lakon yang serupa ini, untuk keperluan orang mempunyai anak yang jatuh 36 harinya (disebut selapanan).

Dan juga lakon lahir-lahiran itu memilih lahir orang yang utama, menurut kemauan masing-masing orang. Lakon lahiran yang disebut baik ialah lahirnya: Puntadewa, Bratasena (Bima bungkus), Palasara, Pandu, Gatotkaca, dll. Dalam lakon ini diceritakan sejak mulai dilahirkan hingga dewasa, misalnya lahirnya Gatotkaca, diuraikan mulai dilahirkan hingga dewasa. Lain dari pada itu diriwayatkan juga, kelahiran orang yang ternama dihadiri oleh para Dewa.

BENTUK WAYANG

Wayang bayi bermata jaitan, hidung mancung, sunting waderan, berkalung bulan sabit. Bergelang berpontoh dan berkeroncong. Berkain dan dengan sedikit perhiasan bunga di belakang. Tangan yang dapat digerakkan hanya tangan yang dihadapan.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: