Derita tak berujung Shinta (6)


shinta

Menangis sedih Rekyan Shinta mengenang ayahnya nan jauh di Mantili. Ingin rasanya saat ini duduk bersimpuh di kaki ayahnya yang sangat lembut dan bijak mengasihinya. Ingin rasanya dia merasakan damai dalam pelukan ibunya dan merasakan getar kasih sayang yang sejati kala tangan lembut sang ibu membelainya. Namun ia kemudian tersadar bahwa semua keinginan tadi hanyalah godaan agar dia terbuai dalam bayangan semu belaka. Yang dihadapinya kini adalah saat ini ! Di hutan ini ! Bersendiri dalam suasana sepi mencekam dan gelap pekat lantaran bintang gemintang dan dan Sang Chandra tertutup oleh lebatnya hutan.

Sungguh betapa berat takdir yang disandangnya, namun Sang Putri telah sadar bahwa mengenang segala keindahan yang diinginkan, saat ini adalah perbuatan yang tak berguna dan membuang-buang waktu. Yang haruslah dilakukan saat ini adalah meminta pertolongan Sang Pencipta Alam Semesta dan berharap petunjuk dan Ilham yang bakal menerangi jalan yang bakal ditempuh selanjutnya.

Maka berbenahlah Dewi Shinta menuju kepada Tuhannya. Dimeramkan matanya dan selintas seolah terdengar jelas, sosok Sang Janaka berkata kata lembut

“Petunjuk atau ilham tidak kasat mata, tidak bisa dilihat dan dirasakan oleh panca indra manusia. Ilham merupakan wujud kelimpahan rahmat dan pencerahan Tuhan kepada seseorang sehingga orang yang menerimanya dikatakan hidupnya akan sejahtera lahir dan batin. Ilham dimaknai akan mampu merubah sikap dan watak seseorang mengarah kepada kebaikan, kesuksesan, dan kemasyhuran yang berguna bagi sesama. Namun perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya, perubahan tersebut merupakan hasil dari sebuah laku, sebuah olah batin. Laku batin yang dapat engkau perbuat adalah dengan bertapa, berpuasa, berpantang, mengurangi tidur, mengurangi keinginan-keinginan duniawi, melakukan perjalanan spiritual dan sebagainya. Itu semua merupakan wujud kesungguhan dari usaha manusia dalam mendapatkan apa yang diinginkan dan dicita-citakan”

Seperti didengarnya lagi

“Ketika batin seseorang tunduk dan bergerak dengan dibarengi laku, maka bakal menimbulkan energi berkekuatan magnet yang mampu menarik dan menyerap energi alam semesta. Semakin intens laku batin seseorang, maka akan semakin cepat putaran yang digerakkan hingga akan semakin kuat pula daya magnetisnya dalam menyedot energi alam semesta. Maka jalankanlah laku itu dengan engkau bertapa dan mengheningkan cipta seraya berharap berkah Tuhan dapat engkau raih”

Semakin mantab Sang Putri terbuai dalam nikmatnya bersapa dengan Yang Maha Agung. Semakin tenang jiwa dirasakan, tak ingat lagi bahwa saat itu dia tengah berada di hutan di tengah malam bersendirian. Dan kata-kata semangat dari ayahnya seperti membimbingnya semakin tunduk dan berserah

“Shinta anakku ! Menjalani hidup di dunia ini laksana tengah belajar dalam sebuah madrasah agung yang bernama kehidupan. Dan layaknya setiap madrasah maka akan selalu ada ujian-ujian untuk mengevaluasi seberapa dalam kita mampu menyerap nilai-nilai pembelajaran itu. Dan untuk menggapai sukses dalam meraih tujuan yang engkau inginkan, maka harus engkau ingat tiga hal. Yang pertama adalah Kekuatan Tekad, Determinasi untuk membebaskan diri dari keterikatan dunia. Mulai singkirkanlah keinginan-keinginan duniawi yang sepertinya indah dipandang mata, nikmat dirasakan, namun pada kenyataannya hanyalah fatamorgana belaka. Bukan berarti kita anti terhadap kesenangan-kesenangan duniawi, namun dalam menyikapi dan menggunakannya, haruslah sewajarnya saja. Kata orang bijak, dunia harus mampu engkau genggam dan kendalikan, jangan sampai sebaliknya, dunia yang mengendalikannmu.”

“Yang kedua adalah kekuatan pemahaman, mengembangkan keahlian dan pengetahuan. Ingat Shinta bahwa diperlukan kerja keras dan cerdas dalam menuntut ilmu. Juga konsistensi atau ke-istiqomah-an. Ilmu adalah wahana yang luas tanpa batas. Tak akan mampu engkau meraih semua yang engkau inginkan, namun bersikap ‘serakahlah’ engkau dalam mencari ilmu. Jangan beranggapan telah cukup dan merasa puas bila telah bisa melakukan sesuatu karena ilmu Tuhan berada di setiap sudut alam ini dan juga di setiap inci dirimu sendiri. Upaya mencari ilmu harus engkau lakukan kapan saja setiap waktu bahkan saat ajal kan menjemput. Dan yang ketiga adalah Power of Action, melaksanakan semuanya dengan keceriaan dan keikhlasan. Sebarlah ilmu kesiapa saja yang menginginkan. Berbagilah ! Jangan ada niat menyembunyikan ilmu hanya untuk diri sendiri. Manusia yang terbaik adalah orang yang mampu memberikan banyak manfaat kepada orang lain. Ingat Shinta, selalu berbuat baiklah dan selalu berbagilah dengan ilmu yang kita miliki. Dengan engkau lakukan hal itu, maka ilmumu tiada akan berkurang malah akan terus bertambah dan juga akan membuat dirimu semakin bijaksana dalam menyikapi dan menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini”

Malam semakin sepi
Shinta semakin asyik dalam samadi
tak dirasakan penderitaannya lagi
tak dipikirkan susah hati
kepada Tuhannya tlah diserahkan nasib diri
kepada Ilahi tlah dipasrahkan apa yang bakal terjadi
segala keinginan duniawi adalah nisbi
keselamatan dunia dan alam baka sudah pasti

Kepasrahan jiwa justru mencipta energi luar biasa
alam semesta meresponnya seketika
sinyal sinyal kasih sayang meyebar merata
ke segala pelosok di penjuru dunia
atas kendali Sang Penguasa Semesta
bakal tersambung kepada pemilik frekwensi yang sama

Nun di Wismaloka pertapaan Resi Walmiki
saat sang resi tengah bermeditasi
terlihat olehnya keberadaan Shinta sang dewi
tlah faham sang begawan apa yang terjadi
dipanjatkan doa kepada Suksma Sejati
tuk segera berada di dekat sang Putri

(bersambung)

Advertisements

One thought on “Derita tak berujung Shinta (6)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s