Saat Batara Cakraningrat mencari Kurungan Kencana


21_kayon_wahyu_tumurun

Wahyu Cakraningrat (6)

Sebelas hari sudah, hutan yang luas dan lebat itu kini ditempati sementara oleh tiga rombongan para pejuang pencari wahyu. Masing-masing tidak ingin tahu posisi pesaing, namun menurut perkiraan tidak terlalu jauh dari tempat mereka.

Dari ketiga kelompok itu, tentu rombongan dari Astinalah yang paling banyak dan semarak. Awal mulanya, Lesmana tidak mau melakukan tapa brata sesuai yang diminta ayahnya karena dengan alasan tidak biasa dan tidak kuat. Maunya ikut bersenang-senang dengan paman-paman mereka yang selalu menggelar pesta walau di tengah hutan. Dengan sabar uwaknya Karna membujuk Lesmasna untuk segera melaksanakan perintah walau berat harus dijalani untuk memperoleh kemuliaan.

“Angger Lesmana, tidak ada salahnya engkau untuk belajar menjalani tapa brata. Niscaya akan engkau temui ketenangan jiwa. Jauhkanlah sementara tubuh dan nafsumu dari memenuhi dan mengumbar kesenangan duniawi. Makan dan minum yang serba lezat dan nikmat, alunan musik yang memikat serta buaian lembut para penari yang membuatmu terlena, kalau engkau turuti terus menerus, bakal membuatmu semakin jauh tuk gapai yang engkau dan ramamu harapkan.”

“Bagaimana aku bisa menghindari sementara semua itu tersaji di depan mataku, Uwa”

“Itulah godaan yang harus engkau hadapi. Dengan niat kuat dan hati yang tawakal, maka semua yang tampak indah di mata maupun rasamu, niscaya tiada berarti apa-apa. Semua kelezatan, keindahan, kesenangan yang tersaji itu, hanyalah sementara saja bakal engkau nikmati. Tidak abadi. Hanya nafsu sesaat saja yang engkau lepaskan. Apabila engkau turuti terus menerus, maka ia akan mengekang dan mengendalikanmu. Dirimu menjadi tak berdaya. Ibarat kehausan, kemudian engkau melepas dahaga dengan minum air laut. Bukannya hilang rasa dahaga itu, malah semakin mencekikmu”

“Begitu ya, Uwa, ya”

“Iya Ngger, oleh karenanya segeralah engkau mencari tempat yang sepi agak jau dari paman-pamanmu itu, dan bersegeralah engkau melakukan tapa brata. Jangan kuatir, uwakmu ini akan mengawasimu terus menerus. Engkau tidak perlu takut”

“Baik, Wa”

Walaupun Karna tidak yakin terhadap apa yang dilakukan keponakannya itu, namun dia merasa cukup senang bahwa Lesmana kemudian menuruti perintahnya untuk melakukan tapa brata di sebuah gua kecil yang tidak terlalu jauh dari perkemahan. Karna kemudian memerintahkan para Kurawa dan prajurit yang ada untuk berjaga disekelilingnya.

Nun jauh di langit yang gelap dan hanya di terangi kerlip bintang gemintang, di malam ke dua belas, tiba-tiba muncul setitik cahya cerlang yang makin lama makin terlihat membesar karena semakin mendekat dengan bumi. Cahya gemerlap itu tiada lain adalah Batara Cakraningrat. Batara Cakraningrat ditemani istrinya, Dewi Maninten, mengemban perintah dari Batara Guru untuk ngejawantah dan menitis kepada seorang pemuda pilihan untuk dijadikan sebagai ‘kurungan kencana’.

Telah disadari oleh Batara Cakraningrat bahwa pilihannya nanti akan menyebabkan kepuasan dan kekecewaan. Kepuasan bagi yang terpilih dan kekecewaan bagi yang tertolak. Berakibat menjadi pemenang atau pecundang dan menjadi pembukti kualitas karakter dari para pejuang pencari wahyu.

Sebagai seorang dewa, tentu dia telah tahu bahwa di tengah hutan itu ada tiga orang pemuda yang tengah berharap untuk dijadikan sebagai kurungan kencana dirinya. Telah dipelajarinya sifat, watak dan karakter masing-masing dengan teliti. Walaupun dia telah dapat memperkirakan siapa yang bakal menjadi pemenang, namun yang harus dilakukannya sekarang adalah membuktikan analisa dan prediksimya tidak meleset.

Curriculum vitae dan track record seorang Lesmana Mandrakumara telah difahaminya dengan baik.

————

Nama : Lesmana Mandrakumara

Alias : Sarojakusuma

Jabatan : Pangeran Pati Astina

Nama Bapak : Prabu Duryudana

Nama Ibu : Dewi Banowati

Sifat Watak : Kekanak-kanakan, tidak jantan cenderung kemayu, tidak tahan menderita, gampang menyerah, hobinya bersenang-senang namun cenderung suka memberi kepada siapa saja

Kesaktian : Tidak punya kedigdayaan karena malas berguru mencari ilmu, malas tapa brata, selalu bersenang-senang karena memang diberi fasilitas kemudahan oleh orang tuanya, dimanja dan dituruti segala keinginanya, memandang hidup serba mudah

Perkawinan : Pernah jatuh cinta dan ingin kawin berulangkali namun selalu gagal bersaing dengan satria lain yang lebih perkasa : Dewi Mustikawati dari Tasikmadu. kalah saingan sama Wisanggeni, dari Madukara ; Endang Pergiwa kalah jantan sama Gatotkaca ; masih dari Madukara Endang Pergiwati, kalah sama Pancawala ; dari Dwarawati Siti Sundari kalah ganteng sama Abimanyu ; masih dari Dwarawati Dewi Titisari, akhirnya dikawin Irawan ; dari putri dari Prabu Karna Ngawangga Karnawati , kalah duluan sama Brantalaras

Kematian : dalam perang Baratayudha, terbunuh oleh …….

———

Oleh karenanya, maka kemudian Batara Cakraningrat melesat menuju gua tempat sang pangeran pati Astina sedang berdiam diri menyepi.

Secara kasat mata, sinar terang yang bergerak cepat itu tiada luput dari perhatian Karna dan bala Kurawa. Awalnya mereka terbengong menyaksikan pemandangan indah di malam itu. Namun sesaat kemudian Karna tersadar bahwa cahaya itu adalah wujud dari wahyu yang akan segera mencari tempatnya. Dan hatinya berdebar kencang saat menyaksikan bahwa cahaya itu bergerak menuju gua tempat keponakannya bertapa.

Secepat kilat maka berlarilah Karna menuju ke arah jatuhnya cahaya itu. Dan tanpa dikomando maka para Kurawa dan prajurit yang berada di sekitarnya, segera berlarian dan berteriak keras bersahut-sahutan, entah kegirangan entah takjub atau entah timbul rasa kawatir akan terjadi apa-apa terhadap nDara mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s