Ramayana Wayang-T

Sumber tulisan dan gambar dari :

  1. Buku “Rupa & Karakter Wayang Purwa” oleh Heru S. Sudjarwo, Sumari dan Undung Wiyono, penerbit Kakilangit Kencana cetakan ke-1 Mei 2010
  2. Buku “Sedjarah Wajang Purwa” oleh Pak Hardjowirogo penerbit PN Balai ustaka Cetakan ke-5 tahun 1968
  3. Website Senawangi
  4. Website Wayang Indonesia
  5. Dan dari sumber-sumber lainnya
Nama Sebutan Deskripsi Singkat Link Referensi

Trigangga

 Wanara

TRIGANGGA  atau Trihangga berwujud wanara (manusia kera) berbulu putih. Ia putra Anoman dengan Dewi Urangrayung, putri Bagawan Minalodra dari pertapaan Kandabumi. Ia mempunyai saudara seayah lain ibu, putra Dewi Purwati dari pertapaan Andonsumawi bernama Bambang Purwaganti. Trigangga juga mempunyai saudara satu ibu, yitu putra Dewi Urangrayung dengan Prabu Dasamuka, raja  Alengka bernama Pratalamariyam atau Bukbis.

Sejak kecil Trigangga bersama Pratalamariyam tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Kandabumi. Setelah dewsa, pada saat berlangsungnya perang Alengka, mereka pamit meninggalkan pertapaan Kandabumi untu mencari ayahnya, namun nyasar  ke negara Alernga dan bertemu dengan Prabu Dasamuka. Dengan tipu muslihatnya, Trigangga diperintahkan untuk menculik Ramawijaya dan Laksmana di pesanggrahan Suwelagiri. Apabila penculikan itu behasil, ia akan diakui sebagai putranya

Dengan mempergunakan aji sirtep, Trigangga berhasil  menculik Rama dan Laksamana yang dimasukkan ke dalam kendaga kencana dan diserahkan kepada Prabu Dasamuka. Perbuatan Trigangga ini diketahui oleh Anoman yang terus mengejarnya. Perang seru terjadi antara Anoman dan Trigangga, hinga kemudian dilerai oleh Bathara Narada. Setelah mengetahui dirinya putra Anoman dan telah diperalat Prabu Dasamuka, Trigangga kemudian kembali mencuri kendaga kencana berisi Prabu Rama dan Laksamana dari tangan Prabu Dasamuka untuk kemudian diserahkan kepada Anoman.

Perbuatan Trigangga diketahui oleh Pratalamariyam. Terjadilah perang seru antara saudara satu ibu. Dengan bantuan Anoman yang mempergunakan kacabengkala, Pratalamariyan yang bersenjatakan Topeng Waja dapat dibinasakan. Trigangga kemudian mengabdikan diri kepada Sri Rama sampai  perang Alengka berakhir, setelah itu  kembali ke pertapaan Kandabumi

Sumber : Senawangi

Trijata

 Dewi

DEWI TRIJATA adalah putri sulung Arya Wibisana, dari negara Alengka dengan Dewi Triwati, seorang hapsari keturunan Sanghyang Taya. Ia mempunyai adik kandung bernama; Dentawilukrama. Dewi Trijata sangat cantik. Mempunyai watak; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun).

Dewi Trijata sangat berjasa dalam melayani dan mengasuh serta melindungi Dewi Sinta yang pada saat itu menjadi tawanan Prabu Dasamuka, di puri Taman Hargasoka negara Alengka. Ia dapat mempertahankan Dewi Sinta dari sentuhan tangan kotor Prabu Dasamuka yang akan memaksakan kehendaknya tuk memperistri Dewi Sinta.  Prabu  Dasamuka  yang merasa sangat kesal karena keinginanya  selalu dihalangi oleh Dewi Trijata, mengeluarkan kutuk saktinya, bahwa Trijata kelak akan bersuamikan monyet tuek (kera tua bangka). Dewi Trijata yang menangis sedih atas kutukan Prabu Dasamuka, akhirnya terhibur oleh janji Dewi Sinta yang akan memohon pada Dewata, walaupun bersuamikan kera tua, kelak anak perempuan Dewi Trijata akan diperistri satria titisan Bathara Wisnu.

Setelah berakhirnya perang Alengka, Dewi Trijata diperistri oleh Kapi Jembawan, kera tua pengasuh Resi Subali dan Anoman. Ia dan Kapi Jembawan kemudian tinggal di pertapaan Gadamadana. Dari perkawinan tersebut, ia mempunyai seorang putri yang diberi nama; Dewi Jembawati, yang setelah dewasa menjadi istri Prabu Kresna, raja titisan Bathara Wisnu, dari negara Dwarawati. Dewi Trijata meninggal dalam usia lanjut dan jenazahnya dimakamkan di pertapaan Gadamadana.

Sumber : Senawangi

Trikaya

Ditya

Ditya TRIKAYA adalah putra Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka dengan Dewi Wisandi adik Prabu Wisakarma dari Gowawindu. Ia mempunyai saudara kembar bernama Ditya Trimuka. Trikaya juga mempunyai beberapa orang saudara  seayah lain ibu diantaranya bernama Indrajid/ Megananda dari Ibu Dewi Tari, Pratalamariyam/Bukbis dari ibu  Dewi Urangayung, Saksadewa dari ibu Dewi Satiwati dan Trisirah dari Ibu Dewi Tisnawati.

Trikaya selain sakti juga ahli menggunakan senjata racun. Trikaya dan Trimuka merupakan saudara satu guru sehingga hidup dalam satu jiwa. Apabila salah satu dari mereka mati dan mayatnya dilangkahi oleh yang masih hidup, maka yang mati akan hidup kembali.

Pada waktu pecah perang Alengka, negara Alengka diserang balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpinan Prabu Sugriwa, raja kera dari Gowa Kiskenda, dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Prabu Dasamuka, Trikaya dan Trimuka tampil senapati perang Alengka. Sepak terjang mereka sangat ganas, menakutkan dan tak tertandingi lawan. Atas petunjuk Arya Wibisana, Anoman dapat membunuh kedua raksasa kembar tersebut. Kepala Trikaya dan Trimuka diadu kumba (saling dibenturkan)  hingga pecah. Trikaya dan Trimuka mati secara bersamaan.

Trimuka

 Ditya

Ditya TRIMUKA adalah putra Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka dengan Dewi Wisandi adik Prabu Wisakarma dari Gowawindu. Ia lahir kembar bersama saudaranya bernama Trikaya. Ditya Trimuka juga mempunyai beberapa orang saudara  seayah lain ibu diantaranya bernama Indrajid/Megananda dari Ibu Dewi Tari, Pratalamariyam/Bukbis dari ibu  Dewi Urangayung, Saksadewa dari ibu Dewi Satiwati dan Trisirah dari ibu Dewi Tisnawati.

Ditya Trimuka sangat sakti dan ahli menggunakan senjata racun. Trimuka bersama saudara kembanya, Trikaya, merupakan saudara satu guru sehingga hidup dalam satu jiwa. Apabila salah satu dari mereka mati dan mayatnya dilangkahi oleh yang masih hidup, maka yang mati akan hidup kembali.

Pada waktu pecah perang Alengka, negara Alengka diserang balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpinan Prabu Sugriwa, raja kera dari Gowa Kiskenda, dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Prabu Dasamuka, secara bersama-sama Trimuka dan Trikaya tampil senapati perang Alengka. Sepak terjang mereka sangat ganas, menakutkan dan tak tertandingi lawan. Hanya karena petunjuk Arya Wibisana yang mengetahui rahasia hidup wati mereka,  Anoman akhirnya dapat membunuh kedua raksasa kembar tersebut. Kepala Trmuka diadu kumba (saling dibenturkan) dengan kepala Trikaya hingga pecah. Kedua raksasa kembar itu mati secara bersamaan.

Sumber : Senawangi

 Trinetra

Ditya

Trinetra adalah nama salah satu anak Raja Alengka, Prabu Dasamuka, selain Indrajit, Trisirah, Atikaya, Trigunung dan Trimurda. Kendati demikian, Trinetra berlainan ibu dengan anak Dasamuka yang lain yang sebagian besar dilahirkan oleh Dewi Tari. Ibu Trinetra adalah Dewi Sayempraba yang kemudian diperistri oleh Raden Hanoman. Perkawinan Hanoman dengan Sayempraba melahirkan adik tiri Trinetra, yakni Trigangga.

Sesuai namanya, Trinetra mempunyai tiga mata. Satu mata yang terletak dikening bila marah bisa memancarkan api yang bisa membinasakan musuhnya. Trinetra kelak tewas di tangan adik tirinya, Trigangga, ketika pasukan kera dari Ayodya di bawah Prabu Rama dan Hanoman menyerang Alengka.

Sumber : Wiki

 Trisirah

 Ditya

Ditya TRISIRAH adalah putra Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka dari permaisuri Dewi Tisnawati. Ia mempunyai beberapa orang saudara seayah lain ibu, diantaranya ; Indrajid/Megananda, putra Dewi Tari, Pratalamariyam/Bukbis putra Dewi Urangrayung, Trikaya dan Trimuka putra  Dewi Wisandi, Saksadewa putra Dewi Satiwati dan Trimurda putra Dewi Wiraksi.

Ditya Trisirah sangat sakti. Memiliki perwatakan pemberani, keras dalam pendirian, tegas dan cepat naik darah. Selain ahli dalam tatagelar perang, ia juga mahir dalam mempermainkan senjata gada dan lembing. Apabila bertiwikrama, kepalanya bisa berubah menjadi tiga. Ketika pecah perang Alengka, negara Alengka diserang jutaan laskar kera Prabu Rama di bawah pimpinan Narpati Sugriwa, raja kera dari kerajaan Gowa Kiskenda dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Rahwana, Ditya Trisirah maju ke medan perang membela negaranya. Sepak terjangnya sangat menakutkan, membunuh beberapa wanara (manusia kera) senapati  Gowa Kiskenda.

Wibisana, adik Prabu Dasamuka yang berpihak pada Prabu Rama, yang mengetahui rahasia kesaktian/hidup mati Trisirah, segera menyuruh  Lesmana untuk menghadapinya. Ditya Trisirah akhirnya tewas dalam peperangan setelah ketiga kepalanya terpangkas secara bersamaan oleh panah sakti yang dilepas Lesmana.

Sumber : Senawangi

 Triwati

Dewi

DEWI TRIWATI adalah bidadari Suralaya  keturunan Bathara Indra dengan Dewi Wiyati. Oleh Sanghyang Manikmaya/Bathara Guru ia bersama dua bidadari lainnya, yaitu  Dewi Tari  dan Dewi Aswani, dianugerahkan kepada Prabu Dasamuka/Rahwana bersauadara sebagai sarana perdamaian atas kekalahan para dewa menghadapi serangan putra-putra Alengka.

Dewi Triwati menikah dengan Arya Wibisana, putra bungsu Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra, masing-masing bernama ; Dewi Trijata dan Dentawilukrama. Putri sulungnya Dewi Trijata menjadi istri Resi Jembawan, pendeta wanara (manusia kera) dari pertapaan Gadamadana, melahirkan seorang putri benama Dewi Jembawati yang menjadi istri Prabu Kresna raja negara Dwarawati. Sedangkan Dentawilukrama, kelak sesudah Prabu Wibisana mengundurkan diri sebagai raja Singgela (nama baru negara Alengka), kemudian menggantkan ayahnya menduduki singgasana kerajaan Singgela tersebut bergelar Prabu Bisawarna.

Akhir riwayat Dewi Triwati diceritakan, setelah kematian suaminya, Prabu Wibisana, ia kembali ke Suralaya, kembali hidup sebagai bidadari.

Sumber : Senawangi

 Trimurda

 Ditya

Ditya TRIMURDA adalah putra Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka dengan Dewi Wiraksi, raseksi dari hutan Dandaka. Trimurda mempunyai beberapa orang saudara seayah lain ibu, diantaranya ; Indrajid/Megananda, putra Dewi Tari, Pratalamariyam/Bukbis putra Dewi Urangrayung, Trikaya dan Trimuka putra  Dewi Wisandi, Saksadewa dari ibu Dewi Satiwati dan Trisirah dari ibu Dewi Tisnawati.

Ditya Trimurda sangat sakti. Memiliki sifat dan perwatakan ; pemberani, keras dalam pendirian, tegas dan pemarah. Selain ahli dalam tatagelar perang, ia juga mahir dalam mempermainkan senjata panah dan tombak. Apabila bertiwikrama, tubuhnya bisa menjadi sebesar bukit dan dari kedua matanya keluar gumpalan api yang daya kekuatannya  dapat menghancurkan batu gilang.

Ketika pecah perang Alengka dimana negara Alengka diserang jutaan laskar kera Prabu Rama di bawah pimpinan Narpati Sugriwa, raja kera dari kerajaan Gowa Kiskenda dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Rahwana, Ditya Trimurda maju ke medan perang membela negaranya. Sepak terjangnya sangat menakutkan, membunuh ratusan prajurit kera dan beberapa wanara (manusia kera) senapati  Gowa Kiskenda.

Wibisana, adik Prabu Dasamuka yang berpihak pada Prabu Rama, yang mengetahui rahasia kemati Trisirah, segera menyuruh Lesmana untuk menghadapinya. Ditya Trisirah akhirnya tewas dalam peperangan setelah kekedua matanya secara bersamaan tertembus panah sakti yang dilepas Lesmana.

Sumber : Senawangi

 Tatakini

Ditya

DITYA TATAKINI adalah punggawa raksasa negara Alengka. Karena kesaktian dan keahliannya dalam hal menyelam, ia dan saudaranya bernama Wilkataksini oleh Prabu Dasamuka ditugaskan untuk menjaga keamanan lautan dan pantai negara Alengka.

Dengan kesaktiannya yang luar biasa. Tatakini berhasil menghisap tubuh Anoman masuk ke dalam perutnya. Waktu itu Anoman sedang terbang melintas di atas samodra menuju negara Alengka, sebagai duta Prabu Rama untuk mencari kebenaran  keberadaan Dewi Sinta sebagai tawanan Prabu Dasamuka.

Berkat daya kesaktian Cupumanik Astagina, Anoman dapat bertiwikrama. Tubuh  Anoman membesar sebesar bukit dan menjebol hancur dinding perut Tatakini. Ditya Tatakini mati seketika dengan perut hancur berantakan.

Sumber : Senawangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: