Category Archives: Tembang Dolanan

Gending-Gending Dolanan


Kupu Kuwi (ACD-005)

Photobucket

Gending dolanan children songs in Javanese language accompanied by gamelan.
Title from container.
Additional title on container: Gending dolanan.

Performer(s): Keluarga karawitan studio RRI Surakarta ; Nyi Sumarmi (pesinden) ; Nyi Tukinem (pesinden) ; Nyi Suparni (pesinden) ; Nyi Supami (pesinden) ; Nyi Prenjak (pesinden).

Description: 1 sound cassette : analog.

Contents:

  1. Kupu kuwi pl. 6
  2. Bibis pl. 6
  3. Jamuran sl. 9
  4. Lindri sl. 9
  5. Jaratu sl. manyura
  6. Dempo pl. br.
  7. Jago kate pl. br.
  8. Cempa sl. 9
  9. Jagoan sl. 9
  10. Tatanya pl. br.

Lintang Rembulan (ACD-006)

Photobucket

Gending dolanan, songs in Javanese language accompanied by gamelan music.
Title from container.
Performer(s): Keluarga karawitan studio RRI Surakarta ; Nji Sumarmi ; Nji Tukinem.
Description: 1 sound cassette : analog.

Contents:

  1. Lintang rembulan slendro 9
  2. Emplek-emplek slendro 9
  3. Ilir- ilir slendro manyura
  4. Salake pelog 5
  5. Ima-ima pelog 6
  6. Kate-kate dipanah slendro manyura
  7. Djambe tukul pelog 6
  8. Mentok-mentok pelog 6
  9. Koning-koning pelog 6
  10. Dendeng kenting slendro.

Aku masih gundul pacul


Jubing Kristianto feat. Suryadi – Gundul Gundul Pacul
Taken from the album “Hujan Fantasy”, 2008
Recorded live at Mal Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, Indonesia. November 7th, 2007.

Kita bisa berkaca pada lagu sederhana ini
hanya tiga baris kalimat
sering dulu kita nyanyikan sambil ketawa ketiwi
saat masih anak-anak
bermain, tertawa ceria seraya menunjuk-nunjuk penuh canda kepada teman kita yang saat itu berkepala gundul
tidak ada yang marah apalagi kemudian mutung tidak berteman lagi
paling juga yang merasa gundul hanya tersenyum kecut ataupun tertawa hambar
atau kadang malah ada yang merasa bangga dengan status ke-gundulan-nya

Kinipun setelah dewasa, kita sering menyenandungkannya

Gundul gundul pacul cul gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Gundul-Gundul Pacul – Pitoelas Big Band

Harusnya mendengar lagu ini
tidak ada lagi yang harus ditertawakan
walaupun kepala kita saat ini digunduli
atau sudah gundul karena ditinggal rambut-rambut kita yang mulai rontok
tidak perlu kita mentertawakan kepala gundul kita
apalagi kepala-kepala gundul yang bertebaran di jalan
di kantor ataupun di pasar-pasar

Sudah seharusnya kita merasa tersentil dengan makna lagu ini
apakah kita yang dituju lirik-lirik itu ?

Gundul gundul pacul gembelengan

Pacul sangat akrab dengan kehidupan petani
alat vital bagi buruh penggali lubang dijalanan
dan sesiapa yang ingin menggali, meratakan tanah
pacul harus tajam agar mampu memecah tanah
bagaimana bila tumpul atau gudul ?
pacul tidak akan bisa membanggakan kemampuannya lagi
apatah lagi kemudian menepuk dada atas kehebatannya

begitupun kita
adakalanya sikap dan tindakan kita begitu gembelengan
sering sombong dan berbangga diri
terhadap sesuatu yang bukan hasil kerja kita
tidak nyadar bahwa
pacul kita telah gundul
pikiran kita tumpul tiada asupan ilmu dan hikmah
namun justru kebodohan kita ini yang menyebabkan
gembelengan, petentang petenteng unjuk dada

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan

aduh …. tidak merasakah kita bahwa setiap insan diberi tanggung jawab dalam kehidupan ini ?
yang terkecil berupa responsibility terhadap diri pribadi
bahwa kelak harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan
pun sebagai kepala keluarga yang wajib membawa anggota keluarga dalam kebaikan
apa lagi bila jabatan direktur, manager, sampai presiden negri ini
bayangkan ada berapa kepala yang menjadi tanggung jawab kita
puluhan
ratusan
ribuan
jutaan
sampai ratusan juta
Lha kok masih berani-beraninya gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

coba bayangkan
bagaimana akibat kesombongan kita
karna keteledoran kita
lantaran kebodohan kita
semua jadi berantakan
semua menjadi tidak berguna

wakul berisi sego yang kita usung
nglimpang
terjungkal, jatuh
sego, nasi bertebaran memenuhi tanah
semua mubazir
sungguh sangat memalukan dan menggiriskan

oh …
akibat pacul kita yang gundul namun masih mengedepankan gembelengan

Gundul gundul pacul cul gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Gundul-Gundul Pacul by Kyai Kanjeng

Ngliliiiir Mas !!!


Ilir-ilir diringi petikan siter, nyamannya

Setiap kali mendengar lagu ini hati saya selalu tersentuh, apalagi bila sang penyanyi membawakannya dengan bagus dan penuh penghayatan didukung aransemen yang indah. Syair lagunya saja sudah mampu membawa kita untuk tepekur. Palagi bila kita mampu menjiwai makna yang terkandung dalam syair-syair nan bermakna itu.

Dulu tulisan ini pernah saya posting disini.

Ilir-ilir bersama RICH di film “Sang Pencerah”

Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir

Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi

Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar

Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru

Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.

Penjelasan Makna bersama Langen Budaya

Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi

Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu

Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira

Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu

Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara / saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.

Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir

Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek

Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

Ilir-ilir versi Kyai Kanjeng

Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore

Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore

Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Disini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.

Mumpung gedhe rembulane, mumpun jembar kalangane

Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang

Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.

Ya suraka, surak hiya

Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA

Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.

Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya.

Semoga bermanfaat.

Sluku-Sluku Bathok, Nak


Berdendanglah anak-anakku
bergembiralah dan senandungkanlah lagu dolanan ini
tugas kalian hanya bersenang dan hapalkan saja syair-syairnya
tugas kami memberi kesenangan dan memberi nilai
yang kelak kalian kan mengerti

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung mutho
Mak jenthit lolo lo bah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip golekko dhuwit

Sedikit yang akan Bapak sampaikan Nak
Lagu sederhana ini karya para wali jaman dulu
Yang begitu luas pemahamannya tentang agama
Yang begitu dalam ungkapan jiwa seninya
Yang begitu peduli pada pendidikan anak negri
Yang begitu bersemangat sebarkan kebajikan

Begini makna yang terkandung di dalam lagu yang kalian nyanyikan itu Nak
Namun perlu kalian ingat bahwa ini hanya pemahaman Bapakmu yang masih dangkal
Kalian suatu saat kelak harus lebih baik lagi memahami ini

Sluku-sluku bathok

Bathok, kepala atau pikiran kita harus dibuat nyaman
Kita persiapkan untuk menerima sebanyak-banyaknya ilmu Allah yang bertebaran di muka bumi dan harus kalian cari

Bathoke ela-elo
Dengan cara bagaimana Nak ?
Ela-elo. Laa Ilaaha Ilallah, berdzikir mengingat Allah
Karena Allah yang menciptakan kita semua dan segala alam raya ini
Dia-lah yang mengerti kebutuhan kita
Dan tiada sandaran selain kepadaNya dalam kita berfikir, bermain, bekerja, berkarya dalam keseharian

Si Rama menyang Solo
Siram, mandi atau bersucilah
Menyang, menuju Solo (Sholat) yang harus kalian lakukan
Tentu saja Nak
Bapak hanya pesan satu saja pada kalian semua
Jaga sholat Nak mulai sekarang
Jaga sholat jangan sampai kalian lupa
Jaga sholat walau dalam kondisi lelah, capek, senang, sedih, bermain atau menyendiri
Sebab sholat akan menjaga kalian dari kesalahan
dari kesesatan jalan yang kalian nanti tempuh
Ingat ya Nak pesan Bapak ini
Jaga Sholat !

Oleh-olehe payung mutho
Kalau kalian menjaga sholat dengan baik
maka kalian akan memperoleh oleh-oleh berupa payung, perlindungan dari Allah
Siapa sih yang bisa melawan Allah kalau Dia sudah berkehendak ?
tidak akan ada Nak
Maka upayakan kalian memperoleh payung Allah dengan selalu mengadu dan berserah diri kepadaNya
Begitu kan Nak ?

Mak jenthit lolo lo bah
Kalian nanti pasti akan tahu terkait sesuatu yang ghaib yaitu kematian
kematian itu datangnya pasti
tak ada yang tahu karena itu adalah hak prerogatif Allah
Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sedetik
Karena Allah sudah menentukan kematian setiap makluknya secara MUTLAK
Oleh karenanya Nak
Saat kita hidup, kalian harus senantiasa bersiap dan waspada
Selalu beriman dan mengerjakan amal sholeh

Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Ingat Nak kalu kematian sudah datang
Semua sudah terlambat
tidak bisa di rewind kebelakang
tidak dapat lagi meminta untuk dikembalikan ke dunia memperbaiki kehidupan lalu
karena kesempatan telah musnah
Kalian bayangkan bagaimana seandainya ada mayat hidup
Pasti kalian takut kan ?
Tidak akan ada itu

Yen urip golekko dhuwit
Kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini
Saat masih hidup
Kalau ingin kaya, ingin membantu orang lain, ingin memulyakan orang tua, sekaranglah saatnya
Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup maka berkaryalah Nak
persenjatai dengan tiga jimat andalan
IKHTIAR, DOA dan BERSERAH KEPADA ALLAH
Insya Allah kita akan selamat Nak
Dunia akhirat