Derita tak berujung Shinta (2)


 Rama wijaya

Maka bertanyalah Raja Ayodya kepada Nyi Angga

“Jeritanmu sungguh sangat keras hingga terdengar olehku dan para mentri di dalam istana. Apa yang membuatmu menangis dan menjerit seperti itu ?”

Dengan masih sesenggukan Nyi Angga menjawab kelu

“Mohon ampun Yang Mulia, hamba meminta keadilan Paduka. Hamba diperlakukan tidak adil oleh suami sebab dicurigai bertubi tubi”

“Apa yang menyebabkan suamimu menaruh curiga ? Apakah engkau berlaku serong ?”

“Sungguh suatu hal yang sama sekali hamba tidak pernah lakukan hal itu. Jangankan melakukan, berfikir untuk serongpun tidak pernah terbersit dalam benak hamba”

“Lantas hal apa yang menyebabkan suamimu tak hilang kecurigaannya ?”

“Suatu hari hamba pergi menengok orang tua lantaran sudah rindu tlah lama tak berkunjung. Namun sungguh tak dinyana, ternyata ibu hamba yang telah renta terbujur lemah di amben karena sakit. Bapak hamba pun telah renta dan terlihat kerepotan mengurus istrinya. Oleh karenanya kemudian hamba memutuskan untuk menginap agar dapat melayani mereka supaya lekas sembuh seperti sedia kala. Rumah orang tua hamba cukup jauh dari kota dan terpencil. LIstrik belum masuk, apalagi sinyal HP atau akses internet, sehingga hamba tidak bisa menghubungi suami hamba untuk mewartakan posisi hamba”

“Apakah engkau telah minta ijin kepada suami sebelumnya ?”

“Tentu Yang Mulia, hamba minta ijin menjenguk orang tua di kampung satu hari PP. Karena tidak menyangka orang tua dalam keadaan sakit maka akhirnya hamba baru pulang ke rumah seminggu kemudian. Hamba telah menjelaskan berulang kali hal tersebut kepada suami hamba namun dia sungguh keras kepala. Tetap saja dia mengumpat dan menuduh saya berlaku serong, menyeleweng dan tidak suci lagi. Bahkah dia mengatakan dengan jumawa bahwa Ki Angga bukanlah Sri Rama, yang begitu saja menerima permaisurinya yang puluhan tahun disekap dalam sangkar emas Ngalengka diraja. Bahkan suami saya berkata bahwa seorang lelaki sejati pabila mengetahui istrinya meninggalkan rumah tanpa ijin sehari saja, maka sudah patut dijatuhi hukuman pukul kalau perlu talak tilu”

Dengan gelisah dan wajah memerah Sri Rama Bergawa memutar lehernya menuju Ki Angga berada seraya bertanya

“Benarkah apa yang dikatakan istrimu itu, Ki Angga ?”

Namun sungguh berani Ki Angga menjawab pertanyaan rajanya itu dengan jawaban yang tegas dan tanpa takut sedikitpun

“Benar Gusti. Bahkan menurut asumsi saya berdasarkan riset dan hasil diskusi berbagai kalangan di warga Ayodya, ternyata sebagian besar rakyat menyangsikan kesucian Gusti putri Shinta”

Dengan rasa penasaran dan mangkel Sri Rama menyanggahnya

“Tapi bukankah Gustimu Shinta telah dibuktikan kesuciannya lewat hukum bakar ?”

“Benar Yang Mulia, namun yang menyaksikan peristiwa itu bukankah hanya Paduka, adik Paduka Laksmana serta seekor kera putih. Mana bisa kera dipercaya. Bahkan hal tersebut telah menjadi bahan diskusi dan pergunjingan di antara rakyat Paduka”

Ucapan terakhir Ki Angga bak palu godam memukul dengan keras dada Sang Narendra. Seketika mukanya memerah menahan kesal dan amarah.

Sigra muntab lir kinetab,
duka yayah sinipi
jojo bang mawingo wengis
Netra kocak ngondar-andir
Idepnya mangala cakra
mrebabak wadananira
pindha kembang wora-wari bang

Sementara para prajurit yang berjaga di sekitar ruang sidang rasanya sudah ingin segera menyeret dan merajangnya lantaran kesal akan mulut tajam dan tak tahu dirinya Ki Angga. Namun perintah tiada kunjung datang.

Sri Rama masih duduk diam tak bergerak. Entah apa yang tengah bergejolak di dadanya. Amarah, rasa malu, ragu, sesal, penasaran, galau mengharu biru pikiran, berbaur mencipta perasaan tak menentu. Sementara seluruh peserta sidang paripurnapun tiada berani berucap walau sepatah.

Sunyi … sepi …. mencekam …

(bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s