Category Archives: RRI Surakarta

KKS RRI Surakarta : Klenengan Gobyog 4 – Endhol-Endhol


 ACD100 Klenengan Gobyog 4 - Endhol-endhol Depan

P. Atmosoenarto ‎– Endhol-Endhol

Label: Lokananta Recording ‎– ACD-100
Format: Cassette, C60
Country: Indonesia
Released: 1978
Style: Gamelan

Tracklist

A Bawa Sekar Ageng Kusumastuti, Dhawah Gend. Endhol-endhol, Minggah Ldr. Rangu-rangu Mawi Mandheg, (Lagu Dolanan Kembang Jagung) Wangsul Ldr. Rangu-rangu, Kalajengaken Ayak-ayakan Rangu-rangu Dados Srepeg Kajantur, Dipun Uran-urani Dandhanggula Banjet, Wangsul Srepeg Rangu-rangu Pl.Br. 30:01
B Bawa Sekar Ageng Kenya Kedhiri, Dhawah Gend. Bantheng Wareng Minggah Eseg-eseg, Kalajengaken Ldr. Samiran Mawi Mandheg, Sekar Pucung Terus Godril Kajantur, Dipun Uran-urani Gambuh, Durmarangsang Wangsul Godril Sl.Mnyr. 29:01

KKS RRI Surakarta : Klenengan Jangkep – Rondhon


 ACD071 Klenengan Jangkep - Rondhon Depan

P. Atmosoenarto ‎– Rondhon

Label:Lokananta Recording ‎– ACD-071
Format:Cassette, C60
Country: Indonesia
Released: 1978
Style: Gamelan

Tracklist

A Gend. Rondhon Kalejengaken Ldr. Gonjang-ganjing Suwuk, Pathet Jingking, Katampen Ayak-ayakan Kajantur, Terus Slepegan Dipun Uran-urani Dhandhanggula, Pangkur, Pucung Durma Sl.9 53:47
B Gend. Rondhon Kalejengaken Ldr. Gonjang-ganjing Suwuk, Pathet Jingking, Katampen Ayak-ayakan Kajantur, Terus Slepegan Dipun Uran-urani Dhandhanggula, Pangkur, Pucung Durma Sl.9

KKS RRI Surakarta Palaran Gobyog – Gendhing Nujukarsa


ACD141 Palaran Gobyog - Gendhing Nujukarsa

Sumber : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com

ACD-141 Palaran Gobyog – Gendhing Nujukarsa

Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta
Pimpinan : Turahjo Hardjomartono
Swarawati : Nyi Tukinem, Nyi Tugini & Nyi Sunarti

Wiraswara : Ki Sastrotugiyo & Ki Sardono Mloyowibagso
Pengendhang : FX. Soebanto
Pengarah Acara : Mientardjo hs.

Side A :
01. Srepeg PALARAN DANDANGGULA – SREPEG, Sledro 9.
02. Srepeg PALARAN PANGKUR – SREPEG, Pelog Barang.

Side B :
01. Srepeg PALARAN Sinom – PALARAN Dudha kasmaran – Srepeg, Slendra Manyura.
02. Srepeg PALARAN Sinom Logondang – Palaran Durma – Srepeg, Pelog Barang.

Audio Link :

http://www.4shared.com/folder/mY3LVoRA/ACD-141_Palaran_Gobyog_-_Gendh.html

KKS RRI Surakarta – Kutut Manggung Gobyog


ACD124 Kutut Manggung Gobyog

Sumber : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com

ACD-124 Kutut Manggung Gobyog

Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta.
Pimpinan : P. Atmosunarto
Pesinden : Nyi Tukinem & Nyi Tugini.
Bawa : Sastrotugiyo

Side A :
Gending KUTUTMANGGUNG Pelog Barang (Kebar – Ciblon – Ciblon irama rangkep – Dandanggula Banjet, Greget Rangu-rangu – Ciblon).

Side B :
01. Bawa RETNAMULYA dawah Ldr. SRIWIDADA Pelog Barang (Kebar – Ciblon – Ciblon Irama rangkep).

02. Ladrang ASMARADANA Slendro Manyura (Kebar – Ciblon gambyong – Ciblon Irama Rangkep – Uran2 Asmaradana – Kebar).

Link Audio :

http://www.4shared.com/folder/f0tbta0Z/ACD-124_Kutut_Manggung_Gobyog.html

 

KKS RRI Surakarta – Klenengan Gobyog 3 Opak Apem


ACD-099 Klenengan Gobyog 3 – Opak Apem

ACD099 Klenengan Gobyog - Opak Apem

Sumber : http://mengenalbudayajawa.blogspot.com

Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta.
Pimpinan : P. Atmosunarto.
Bawa : Sastrotugiyo
Pesinden : Nyi Tukinem, Nyi Tugini & Nyi Prenjak

Side A : (Bersambung ke Side B)
Bawa Sekar Ageng WEGANG SULANJALI dawah Gending ERANG-ERANG BAGELEN minggah Ldr OPAK APEM mawi mandeg, MBLEG EMBLEG DUDUHE TAPE suwuk. Bawa swara ARUM ketampen Ldr. KEMBANG KACANG (mawi mandeg MEGATRUH-MASKUMAMBANG), kalajengaken Ldr. GENDRUWO MOMONG mandeg kaseling KINANTHI SASTRODIWANGSAN, trus Ldr BLANDARAN kalajengaken Lancaran UDAN MAS (mawi koor CUCUR BIRU) Pelog 6.

Side B : (Sambungan dari Side A)
Bawa Sekar Ageng WEGANG SULANJALI dawah Gending ERANG-ERANG BAGELEN minggah Ldr OPAK APEM mawi mandeg, MBLEG EMBLEG DUDUHE TAPE suwuk. Bawa swara ARUM ketampen Ldr. KEMBANG KACANG (mawi mandeg MEGATRUH-MASKUMAMBANG), kalajengaken Ldr. GENDRUWO MOMONG mandeg kaseling KINANTHI SASTRODIWANGSAN, trus Ldr BLANDARAN kalajengaken Lancaran UDAN MAS (mawi koor CUCUR BIRU) Pelog 6.

Link Audio “

http://www.4shared.com/folder/MMNrs1Od/ACD-099_Klenengan_Gobyog_3_-_O.html

Gending : CucuR BawuK


Lokananta – ACD 105
Klenengan Nyamleng
Keluarga Karawitan RRI Stasion Surakarta
Pimpinan : P. Atmosunarto.
Bawa : Sastrotoegiyo.
Pesinden : Soemarmi, Toekinem, Toegini.

Side A :
Bawa Sekar Ageng SUDIRAWARNA dawah Gending BONDHET kalajengaken Ketawang RAJASWALA Slendra 9.

Side B :
Gending CUCURBAWUK minggah PAREANOM kalajengaken Ldr. Srikaton terus Ketawang SUKMAILANG Slendra Manyura.

Audio Link : 

http://www.4shared.com/folder/BUQPwq10/ACD-105_Cucur_Bawuk.html

 

by Bram Palgunadi on Monday, December 6, 2010 at 7:16am

Pagelaran wayang, sejak beratus tahun yang lampau, selalu diawali dengan dimainkannya suatu konser karawitan khas, yang mengawali setiap pagelaran wayang. Konser karawitan yang sangat khas ini, lazim disebut ‘talu’ (dalam bahasa Jawa) atau ‘tatalu’ (dalam bahasa Sunda). Konser karawitan ini, dimainkan sekitar satu jam, sebelum pagelaran wayang yang sesungguhnya dimulai. Seluruh filosofi cerita kehidupan manusia, sejak ia belum ada, kemudian lahir, berubah menjadi remaja, menginjak dewasa, dan berubah menjadi tua renta, serta akhirnya sampai pada masa kembali tiada (kembali ke haribaan Yang Maha Kuasa),  diceritakan dan ditampilkan dalam sekumpulan komposisi gendhing(lagu). Ini merupakan ringkasan seluruh kehidupan manusia di ‘alam jana loka’. Sedangkan pagelaran wayang yang dimainkan semalam suntuk (sekitar 7 – 8 jam), sebenarnya hanya merupakan penggalan sepersejuta dari seluruh kehidupan manusia di dunia ini.

Dalam banyak kesempatan, pagelaran wayang (yang manapun), orang atau penonton seringkali tidak mengerti dan tidak memahami secara lengkap, mengapa selalu ada permainan konser karawitan Talu. Bahkan, banyak juga yang beranggapan bahwa dimainkannya gendhing-gendhing Talu hanya sebatas sebagai tanda bahwa pertunjukan wayang hendak dimulai. Ini merupakan pemahaman umum. Sudah barang tentu, setiap daerah mempunyai kekhasan sendiri dalam memainkan gendhing-gendhing Talu.

Di bawah ini, dikutipkan dari buku Serat Kandha Karawitan Jawi, bagaimana gendhing Talu dimainkan, apa tujuannya, apa maknanya, dan apa yang dikandung di dalamnya. Meskipun bahasan ini didasarkan kepada kebiasaan dan tradisi yang berlaku pada pagelaran wayang kulit purwa Jawa, tetapi sebenarnya berlaku universal.

Talu, adalah permainan karawitan atau permainan gamelan, yang mengawali suatu pagelaran yang sesungguhnya. Dalam hal ini, biasanya talu hanya dimainkan untuk mengawali pagelaran wayang saja. Pada saat talu, biasanya dimainkan gendhîng (lagu) khusus, yang memang digunakan untuk keperluan pengiring taluGendhîng (lagu) pengiring talu ini, lazim disebut gendhîng talu ataugendhîng patalôn. Tidak diketahui dengan pasti, sejak kapan gendhîng talu mulai dimainkan orang sebagai rangkaian gendhîng yang mengawali pagelaran wayang. Tetapi diperkirakan, sudah dimainkan orang sejak ratusan tahun yang lalu.

Permainan gendhîng talu, umumnya bertujuan:

  • Mengubah dan membuat suasana menjadi renggep, regeng, sakral, magis, dan khas wayangan’. Hal ini, disebabkan hanya pagelaran wayang yang menggunakan gendhîng talu untuk mengawali pagelaran. Selain itu, komposisi dan cara memainkan gendhîng talu sangat khas; sehingga memberikan suatu ciri tersendiri.
  • Waktu yang digunakan untuk memainkan gendhîng talu, biasanya relatif lama. Jika dimainkan secara lengkap, biasanya memakan waktu sekitar satu jam. Dalam waktu selama ini, dhalang dapat menyiapkan diri sebaik-baiknya. Demikian pula para pembantu dhalang dapat menyiapkan segala keperluan dhalang, termasuk menyiapkan dan meletakkan sesajèn(sesajian) di tempat yang sudah ditentukan.
  • Pada pagelaran wayang kulît, bagian akhir permainan gendhîng talu dimainkan dengan cara yang sangat khas. Bagian ini, digunakan untuk mengiring dhalangmenaiki panggûng pagelaran, menuju ke tempat duduknya, yaitu di sebelah kanan kothak wayang (kotak tempat menyimpan wayang). Suasana pada saatdhalang menaiki panggûng pagelaran, biasanya sangat mencekam. Pada saat dhalang mulai menaiki pangung pagelaran, biasanya lampu-lampu penerangan lainnya akan dipadamkan; dan hanya bléncông (lampu penerangan yang dipasang di atas geber/kelîr wayang) yang menyala. Dengan demikian, suasananya menjadi sangat magis.
  • Bagi penonton pagelaran, permainan gendhîng talu digunakan sebagai tanda bahwapagelaran wayang akan segera dimulai. Sedangkan bagi dhalang, permainan gendhîng talu merupakan tanda untuk mempersiapkan diri. Pada saat permainan gendhîng talu diakhiri, dhalang sudah harus duduk di tempatnya, dan siap untuk mengawali seluruh pagelaran wayang.

Gendhîng talu, biasanya mulai dimainkan para panjak, sesaat setelah pengatur acara selesai mengumumkan berbagai macam informasi yang berkait erat dengan pagelaran. Misalnya, siapa yang akan menjadi dhalang, cerita apa yang hendak dibawakan dhalang, siapa pesindhèn-nya, dari kelompok mana panjak yang mengiringi pertunjukan malam itu, siapa yang punya hajat, serta dalam rangka apa pagelaran itu dilaksanakan. Pada saat ini, biasanya penonton yang tidak duduk di ruang tamu resmi, agak tidak tenang. Hal ini, lazimnya disebabkan penonton sibuk menyiapkan dan mengatur tempat duduknya. Mereka mulai mengatur tempatnya, supaya bisa dengan leluasa melihat ke arah geber/kelîr wayang. Di sekitar tempat pagelaran, keadaan biasanya berubah perlahan-lahan menjadi lebih tenang dan hening. Anak-anak berhenti berlarian atau berhenti bermain; dan memperhatikan apa yang sedang terjadi. Continue reading Gending : CucuR BawuK

Klenengan Gobjog (Lokananta ACD001)


http://polosseni.com/mastering/kgj.html

Klenengan Gobjog.

CD Release date: 17th April 2006.

LOK 006 KLENENGAN GOBJOG?Lokananta cassette ACD 001 KLENENGAN GOBJOB was issued on 30th October 1971
Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta director P Atmasunarto.

1. Ldr. Ginondjing Slendro. manyura.
pesindhen: Prenjak

In addition to its use as a concert piece, Ladrang Ginondjing is also used for the dance Bondhan. In this performance the dancers carry dolls to represent small children who are rocked to sleep. They also carry umbrellas and dance on earthenware jugs.
Song text: My hansdsome younger brother
Come with me, Mother is cooking for you
An oriole bird is flying overhead, I rock you to sleep
I hope when you are older, you will dare to fight in the resistance

2. Ldr. Tirta Kentjana, Pelog Nem
pesinden: Soemarmi

The gerong text used is salisir.
The music alternates between the ciblon drum and two ladrang drums
The Selisir text contains light-hearted banter between a man and woman.
The arrangement of the piece from ladrang to ladrang is known as Gegot (gending Gecul)
This piece provided the choreographer S Ngaliman with inspiration for his dance Joko Tharub in 1976- 77.

3. Ldr. Tjluntang Rinengga – Slendro. Sanga.
Attributed to Sultan Pakubuwono IV
pesinden: Soemarmi

This text was written by Nartosabdo, It is a description taken from the shadow puppet theatre. Sometimes Nartosabdo created joint compositions. He was a puppeteer and rebab player.

Tjluntang means impudent, and this piece continues into gending Loro Wudu.
Loro means ill, Wudu means insane. This tune usually describes a comical character such as Janaka. The text tells how many people are enchanted with Janakaís beauty and believe him to be a god although he claims to be no more than a human. Not only women but men also are charmed to see him. Some give him flowers, others food and other gifts.

A most unusual aspect of this performance is that there are two choirs singing in this piece.

Continue reading Klenengan Gobjog (Lokananta ACD001)