Banowati, Dewi

Dewi Banowati adalah putri dari Prabu Salya, raja di Mandraka. Banowati adalah seorang putri yang sangat cantik, bukan karena berhiaskan mutu manikam melainkan karena kecantikan yang sebenar-benarnya. Tingkah laku putri ini serba halus dan pantas.

Pada mulanya Banowati jatuh cinta pada Arjuna, namun akhirnya ia menikah dengan Prabu Duryudana dan menjadi permaisuri di Hastinapura. Tetapi hatinya masih berat kepada Arjuna.
Percintaan Banowati pada Arjuna akhirnya terlaksana setelah perang Baratayudha berakhir dan Duryudana tewas. Tetapi kelakukan Banowati tersebut menyebabkan kemarahan Aswatama. Banowati kemudian dibunuh oleh Aswatama ketika sedang tidur lelap. Inilah pembalasan dendam Aswatama lantaran Banowati dianggap sering merendahkan Prabu Duryudana dan mempermainkan keutamaan seorang raja.

BENTUK WAYANG

Banowati bermata jaitan, hidung mancung agak mendongak. Tetapi dalam tingkah lakunya, mata itu membelalak dengan kerlingan tajam (Jawa; njambal goreng), dan bila pandangannya mengenai orang terasa pedas menusuk hati. Banowati berjamang dengan garuda membelakang, bersunting waderan panyang, bersanggul gede, jatuh di atas bahu. Berkalung ulur-ulur. Banowati berwanda: Golek, karangan Sri Sultan Agung, dan Berok.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: