KPA-Ki Purbo Asmoro

ki-purbo-asmoro-2

Audio pagelaran wayang oleh Ki Purbo Asmoro :

  1. Bimo Bumbu

  2. Banjaran Kakrasana

  3. Duryudana Lena

  4. Banjaran Anoman

Video pagelaran wayang oleh Ki Purbo Asmoro :

  1. Ki Purbo Asmoro : Melik Nggendong Lali (Video)
  2. Video KPA “Brubuh Alengka”
  3. Duryudana Lena
  4. KPA “Banjaran Bimo” Video
  5. Video KPA “Wahyu Nugroho”
  6. KPA : Sesaji Rajasuya (Video)
  7. KPA : Banjaran Baladewa (Video)
  8. Video Ki Purbo Asmoro : Babad Alas Wisamarta
  9. Video KPA “Wisanggeni Lahir”
  10. Video KPA “Semar Lahir”
  11. Video KPA “Pandawa Subrata”
  12. Video KPA “Surya Putra”
  13. Video KPA “Wirata Parwa”
  14. Video KPA “Anoman Obong”
  15. Video KPA “Gandamana Tundung”
  16. Video KPA “Sumilaking Pedhut Astina”
  17. Video KPA mBangun Taman Sriwedari (Sumantri Ngenger)
  18. Video KPA Durga Ruwat (Sudamala)

 

tug-of-war1

PURBO ASMORO, S Kar. M. Hum. (1961 –  ) Banyak penggemar yang mananyakan nama aslinya pada berbagai kesempatan berjumpa. Padahal nama aslinya atau nama kecil pemberian orang tuanya ya Purbo Asmoro itu. Lahir di Pacitan, 17 Desember 1961. Tinggal di Gebang, Kadipira, Surakarta. Seorang dalang Wayang Kulit Purwa yang mulai terkenal sejak tahun 1990-an. Keahliannya diwarisi dari ayahandanya yang juga seorang dalang. Kemampuannya itu lalu diasah secara akademis di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Surakarta, lalu dilanjutkan di Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta, lulus tahun 1986. Setelah lulus mengabdikan diri sebagai dosen di STSI Surakarta.

Saat ini (2002) sedang menyelesaikan studi S.2-nya di Kajian Seni Pertunjukan UGM.Mulai tampil mendalang dimuka umum sejak usia 17 tahun, Purbo Asmoro pernah menjadi Juara I pada Lomba Dalang se-Jawa Tengah, tahun 1992. Ia juga menjadi dalang unggulan pada Festival Greget Dalang 1995. Walaupun berdomisili di Surakarta namun penggemar terbanyaknya justru dari wilayah Jawa Timur.

Dalang yang aktif dalam kepengurusan Ganasidi (Lembaga Seni Pedalangan Indonesia) dan Yayasan Sesaji Dalang, ini pernah pula melawat ke berbagai negara guna mempertunjukkan ketrampilannya mendalang. Antara lain ia pernah ke Inggris, Austria dan Yunani. Dirinya merasa gagal dalam pertunjukan jika tidak bisa menjalin komunikasi dengan penontonnya. Bisa jadi tingkat apresiasi penontonnya yang kurang baik atau dirinya kurang jeli dalam menganalisa tingkat apresiasi, kondisi sosial dan keinginan penonton setempat. Sikapnya yang rendah hati, selalu menjawab bahwa dirinya tidak mempunyai suatu kelebihan yang dibanggakan. Jika ditanya apa kelebihan pakelirannya?

Ki Purbo Asmoro selalu berusaha untuk bisa menguasai semua-unsur-unsur pakeliran secara merata, tidak ada yang diistimewakan atau gothang ‘cacat’. Kiat keberhasilannya dalam mengolah dan mendramatisasi lakon-lakon adalah dengan banyak menyelami masalah hidup dan kehidupan. Dan banyak belajar dengan para seniman. Suka menonton pakeliran dalang-dalang yang lain, walau dalang tersebut tidak terkenal sekalipun. Menurut Ki Purbo, setiap dalang mempunyai suatu yang khas yang bisa memberikan ispirasi untuk menggarap pakeliran. Dalam pementasannya didukung oleh kelompok kerawitan “Mayangkara” yang anggotanya kebanyakan adalah mantan anggota Condhong Raos, Ki Nartosabdho.

Walau ia piawai dalam menyusun iringan garap pakeliran dalam mendukung suasana, namun belum pernah menghasilkan sebuah karya gending atau lagu. Pendapatnya tentang reformasi bahwa dari segi keterbukaan dan kebebesan lebih dapat memicu kreativitas dalam berkarya. Sebagai seorang dalang harus berpijak diatas semua kelompok dan golongan. Karena pedalangan adalah menyajikan kesenian yang menggarap nilai-nilai kemanusiaan secara universal.

http://sudarjanto.multiply.com/journal/item/313/PURBO_ASMORO_S_Kar._M._Hum._

Advertisements

61 thoughts on “KPA-Ki Purbo Asmoro”

  1. Mas Purbo ….. ijinkan saya menjadi cantrik walau saya tidak secara langsung mendapatkan tetesan ilmu pedalangan dari panjenengan …..

    Saya juga turun dalang di sebuah desa di ujung timur Pacitan, namun ilmu saya necep bukan dari Bapak saya tetapi dari ketekunan saya mengikuti pergelaran wayang panjenengan, mendengarkan kaset, merekam siaran di Indosiar (dulu), dan sekarang lewat internet yakni dengan mendownload MP3 ‘BIMA BUMBU’ ….

    Kapan ada tambahan koleksi rekaman audio penjenengan di konversi ke MP3 dan di publish di internet ???

    Nuwun dan salam

    1. ALHAMDULILLAH BERHUBUNGAN DENGAN (AKI SUMAR ) SAYA JP 175JT KARNA ANGKA 4D YANG ( AKI ) BERIKAN ( YAITU 9691) MAKANYA SAYA PROMASIKAN NOMOR BLIAU SEMATA-MATA HANYA SEBANGAI TANDA TERIMA KASIH KARNA TELAH MENBANTU SAYA SEKELUARGA …JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB ( AKI SUMAR)DI NOMOR INI -0823=3335=2697 TRIMA KASIH…!!

  2. Saya juga ingin belajar ilmu pedalangan pada Ki Purbo Asmoro, bagaimana caranya, mohon hubungi saya caranya di “081 578 559 559”, terima kasih.

  3. Lebih baik mas Budi Santosa datang saja ke ISI Solo atau coba lain kali saya berikan nomor rumah Pak Purbo. Saya juga penggemar berat Pak Purbo. Salam

  4. Ya mas masto mas, terima kasih. Saya pernah berkunjung ke ISI Solo, Pak Purbo Asmoro sedang tidak ada disitu, lalu saya sempatkan mampir ke Diskotik Pedalangan – ISI Solo, nyari koleksi Pak Purbo. Saya asli Ponorogo, domisili di Jogja. Salam kenal aja ya, saya tunggu nomor rumah Pak Purbo-nya. Terima kasih banyak.

  5. Saya pikir2 …. apa Mas Purbo jarang buka web yo ???
    Aku nunggu tanggapan ato sekedar say hello dari beliau …. Tapi sekian lama menunggu tdk kunjung dateng …..

    Wah….. jangan2 Mas Purbo Katrok yo ???
    he he …… intermezo bozzz ….

    Sukses selalu buat MAs Purbo, saya selalu nunggu koleksi MP3nya yg terbaru ….

    1. waduh melas emen rek
      p.purbo lg sibuk pentas pak
      ga smpat buka2 lg
      mgkn butuh asisten kali yo p.purbo kuwi
      men isoh akses trs gt

      wis ta balik klaten maning pak
      sinau karo mbahku wis sedo
      karo lik ku kesdik wis sedo
      wah ra jamanmu mesti pak……

      nek gelem ke klt ta silihi kasete p.purbo
      pas mayang neng gonku pak
      pie…hayo…

  6. Aku sedulur pacitan, aku ora ngerti yen awakmu dalang nang SMPN 1 Ponorogo, umpomo ngerti mesti tak parani, aku saiki manggon ono ponorogo, bapak lan ibu ugo wis boyong nang ponorogo manggon cedak e adiku wiwik, cobo tebak en sopo aku iki.

  7. Salut..
    Bisa ndalang di Istana….

    saya kira bukan karena satu daerah dengan pak SBy..tapi memang karena mas purbo punya kemampuan untuk itu.

    tks.

  8. Wah……. ternyata seni pedalangan akeh peminate, salam kenal UNTUK Mas Agus, Mas Budi S dll

  9. wah, semua mengiblat pada pak purba ya!!!!!!!, kalo begitu aku juga mau ikutan aahhhhhhhhhh………. salam kenal untuk mas agus, mas budi, ganda wardaya,

  10. kalo bisa jangan hanya video aja ya. tapi seklumit naskah juga perlu untuk referensi,

    semoga saja mp3 terbaru dari lek purba, dgn lakon banjaran dasamuka.
    sebelunya makasih yo lek

    sukses selalu untuk lek Purbo Asmoro dan selelu semangat. wahh weissss, walaaaahh

  11. Sampun pinten-piten dinten kula nyobi ngundhuh Mas Purbo kok kangelan, ee nembe dinten menika saget, ning nggih ngantos ngiler-ngiler saking sangune. Niku mawon nembe pikantuk nomer 2. Lumayan, benjang dipun lajengaken malih.
    Mas Prabu, ngaturaken Sugeng Riyadi, sepinten lepat kula nuwun pangapunten.

  12. Minta ma’af ya, tapi mbok kita semua agak menurut peraturan hak cipta ya……mbok upama saja ijin dimintai dulu dari Ki Purbo Asmoro sebelum video2 yang sebetulnya dijual, seperti Kakrasana itu oleh CHBG Records, begitu di-upload saja. Pasti Ki Purbo tidak masalah (dan sudah saya kasih tahu tentang ini dan memang dia tidak masalah) tapi upama saja paling tidak dikasih tahu, sopan-santun hak cipta begitu saja…

    Tapi silakan menikmati saja, KAKRASANA itu, dan kalau belum jadi pemggemar Ki Purbo di FACEBOOK, silakan daftar hari ini. Tapi sanggit Ki Purbo dalam pentas rekaman itu agak lain dari yang diklip dari WAPEDIA itu…

    Terima kasih,

    asisten Ki Purbo, Kitsie Emerson

  13. Dan ma’af, supaya sangat jelas—CHGB Records yang punya hak penuh dan sudah melewati Ki Purbo Asmoro. Yang saya sedikit mengeluh itu hanya tentang upload di website ini, yang tanpa ketahuan CHGB Records dan tanpa ketahuan Ki Purbo Asmoro. Sebetulnya Ki Purbo tidak mempermasalahkan bahwa ini diupload di sini tapi sebetulnya ada jalur yang lebih enak itu minta ijin dulu—paling tidak sama Ki Purbo Asmoro, tapi sebetulnya harus minta ijin CHGB Records juga……ma’af.

    ____
    Terima kasih atas peringatannya
    niat saya sebenarnya hanya untuk berbagi saja dan nguri-uri budaya wayang kulit yang semakin hari semakin terpinggirkan

    Untuk tidak mengundang polemik, posting tsb saya turunkan saja menunggu perkembangan lebih lanjut

    Mohon maaf sebesar-besarnya atas tindakan saya
    dan saya ucapkan terima kasih

  14. Pak Purba,

    Mohon dapat diinformasikas kapan dan dimana Bapak pentas dalam rangka BIMA SERIES lakon yang terakhir?
    saya hanya mendengar kabar akan dilaksanakan bulan Februari 2010 kapan tepatnya dan tapi dimana tempatnya?

    Terimakasih informasinya.

  15. Pak Purba,

    Mohon dapat diinformasikas kapan dan dimana Bapak pentas dalam rangka BIMA SERIES lakon yang terakhir?
    saya hanya mendengar kabar akan dilaksanakan bulan Februari 2010 kapan tepatnya dan tapi dimana tempatnya?

    Terimakasih informasinya.

    salam lestari budaya jawi

    menur

  16. Bp/Ibu Sekar Menur,

    Saya asisten Ki Purbo Asmoro, dan silakan menjadi FAN Ki Purbo saja Pak/Bu untuk informasi terkini tentang pentas2 dia, di FACEBOOK:

    http://www.facebook.com/home.php?#/pages/Purbo-Asmoro/205388756132?ref=ts

    atau di website Ki Purbo:

    http://www.purboasmoro.com

    Kalau tentang BIMA SERIES belum ada tanggal Pak. Dulu rencanannya Februari memang, tapi kelihatnnya Feb itu akan Pak Hadi Soegito, dan Ki Purbo masih April atau Mei. Maturnuwun sanget

    Kitsie Emerson
    asisten Ki Purbo Asmoro

    1. Dear Mba Kitsie,
      Saya ingin sekali bisa mendapatkan buku “Petunjuk Praktikum Pakeliran Gaya Surakarta” lengkap dengan VCD-nya. Bagaimana caranya ya. Mohon Mba Kitsie bisa membantu.

      Salam hangat
      Ery Setiawan
      HP 08128809863

  17. KPD YTH mas “PRABU” di wayangprabu.com: Anu mas Prabu, jangan salah mengerti maksud saya, dengan komentar tentang Banjaran Kakrasana. Saya kan sudah bilang di atas bahwa Ki Purbo Asmoro sama sekali TIDAK mempermasalahkan upload Kakrasana itu, hanya mbok besok kalau lagi mbok dihubungi dulu, dimintai kesetujuan itu saja, daripada langsung diupload. Saya juga kurang memahami peraturan hak cipta di sini, tapi rekaman itu memang dilindungi hak cipta CHBG Records. Tapi saya kira di sini peraturan seperti itu agak “fluid”, jadi yang penting dari Ki Purbo hanya ada rasa mbok kasihtahu itu saja. Tapi dia sama sekali tidak masalah kalau Kakrasana diupload di sini.
    terima kasih,
    kitsie emerson, asisten Ki Purbo dalam hal2 berhubungan dengan internet

  18. http://www.surveymonkey.com/s/MLFXMSD

    Minta tolong kepada pengamat2 wayang, untuk mengisi survey ini, supaya peneliti Ki Purbo Asmoro bisa mengempulkan data tentang penggemar Ki Purbo. Jawaban anda 100% anonymous, karena ini lewat “survey monkey”. Jawaban2 dikumpulkan tanpa nama diketahui. Terima kasih.
    Kitsie Emerson, asisten Ki Purbo Asmoro

  19. Ternyata penggemar Pak Purbo banyak ya? Termasuk saya, Bagaimana kalau pak Purbo itu punya blog, FB, atau apalah yang bisa saling antar kita berkomunikasi? Gimana bapak., mas-mas?

  20. Ya Pak Tony, memang Ki Purbo Asmoro sejak kemarin Nopember punya halaman FAN di Facebook. Sekarang penggemar di FB sudah mencapai hampir 700 orang.

    Silakan mendaftarkan sebagai FAN. Tetapi mohon ma’af saja, Ki Purbo jarang sekali membuka internet, jadi semua komentar saya ngeprint, dan seminggu-dua minggu sekali saya perlihatkan Ki Purbo. Terima kasih,

    Kitsie Emerson, asal dari Amerika
    asisten Ki Purbo dalam hal2 berhubungan dengan internet/FB/website/email

  21. Pak Purbo…. bpk cukup intelek, kharismatik dan pinter memajukan budaya jawa khusus ringgit purwo.
    bpk saya akui sudah sangat mengagumkan, berhasil…
    Tapi apakah dgn keintelktualan bpk dapat melestarikannya, dgn merekrut, membina generasi muda agar kenal, suka dan cinta thd wayang?
    Ayo pak.. lakukalah. Ini tantangan buat bpk…..
    Kami tunggu apakah bapak bisa berhasil.
    Matur Nuwun,……

  22. SAKSIKAN PERGELARAN WAYANG KULIT SEMALAM SUNTUK DENGAN DALANG KI PURBO ASMORO DI HALAMAN DEPAN KANTOR PUSAT UNIVERSITAS SEBELAS MARET SOLO PADA HARI SABTU TANGGAL 20 MARET 2010. UNTUK PAK PURBO TOLONG DALAM PENTAS NANTI MOHON LEBIH “BERANI” DAN KAMI SUDAH TIDAK SABAR LAGI MENUNGGU HARI SABTU. MATUR NUWUN

  23. Kpd Yth: Bp. “Mastomas” dan juga Bp. Lugiman Alex:

    Saya asisten Ki Purbo Asmoro dalam hal2 terkait dengan internet/email/facebook/website, nama saya Kitsie dan saya asal dari Amerika tapi tinggal di Solo dan Jakarta. Seperti saya sering menulis di sini, untuk dapat info yang paling terkini tentang pentas2 Ki Purbo Asmoro, silakan jadi FAN di Fanpage dia di Facebook:

    http://www.facebook.com/#!/pages/Purbo-Asmoro/205388756132?ref=ts

    atau mengakses website dia:
    http://www.purboasmoro.com

    Dan tentang pentas di UNS, ini informasinya, dan lakonnya nanti “Banjaran DASAMUKA”. terima kasih

    http://www.facebook.com/#!/event.php?eid=361897653199&index=1

    Kitsie Emerson

  24. Terima kasih atas informasi mbak Kitsie, semalam suntuk saya menyaksikan dan menikmati lakon “BANJARAN DOSOMUKO”. Dan tentang survey saya juga telah mengisinya. Saya berharap pak Purbo akan menjadi pengganti pak Anom dan Pak Manteb yang nampaknya sudah mulai memudar ketenarannya, dan itu adalah hal yang lumrah dalam kehidupan. Salam buat mbak Kitsie dan pak Purbo dengan Mayangkoro-nya.

  25. Buat para penggemar wayang kulit, khususnya penggemar Ki Enthus Susmono, ayo ramai-ramai menyaksikan pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono dengan cerita Kumbokarno Leno, pada acara peresmian Masjid Ponpes Nurul Huda di Rumah Makan Nurul Huda, Lemahbang, Sragen, pada hari Jumat (malam Sabtu), tanggal 18 Juni 2010 pukul 20.00. Pondok Pesantren Nurul Huda akan membuat kejutan dengan menampilkan wayang terbesar dan tertinggi di seluruh dunia.

  26. Kitsie Emerson, kalau enggak salah PANJENENGAN juga bisa mendalang ya? waduh…saya jadi malu orang yang punya budaya gak bisa, tapi orang Amerika malah mumpuni! Salut Kitsie Emerson. Beberapa waktu lalu aku membaca kisah Ki Purbo, mulai dari lara lapa hingga beliau jadi seperti ini. Sukses untuk Ki Purbo, aku salah satu penggemarmu. Dulu ketika Ki Purbo belum besar seperti ini pernah mendalang di dusun Wates, Desa Jumantoro,Kec.Jumapolo, Kab.Karanganyar, ketika aku masih remaja. Waktu itu mendalangnya sudah bagus, tidak terlalu pakem, tetapi nilai estetikanya bagus, filosofinya bagus, humornya segar merakyat,sabetannya bagus.
    Harapan saya ke depan mbok Ki Purbo itu pagelaran-pagelarannya di buat vcd, dll kerjasama dengan lokananta, dll sehingga semakin bisa dinikmati masyarakat, termasuk saya. Kan ada royalti juga Ki Purbo?

  27. Nuwun sewu nderek urun rembug, kula salah setunggal penggemar Ki Purbo, bab lakon banjaran Kakrasana janipun mboten wontwn masalah menawi Ki Purbo kersa upload piyambak wonten website ipun dados penggemar panjengan mboten namung dipun paringi jadwal pentas nanging ugi saget nggadhai arsip kangge dipun tingali sewanci wanci.. mugi pun enget kados kula tiyang tebih mboten bakal saget ninggali pentasipun Ki Purbo, menawi badhe mundhut kaset dhateng Solo inggih tangeh lamun kelampahan. Pramila nyuwun khanthi sanget menawi kawratan pun upload wonten mriki kersoa upload wonten website Ki Purbo piyambak, nyuwun pangapunten, mtur nuwun.

  28. mbomenawi para kadang dhalang utawi saking Ki Purba Kagungan koleksi/gembolan lampahan semar ngruwat dewa, mbok kula nyuwun dipun paringi, minimal balugan lampahanipun……………….nuwun.

  29. secara tidak sengaja saya mendapatkan VCD KI Purbo Asmoro dengan lakon BANJARAN KOKOSRONO, WAH..JAN…LUCU, HEBAT….mbok ada kawigaten ya pagelan-pagelaran Pak Purbo, di upload disini, MP3 juga enggak apa-apa… Matur Nuwun Pak Purbo dan Mr. Emerson. JUga Mas Prabu. Salam

    1. Itu sudah ada janji dari Mbak Kitsie untuk memberikan sebagian koleksi dari KPA
      Kita tunggu saja
      Kalau Banjaran Kokrosono ini saya juga ada …. he he he …
      nuwun

  30. Memang betul Mas Prabu, karena Ki Purbo Asmoro begitu terharu dukungan dari penggemar PPW dan wayangprabu.com waktu kemarin di TMII malem 1 Sura itu, dia akan menyumbang satu naskah lengkap dari pentas dia sendiri, dan juga satu rekaman lengkap, semalam suntuk. Kemarin saya terlalu mendahuli di sini nyebut lakon Wahyu Trimanggala, tetapi Ki Purbo sebetulnya ingin menyumbang yang lebih “berbobot”, jadi yang akan diupload lampahan MELIK GENDHONG LALI (yaitu = lampahan Alap2an Sukesi), pentas waktu di Taman Budaya Surakarta tahun 2005 (sebetulnya pas ultah saya…). Dan naskah yang akan diupload yaitu MAKUTHARAMA garap klasik Kraton (sangat lengkap dan klasik), waktu dia pentas di Benawa, Palur, Oktober 2008. Kalau naskahnya masih ada beberapa edit dulusupaya sempurna, baru akan saya upload kira2 2 minggu lagi, kalau pentasnya saya nunggu akir bulan ini pas saya ada di Amerika karena speed internet saya lebih cepat di sana, lebih efisien, ma’af. Tetapi akir bulan Desember sudah akan komplit dua sumbangan itu……maturnuwun dukungan-nya PPW dan wayangprabu.com. Penggemar Facebook Ki Purbo akan mengadakan pentas tgl 22 Januari di Jakarta (tempatnya belum diumumkan, dan lakon juga), dan kalau ingin bergabung dengan acara ini, nanti ada kabar caranya bagaimana.

    maturnuwun,
    dari saya,
    Kitsie Emerson
    (asisten Ki Purbo dalam hal2 terkait dengan internet dan internasional)

    1. Dear Nyi Kitsie

      Dan naskah yang akan diupload yaitu MAKUTHARAMA garap klasik Kraton (sangat lengkap dan klasik).
      Classic 1. (adj) typical: 2. of very high quality; work of art, book, of a high quality listing value; 3. literature of ancient Greece and Rome.
      Dalam bayangan saya, lakon dengan garap klasik yang akan di unggah Ms Kitsie, adalah garapan yang memenuhi kaidah urutan babak dalam pertunjukan wayang kulit purwa (gaya Surakarta), seperti yang pernah saya tulis dalam judul Filosofi Pagelaran Wayang dalam Hubungannya Dengan Tahapan Hidup Manusia, http://wayangprabu.com/2010/06/07/filosofi-pagelaran-wayang-dalam-hubungannya-dengan-tahapan-hidup-manusia/. Dan tentunya tanpa limbukan dan gara gara yang berlarut larut.
      Atau dalam angan angan saya bila nanti menikmati unduhan itu, garap klasik itu tidak jauh jauh dari angan saya ketika saya teggelam dalam nikmatnya membaca Pedhalangan Jangkep Makutharama yang dianggit oleh Ki Siswoharsoyo. http://www.4shared.com/file/136137400/38e3bf9a/Makutarama_01_59.html.
      Tidak sabar rasanya menunggu waktu yang dijanjikan, sehingga dapat menikmati suguhan: of a very high quality work of art.
      Correct Me If I Wrong ya Nyi.

      Nuwun.

    2. Katur mbak Kitsie, matur nuwun sanget dumateng kawigatosan panjenengan ing blog meniko tuwin PPW. Mugi2 Ki Purbo tansah manggihi rahayu lan sukses selalu katur njenengan ugi. Lan kula tengga janjinipun…..

  31. Dear MasPatikrajaDewaku:

    Terima kasih, dan saya akan mencoba membalas sebaik bisa tetapi ini memang bukan hal yang gampang ya Mas? Naskah tersebut, yang transkripsi pentas hidup MAKUTHARAMA yang direkam kemarin Okt 2008 di Benawa, Palur, Solo, saya namakan “klasik” bukan dalam arti yang dicuplik tadi dari bahasa Inggris Mas, ma’af. Memang banyak istilah yang dipinjam antara bahasa mana saja, habis dipinjam konotasinya agak berbeda. Maka saya tidak eca “classic” tadi, tetapi “klasik” karena maksud saya dalam arti yang dipakai di pedalangan secara umum.

    Pentas Ki Purbo Asmoro tersebut (naskah dibuat dari pentas itu) memang direkam waktu itu kusus dengan tujuan menggambarkan berbedaan antara gaya enem macam yang semua sekarang sering kita ketemu di Solo: garap “klasik Kraton” (Radyapustaka atau PDMN), gaya “klasik dhusun” (Klatenan atau Wonogiri-an, atau Gombang-an, dll), gaya garapan “modern” sedalu (yang memakai misalnya prolog/flashback/gabungan lakon/janturan poesi yang ditulis dhalangnya sendiri, iringan garapan, dll), gaya padhat (pendek tetapi garap), gaya ringkas (hanya pendek tetapi tidak dirubah dari tradisi–bukan garapan modern), dan gaya “hura2/hiburan thok” (yang memakai pelawak, campursari, dll).

    Pentas yang direkam waktu itu disponsori Yayasan Lontar, yang akan cethak proyek tahun depan dengan rekaman MAKUTHARAMA dalam tiga gaya (klasik Kraton, garapan sedalu, padhat) dan satu lakon lagi (SESAJI RAJA SUYA) direkam klasik dhusun, garapan sedalu, padhat. Ki Purbo Asmoro dhalangnya, Mayangkara karawitan-nya, dan semua rekaman dilakukan dalam satu tahun, supaya tidak dipengaruhi trend2/”fashion of the times”, tetapi semua dari satu “era”.

    Dalam MAKUTHARAMA gaya klasik Kraton tersebut, Ki Purbo Asmoro berusaha sebaik bisa untuk meniru gaya klasik, semampu dia. Memang dia nyuplik sebetulnya, beberapa janturan dari buku yang anda nyebut itu tadi dari Ki Siswoharsoyo, dan dia juga nyuplik janturan dan pocapan dari beberapa sumber lainnya, juga ada yang diracik sendiri dengan gaya klasik.

    Memang istilah pentas “klasik” sulit sekali dibahas. Sebelum pentas MAKUTHARAMA tersebut, Lontar mengadakan seminar kecil dengan Dr. Rahayu Supanggah, Ki Trsituti, Ki Saguh, Ki Toto Atmojo, Ki Bambang Soewarno, Ki Bambang Murtiyoso, Ki Purbo Asmoro, dan beberapa sumber lain. Ada beberapa istilah yang muncul dari seminar itu: apa di katakan “klasik” atau “tradisi”, “konvensi” atau bagaimana. Saya kurang cocog semua karena semua pinjaman dari bahasa Inggris! Tapi saya kira semua itu hanya “semantics” ya? Yang penting isinya. Ya coba nanti Mas, panjenengan nanti puas atau tidak, dan pentasnya sesuai harapan atau tidak, tetapi itulah–usaha kami kemarin dengan Yayasan Lontar. memang tidak pakai blencong, memang memakai Limbukan dan Gara-gara pendek (tetapi isinya hanya filsafat dari dhalang, dan 1-2 jineman), tetapi itulah, coba dibaca besok.

    terima kasih

    Kitsie Emerson

    1. Dear mBak Kitsie (kali ini pakai mBak saja ya) ;)

      Makin penasaran saya dengan paparan apa itu “garap klasik” yang mBak Kitsie sampaikan. Saya sangat setuju dengan betapa luasnya arti klasik yang sepertinya sulit dicari padanankata-nya dalam menggambarkan garapan pentas dengan nuansa seperti mBak Kitsie sebutkan. Tetapi paling tidak istilah “classic” itu mendekati. Saya faham dengan uraian yang mBak sampaikan.

      Tentunya “sharing” nanti akan memperkaya pengetahuan para “kadang” penggemar wayang tentang detail bagaimanakan sebetulnya garap klasik dari enam macam aliran gaya Surakarta. Sungguh saya (yang lahir dan dibesarkan di tlatah Banyumas) ingin mengetahui detail itu. Kedalaman pengetahuan pedalangan dan luasnya wawasan oleh sebab latar belakang akademik Ki Purbo pasti akan memperkaya pengetahuan penggemar wayang. Dan bagi saya, rasa puas memang relative.

      Tidak pakai “blencong” memang harus, dan tidak mengurangi arti klasik. Bahkan penggunaan teknologi pencahayaan yang tidak menghasilkan panas berlebihan dan dari titik pencahayan yang kecil, tetapi intensitasnya tinggi dan fokus, akan memudahkan penempatan titik cahaya sedekat mungkin dengan kepala dalang. Keuntungannya ada dua, yaitu tidak mengganggu kenikmatan menonton dari belakang dalang karena tidak terhalang oleh besarnya “reflector”, keduanya, akan menyebabkan bayangan dibelakang layar mendekati utuh, oleh sebab “distorsi geometri” dan “palemahan” wayang terlihat lebih baik.
      Untuk audio malah sedapat mungkin memanfaatkan teknologi audio mutakhir, paling tidak format “stereo” bila tidak dengan format 5.1. Yang ini IMHO lho mBak. :)

      Matur nuwun, sangat ditunggu sharingnya.

  32. Mas Prabu….dari diskusi yang aku ikuti di depan-depan tadi kok ada janji mau upload lakon Pak Purbo lagi disamping yang sudah Bimo Bumbu, mana ya janjinya, he,,,he,…he… Mbak Kitsie Emerson mana janjimu? Ini penggemar Pak Purbo uah gak tahan tahu? Entar di pintu surga tanyain lho, oleh malaikat….suruh hidup lagi lho…kirim upload mp3 Pak Purbo sebelum boleh masuk surga, he….he…he….. Matur Nuwun , berkah Dalem Gusti. Met tahun baru.

    1. Waah Mas FX Sutono ketinggalan kereta nih, sekarang harus dikasih sangsi, harus mundhut kalender PPW 2011, hayooo…….he…..he……, menawi badhe mundhut kalender ampun dumateng mbak Kitsie njih, dumateng Milis PPW lho.

  33. Minta ma’af Bp. “Ex Sutono” sudah seminggu ada upload lakon Melik nggendhong Lali (Alap-alapan Sukesi), gaya garapan sedalu, lan juga naskah transkript pentas “live” Makutharama, gaya garapan klasik. Silakan llihat posting yang paling atas dari mas prabu dan pk edy listanto, di halaman Ki purbo Asmoro, atau “search” purbo Asmoro di situs wayangprabu. Sudah seminggu yang lalu Pak.nuwun

  34. Mbak Kitsie…matur nuwun infonya…waduh ketinggalan kereta, ha,…ha…ha…, makasih juga info pagelarannya di Unv.Krisnadwipayana, tgl 22 Jan 2011 nanti., juga sudah di iklankan di Radio Safari (Radio Jawa) Jakarta. Thanks, Mrs. Kitsie.
    Sukses selalu.

  35. pk purbo kulo ngevans sangett kalih pnjengan,, kulo gadhah cita – cita dados dhalang putri ingkng kondhang,, kulo nyuwun pangestune…

  36. sederek sedoyo bade tanglet nek ajeng tumbas kaset or cd wayang kulit ki purbo asmoro teng daerah depok dan sekitarnya kiro2 wonten pundi?

  37. salut pak purbo, saya suka seni pedalangan bapak. kalau ada rejeki saya ingin bapak ndalang kerumah saya.

  38. Bagamana yo caranya mendapatkan copy kassete, atau VCD atau DVD-nya Mas Purbo? Dalam lakon Semar Lahir tanyangan rekaman di RKM Jakarta minggu lalu. Jian manteb banget isine. Suwun yg gelem share / info-nya

  39. Asalamu alaikum pak purbo, kulo anggota keluarga pule, njaten.mugi pak purbo sekeluarga sehat terus.

  40. Mas Purbo , saya penggemar panjenengan.. Kalau diperkenankan saya sangat kepingin mendapatkan rekaman pagelaran panjenengan dengan lakon ” BANJARAN BARGAWA “. Karena dramatisasi yang panjenengan suguhkan dalam cerita itu begitu sangat menyentuh… Mohon kalau ada untuk berkenan meng-upload baik video atau mp-3 nya…Matur nuwun.

  41. Salut pada KPA (Ki Purbo Asmoro). Hampir setiap saya lembur dimalam hari, saya selalu ditemani oleh beliau lewat tayangan wayang kulit di You Tube. Saya memang tidak men-downLoad tapi saya putar langsung. Beberapa diantaranya malah saya putar berulang-ulang. Salah satu yang saya kagumi pada beliau, setiap mendalang, seolah hilang yang namanya KPA, berganti dengan lakon dan tokoh yang dimainkan. KPA memang joooossssss gandooosssss. Kapan mendalang diwilayah Boja, Kendal lagi. Dulu pernah di Meteseh Boja. Tak tunggu lo pak. Nwn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: