KES-Ki Enthus Susmono

enthus-susmono

Audio pagelaran wayang oleh Ki Enthus Susmono :

  1. Bimo Kurdho (Pandu Swargo)
  2. Wisanggeni Lahir
  3. KES Rama Tambak
  4. KES : Mustika Merah Delima (Wayang Golek)
  5. KES Parikesit Dadi Ratu
  6. KES Parikesit Dadi Ratu
  7. KES Hanoman Maneges
  8. JTV 1 Jam Wayang
  9. KES Bimo Bungkus
  10. KES SESAJI ROJOSUYO
  11. KES LAKON PETRUK DADI RATU
  12. KES MA’RIFAT DEWA RUCI (AUDIO)
  13. KES CUPLIKAN GORO – GORO SEMAR WIRID
  14. KES PARTO KROMO LIVE
  15. Sugriwa Subali

Video pagelaran wayang oleh Ki Enthus Susmono :

  1. KES Wisanggeni Lahir Video
  2. KES Mustika Merah Delima MP4
  3. KES Parikesit Dadi Ratu Video
  4. Video KES Hanoman Maneges
  5. VIDEO KES BIMO BUNGKUS
  6. Video KES Mustika Merah Delima
  7. Video KES – Petruk Dadi Ratu (Utuh)
  8. Video KES Sesaji Raja Suya
  9. Video KES “Karno Tanding”
  10. Ki Enthus Susmono : Dewa Ruci (Video)
  11. Video KES “Arjuna Krama”
  12. Video KES “Sang Baladewa”
  13. Video KES “Anoman Maneges”
  14. Video KES “Kumbakarna Gugur”
  15. Video 3 Dalang “Petruk Dukun”
  16. Video KES “Bimo Bungkus”
  17. Video KES “Lupit Ngaji”
  18. Video KES – Lupit Ngaji (Utuh)
  19. Video KES : Pandawa Labuh

tug-of-war1

ENTHUS SOESMONO, (1966 –  ), lahir pada Selasa Legi, tanggal 21 Juni 1966 di Desa Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Ia adalah anak satu-satunya Soemarjadihardja, dalang wayang golek terkenal di Tegal, dengan istri ketiga yang bernama Tarminah.Sejak berumur 5 tahun ia telah sering mengikuti pentas ayahnya. Oleh karena itu ia sangat akrab dengan dunia pedalangan. Kesukaannya menggambar, menatah dan mewarnai (nyungging) wayang kulit  menghasilkan karya pertama tokoh Indrajid, yang dikerjakan pada saat ia duduk di kelas IV SD. Setelah sekolah di SMP Negeri 1 Tegal (1979-1981) ia mulai menekuni karawitan secara metodik, yang diasuh oleh dua orang guru keseniannya, Mawardi dan Prasetyo. Ketrampilannya menabuh gamelan itu kemudian digunakan untuk melatih rekan-rekan di SMA Negeri 1 Tegal (1982-1985), yang semula tidak pernah mendapat kegiatan ekstrakurikuler karawitan karena tidak mempunyai grup musik yang merupakan kolaborasi antara karawitan dan band.

Kemampuan pedalangannya tidak didapat dari lembaga pendidikan formal seperti SMKI, kursus pedalangan, maupun pelajaran ayahnya, tetapi karena ia sering mengikuti pentas ayahnya dan jeli mengamati sajian pakeliran para dalang lain. Hampir setiap ada pertunjukan wayang di daerahnya selalu disaksikan. Selain itu ia juga berlatih secara serius kepada Sugino Siswotjarito (Banyumas) dan Ki Gunawan Suwati (Slawi), aktif mendengarkan kaset komersial rekaman pakeliran Ki Nartosabdo (Semarang) dan Ki anom suroto (Surakarta), serta sering menyaksikan para dosen ASKI Surakarta  yang sedang memberikan materi kuliah praktik pedalangan di Kampus ASKI, Sasonomulyo Keraton Surakarta (1982-1983)
Keinginan tampil sebagai dalang wayang kulit purwa tidak dapat dicegah ketika kelas dua SMA, di sekolahnya ada acara lustrum kelima SMA Negeri 1 Tegal, yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 1983. Pada saat itu ia menyajikan pakeliran ringkas selama 4 jam dengan lakon Gatutkaca Winisudha, yang diiringi kolaborasi karawitan dan band oleh rekan-rekan SMA-nya. Ia menekuni pedalangan sebagai profesi karena terpaksa harus menggantikan peran ayahnya yang telah meninggal dunia pada 10 Februari 1984. saat itu ayahnya banyak meninggalkan job pentas yang belum sempat dilaksanakan, sementara uang muka sudah terlanjur diterima oleh ibunya. Oleh karena itu dengan berbekal keberanian ia menggantikan peran ayahnya sebagai dalang wayang golek. Sejak itu profesi sebagai dalang merupakan penyangga kebutuhan hidup bersama ibunya. Oleh karena itu ia mulai giat berlatih dan mencari kiat-kiat yang belum pernah ditampilkan dalam pakeliran wayang kulit maupun golek.

Pada tahun 1984 ia mengikuti lomba pakeliran padat dalang remaja se-Jawa Tengah di Klaten, sebagai wakil Kabupaten Tegal, dengan menyajikan lakon Brajadenta mBalela. Dalam lomba tersebut ia hanya mampu meraih Juara harapan II. Namun demikian kegagalannya itu tidak membunuh keinginanya menjadi dalang, sebaiknya justru sebagai peringatan untuk lebih giat berlatih. Ia menjadi semakin aktif datang ke kampus ASKI Surakarta serta minta saran, pendapat, bahkan contoh-contoh teknik pakeliran yang baik kepada Ki Manteb Soedarsono.

Mengembara

Setelah lulus SMA Enthus tidak dapat melanjutkan kuliah karena tidak mempunyai biaya. Pada saat itu keluarganya hidup dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan sesuai dengan harapan almarhum ayahnya, ia mendaftarkan diri menjadi polisi. Namun tidak diterima karena ia dianggap tidak bersih lingkungan; pada waktu itu kakak sulungnya, darjoprayitno, baru bebas dari Nusakambangan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia bekerja menjadi penyiar selkaligus penata musik dan pemain teater di RSPD Tegal merangkap sebagai penyiar radio Anita Tegal. Namun ternyata hal tersebut belum mencukupi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu ia mencari pekerjaan tambahan sebagai buruh. Natah dan nyungging wayang golek di berbagai tempat dalang wayang golek yang memerlukan jasanya.

Untuk memperbaiki kehidupannya, pada setiap malam ia selalu menyempatkan diri untuk belajar Alqur’an dan berdiskusi tentang ilmu agama. Disamping itu ia juga sering meminta bimbingan para kyai di berbagai pondok pesantren.

Mulai Terkenal

Pada tahun 1988 ia mengikuti lagi lomba pakeliran padat se-Jawa Tengah, dengan menyajikan lakon Ciptoning karya Bambang suwarno. Dalam lomba tersebut ia berhasil meraih Juara I sekaligus dalang Favorit. Keberhasilannya meraih juara pada lomba pakeliran padat etrsebut mampu mengangkat namanya ke lingkup yang lebih lus, kemampuannya sebagai dalang wayang kulit menjadi dikenal masyarakat terutama di wilayah pantai utara Jawa Tengah.

Ketika karier pedalangan Ki Manteb Soedarsono mulai dikenal dikalangan yang lebih luas dan menempati posisi sejajar dengan Ki Anom Suroto, Enthus Susmono berupaya dapat meniru berbagai aspek pakelirannya. Maka setiap Manteb Soedarsono pentas selalu dilihat dan diperhatikan. Hampir semua aspek pakeliran khas manteb Soedarsono, baik sabet, gaya bahasa bahwan warna suara, ditirunya semirip mungkin. Khusus sabet yang menggarap aspek bayangan, banyak mengacu pada gaya sabet bambang suwarno (dosen STSI Surakarta) yang dikenal dengan sabet pakeliran padat, sedangkan sabet peperangan mengacu gaya sabet Ki Mulyanto mangkudarsono (Sragen) yang lebih dikenal dengan sabet gaya Sragenan. Namun demikian bagi Enthus Susmono, hanya bambang Suwarno dan Manteb Soedarsono yang dianggap sebagai guru serba paling besar pengaruhnya terhadap nuansa pakelirannya. Bahkan model figur-figur wayangnya pun, terutama wayang-wayang desain baru banyak mengacu dari figur-figur wayang karya bambang Suwarno dan Manteb Soedarsono. Model figur-figur kayon mengacu dari karya dan koleksi bambang Suwarno, sedangkan model wayang setanan dan para raksasa mengacu dari koleksi Manteb Soedarsono.

Perkawinan

Pada tahun 1990 ia kawin dengan gadis pilihannya sendiri, Romiyati, menurunkan dua anak laki-laki: Firman Jendra Satria  dan Firman Haryo Susilo. Mereka menempati rumah peninggalan ayahnya, Soemarjadihardja, di Desa Damyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Namun perkawinannya tersebut hanya berjalan lima tahun. Setelah dua tahun menduda, pada tahun 1997 ia kawin dengan Nurlaela, anak perempuan Sukiman Tamid, guru spiritualnya. Perkawinannya itu tanpa diawali proses pacaran sebagaimana layaknya  orang akan berumah tangga. Ia mempunyai konsep bahwa cinta akan tumbuh seiring waktu berjalan. Perkawinannya yang kedua itu menurunkan seorang anak perempuan bernama firman Nurjannah, bahkan saat ini istrinya sedang mengandung anak kedua. Mereka tinggal serumah dengan Sukiman Tamid, di jalan Prajasumarta II, Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Kariernya sebagai dalang mulai menanjak setelah ia sering tampil dalam pertunjukan wayang kulit dua layar yang diselenggarakan oleh PANTAP dan ditayangkan langsung oleh TVRI Stasiun Semarang dari halaman kantor Sekwilda Jawa Tengah di Semarang (1994-1998)

Desainer wayang

Perhatiannya pada sarana utama pakeliran (wayang0 cukup besar. Ia tidak cukup puas dengan figur-figur wayang yang sudah ada, sehingga berusaha mengembangkan figur wayang tradisi dan atau menciptakan desain baru. Penciptaan tokoh-tokoh  masa kini dalam wayangnya  adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan wayang pada generasi muda. Sebab tokoh-tokoh pewayangan seperti Werkudara, Gatutkaca, dan Arjuna mulai terdesak oleh ahdirnya tokoh-tokoh fiktif dari luar budaya Nusantara seperti supermen, Doraemon, Ninja Boy, dan Shinchan. Dengan diciptakan tokoh-tokoh fiktif masa kini dalam bentuk wayang kulit, maka anak-anak akan senang melihat wayang dan setelah itu mereka baru digiring penghayatannya pada karakteristik wayang yang sesungguhnya.

Wayang-wayang baru kreasinyanya tersebut digambar sendri sedangkan pemahatannta dan pewarnaannya dibantu oleh tiga orang penatah dan empat orang penyungging, yang berasal dari daerah Sukoharjo dan Klaten. Sampai saat ini ia telah menyelesaikan hampir 100 buah wayang kreasi serta memiliki sebelas kothak wayang dengan berbagai gaya dan tipe, wayang kulit gaya Kedu, wayang Kulit gaya Cirebon, dan wayang golek Cepak. Wayang-wayang produksinya itu disamping untuk emmenuhi kebutuhan pentas juga sebagai barang dagangan. Diantara karya-karyanya antara lain

  1. Kayon Ganesha 1998
  2. Kayon hawa Bayu 1999
  3. Kayon Masjid 2000
  4. Kayon ganesha Kecil 2000
  5. Kayon Liong 2000
  6. Kayon Loteng 2001
  7. Supermen 1996
  8. Gathutkaca Terbang 1996
  9. Batman 1996
  10. Satria Baja Hitam 1996
  11. Sumo 1996
  12. Alien 1998
  13. Dasamuka 1998
  14. Indrajid 1998
  15. Patih dan Tumenggung 1998
  16. Panakawan Planet 1999
  17. Yuyu Rumpung 1999
  18. Kreta Jaladara 1999
  19. Kreta Jatisura 1999
  20. Liong 1999
  21. Limbuk dan Suaminya 1999
  22. Baris Kampak 1999
  23. Ampyak Jaran 2000
  24. Osama Bin Laden 2001
  25. George Bush 2001
  26. Panakawan Teletubbies 2001
  27. Togog dan Bilung 2002
  28. Pandawa 2002
  29. Pendhita Wungkuk 2002
  30. Bathara kala 2002
  31. Kayon Planet

Tetap mengkritik dan Urakan

Unthus Susmono sebagai dalang sangat sadar bahwa kemampuan pedalangannya diutamakan untuk sumber kehidupannya. Oleh karena itu ia tidak pernah menolak untuk diundang pentas siapapun dan golongan atau partai apa pun. Meskipun demikian ia tetap konsisten pada misinya, yakni sebagai pengontrol sosial, sehingga ia tetap menyampaikan kritik kepada siapapun, baik eksekutif, legislatif , pejabat partai, maupun masyarakat umum. Selain itu gaya urakan tetap dipertahankan sebagai khs pedalangnannya, meskipun hal itu sering mendapat hujatan dari berbagai pihak.

http://sudarjanto.multiply.com/journal/item/311/ENTHUS_SOESMONO

43 thoughts on “KES-Ki Enthus Susmono”

  1. MAJU TERUS THUS EH . . . . . . MAS ENTHUS, JANGAN TAKUT HUJATAN. MBAH NARTO DULU AWAL-AWALNYA JUGA DIHUJAT, BAHKAN DIHUJAT OLEH PARA EMPU YANG BENAR-BENAR TAU MASALAH PEDALANGAN/KARAWITAN, SEDANGKAN YANG MENGHUJAT MAS ENTHUS KEBANYAKAN CUMA SESAMA DALANG YANG NAMPAKNYA ADA RASA IRI KARENA SETIAP PERTUNJUKAN MAS ENTHUS PENONTONNYA MELUAP MBLUDAG LUAR BIASA, MELEBIHI PENONTON SHOW NDHANG DHUTAN

  2. Ki Entus Kapan Mean Ke Indramayu lagi….Saya sebagai pemuda Baru Menyukai wayang Saat Ki Entus Maen Wayang Dengan Ki anom Rusdi..Di alun – Alun Indramayu beberapa tahun yang lalu?

  3. mas Enthus kapan main di wilayah Pati, wis tunggu lhooo!
    Dari Wong Pati Aslii sing seneng wayang Mas Enthus sing Gantheng lan Gagah Perkoso. SEkti mondro guno aku seneng nek joget musuh karo buto sing paling gedhe. duwe sing luwih gedhe meneh opo ora, soale aku tahu deleng ono buta luwih gedhe tinimbang butane mas Enthus.

  4. mas isa nyuwun tulung dicopi ning dvd?aku download saka 4shared gagal terus.menawa ana biaya ne mengko aku ganti mas
    suwun

  5. Mas Enthus Susmono, saya penggemar wayang kulit dan kebetulan sedang tugas di Lebanon dalam rangka mengemban misi perdamaian PBB, saya buka internet menyaksikan wayang kulit yang merupakan budaya jawa yang adi luhung. Mari kita LESTARIKAN.

  6. Wayang kulit kini merupakan media untuk membangun moral bangsa, mengkritik kinerja pemerintah, tentunya yang mengkritik juga mampu dijadikan suri tauladan kalau tidak akan bergeser nilai-nilai dan filosofi yang terkandung dalam pertunjukan seni wayang kulit tersebut. Teruskan Mas dan saya bangga.

  7. Really new to this thing, still learning about this thing. This is a excellent thing that my friend recommended to me, I never getting involved with it but soon will be, thanks! :)

  8. om entus tambahkan kreasinya dan kalau tempahan taripnya jangan terlalu mahal padahal banyak kalangan masyarakat bawah banyak yang senang dengan wayang kreasi om entus.brafo om entus semoga tambah jaya!!!!!!!!!!!!!!!

  9. SEMAKIN TINGGI POHON … SEMAKIN KUAT HEMBUSAN ANGIN …. NAMUN JIKA AKAR POHON ITU KUAT MENCENGKERAM BUMI … POHON ITU AKAN TETAP TEGAP BERDIRI …. DAN POHON ITU ADALAH KI ENTHUS ….

  10. pundi koleksi lintunipun saking ki entus mas?kulo rantos

    ___
    Insya allah menawi pikantuk malih
    Radi susah madosi koleksi Ki Enthus
    Matur nuwun

  11. pak saya dalang cilik(SD kls 3 umur 9) dari Malang JaTim trus saya mau kepinggiin mau ketegal tapi blm punya uang. pak sampean punya alamat facebook gak?dari ki Yudhistra mohon di jawab

  12. pak saya dalang cilik(SD kls 3 umur 9) dari Malang JaTim trus saya mau kepinggiin mau ketegal tapi blm punya uang. pak sampean punya alamat facebook gak?dari ki Yudhistra

    ___
    Monggo kangge ingkang kagungan info tentang Ki Enthus, saget diinfokan kagem Dalang Cilik Ki Yudhistira ini
    Matur nuwun

    1. (dalang_enthus@yahoo.com )

      nh email ki enthus susmono
      facebook/dalang ki enthus susmono

      0816667719 HP

  13. Ayo saksikan malam ini pagelaran wayang kulit kolaborasi dg kethoprak humor dan ,campursari ….hari ini 17 april 2010 di lapangan sido bandung kec.balen bojonegoro jam 7 malam …bersama dalang ki hadi sukoco……bintang tamu penyiar radio istana 95 fm bojonegoro , dimas banu asmoro, bagong istana,srintil,dan seniman kethoprak satrio budoyo…..dan acara ini disiarkan langsung oleh 95fm istana radio bojonegoro……

  14. Buat Ki Yudhistira dan penggemar Ki Enthus, ayo ramai-ramai menyaksikan pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono dengan cerita Kumbokarno Leno, pada acara peresmian Masjid Ponpes Nurul Huda di Rumah Makan Nurul Huda, Lemahbang, Sragen, pada hari Jumat (malam Sabtu), tanggal 18 Juni 2010 pukul 20.00. Buat dik Yudhistira, bisa nabung dulu untuk naik bis ke Sragen nanti pulangnya saya yang nyangoni buat naik bis

  15. awan mbengi anakku nglewihi anake mas kentus dolanane wayang…..
    penggemar berat wayang kulite mas entus susmono…

  16. Assalamu’alaikum … Kakang Mas Ki Entus Susmono..
    Lestarikan terus kebudayaan kita, jangan smp surut’
    Kiprah kakang , Dakwah Seni Kakang sangat dibutuhkan
    oleh generasi penerus dan Penggemar beratnya.

    Saya sangat meng Idolakan Kakang krn Dalang UNIK penuh KREATIF dan INOVATIF , shg tdk membosankan.

    Pokoknya……… Top Markotop !
    Bravooooo Ki Entus Susmono

  17. Saya senang gaya mendalang Mas Enthus yang mampu mengisi pakelirannya dengan roh keagamaan dan media untuk mendidik rakyat dalam demokrasi dan lain 2. Kapan show di Jombang mas. Saya nggak pernah nonton show Mas Enthus secara langsung. Semoga dengan hadirnya Mas Enthus generasi muda dari berbagai golongan suka pada wayang yang adi luhung ini.

  18. Kang Enthus,saya pengagum sampeyan tapi kok tarifnya mahal amat,lha kapan wong cilik bisa nanggap….

  19. SAKSIKAN PERGELARAN WAYANG KULIT SEMALAM SUNTUK DENGAN DALANG KI ENTHUS SUSMONO DENGAN CERITA KUMBOKARNO LENO BERTEMPAT DI RUMAH MAKAN NURUL HUDA JALAN RAYA SRAGEN NGAWI LEMAH BANG PADA HARI JUM’AT TANGGAL 18 JUNI 2010 MULAI PUKUL 21.00. KI ENTHUS AKAN MENAMPILKAN WAYANG KUMBOKARNO MILIK RUMAH MAKAN NURUL HUDA DENGAN UKURAN TINGGI 178 CM. DIJAMIN PASTI HEBOH . . .. . .

  20. Kalau tidak salah Ki Enthus sempat mengedarkan album pentasnya yang berjudul KUMBOKARNO GUGUR yang dipentaskan di kantor PC. NU Kab. Tegal.

    Dan sempat juga pentas wayang golek yang memainkan lakon LUPT NGAJI di kelurahan kagok tegal & MUSTIKA MERAH DELIMA di desa kendal serut tegal.

    Seharusnya bukan cuma wayang kulit saja , wayang golek tegalan juga budaya jawa kan ?
    Di tegal album-album semacam itu sangat laris dan jadi bahan incaran stasiun radio yang menyiarkan acara wayangan.

  21. Salut kalih panjeneganipun mas enthus..jarene saniki badhe nyalon bupati nggih.kulo sbg tiang tegal ndukung sanget panjenegan

  22. pak, niki mp3 ne teng 4shared sedoyo to? internet kulo lemot downloade gagal2 trus niki saking 4shared. nopo mboten wonteng ingkang teng mediafire nopo?

    1. Mas Doni, sebagian ada yang menggunakan mediafire, tetapi tidak di dua tempat (maksudnya untuk satu judul tdk menggunakan 4shared dan juga mediafire).

  23. WORO-WORO jangan lupa konco-konco Tanggal 24 Juni 2011
    Ki Enthus Susmono Tampil di Lapangan Blok S Jakarta Selatan …………..
    SUKSES SLALU ABAH ENTHUS DAN KONCO-KONCO

  24. Adegan “BEBODORAN” yang menyanyikan lagu ” Udud Dulu” harus di upload. Soalnya adegan BEBODORAN tersebut sangatlah lucu dan mengundang tawa… ( Terima Kasih Banyak… Joe IdiOt, Talang, Tegal, Jawa Tengah )

  25. Sekadar informasi untuk penggemar Ki Enthus Susmono malam satu suro (27 Nopember 2011: Sabtu malam Minggu) di DPR/MPR akan tampil di sana “tanggapan ‘ Bapak Taufik Kemas. Untuk teman-teman penggemar Gagrak Surakarta, menurut informasi dari Radio Safari Jakarta 3 Desember 2011 ada Ki Kuntadi, dgn bintang tamu Suyahni di Lapangan Parkir Kementrian Pekarjaan Umum, Jln.Patimura, Belakang MABES POLRI, Kebayoran Baru, JAKSEL.

  26. Mbah enthus, sekali – kali maen wayang yang dang dampyak owh…. loken asal muasale mbah enthus ora di tanggapna wayang…..

    wong dampyak
    08156910891

  27. Mohon dikasih contak percon ki dalang entus karena kami ingin kehadiranya dikota malang untuk mengisi pengajian dlm rangka halal bihalal thn depan

  28. Pak Enthus main di Indosiar lagi dong! Kangen aku! ku penggemar berat’e Ki Enthus!
    Kalau dah main ku kasuh tau jadwalnya ya.

  29. ms entus aq sdh kangen lgi lho,msh inget ga wktu di undang di bp sunarto bulak paren/bulakamba/brebes.,kta sempet foto bareng..stelah selesai pertunjukan wyg golek’y..

  30. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
    Untuk semua penggemar Ki Enthus Susmono
    Di Seluruh Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

%d bloggers like this: