KNS Lampahan Menjelang dan Jalannya Baratayudha (New)


Drupada Duta

Masa pembuangan Pandawa segera berakhir. Masa 12 tahun terbuang di tengah hutan dan kemudian 1 tahun menyamar telah dilalui dengan baik meskipun kenelangsaan dan kepahitanlah yang selalu diterima.

Bahkan masa 1 tahun menyamar yang dilakukan Pandawa di negri Wiratha nyaris membuka kedok Pandawa pada peristiwa penyerangan Kurawa dibantu Prabu Susarma ke negri Wiratha.

Pandawa mengirimkan ibunya Kunthi dan kemudian Prabu Drupada untuk mengambil hak atas Indraprasta yang tergadai saat kalah main dadu (lakon Pandawa Dadu).

KARNO DUTA

Prabu Duryudana memanggil Prabu Baladewa untuk dimintakan wawasan terkait dengan keinginannya untuk menghindarkan perang Baratayudha. Prabu Baladewa memberikan pandangan bahwa sumber permasalahan adalah pada hak sebagian negara Astina. Perang akan gagal bila Prabu Duryudana menyerahkan hak atas sebagian negri Astina kepada Pandawa.

Namun Prabu Duryudana keukeuh atas pendiriannya untuk meminta cara selain itu. Bagaimana cara lainnya selain menyerahkan sebagian negri Astina atau dengan kata lain cara lain untuk membatalkan perang Baratayudha tanpa membicarakan masalah hak tanah Astina. Terjadi perdebatan yang sengit antara para Kurawa, Karna, Sengkuni, Dorna dan Baladewa yang tidak memperoleh titik temu karena kerasnya pendirian pihak Kurawa.

Kemudian Karna menawarkan diri untuk memberikan solusi yaitu dengan pura-pura akan memboyong ibundanya yaitu Dewi Kunthi untuk dimulyakan di negri Astina dengan harapan Pandawa tidak akan menuntut haknya lagi.

Kresna Gugah

Prabu Kresna adalah sosok kunci dalam memenangkan perang Baratayudha. Begitu keyakinan dari Kurawa. Sehingga dengan memohon bantuan Prabu Baladewa, raja Mandura kakak Kresna, kemudian para Kurawa beserta rombongan besarnya, Patih Sakuni, Prabu Karna, Pandita Dorna, menuju bale kambang tempat Prabu Kresna tengah mengasingkan diri untuk mengheningkan cipta mohon petunjuk Dewata.

Dengan berbagai cara, baik secara halus maupun dengan kasar mereka mencoba membangunkan Kresna. Namun tidak bisa sehingga menimbulkan kemarahan Kurawa.

Disaat lain, Pandawa-pun mengunjungi tempat yang sama. Namun dengan sikap yang berbeda mereka berusaha membangunkan Kresna. Bagaimana jalan ceritanya ?

Kresna Duta

Kresna Duta (Singo Barong)

Kisah terkenal ini dibawakan KNS dengan indahnya.

Pandawa masih berniat baik dan mengunggulkan persaudaraan sebagai sikap untuk menghindarkan perang saudara. Meskipun dewi Kunthi dan Prabu Drupada telah gagal sebagai duta untuk membicarakan masalah hak atas tanah Astina dengan membawa kepedihan atas penghinaan dari pihak Kurawa, namun Pandawa tetap berbesar hati untuk mengupayakan kembali kerukunan antar saudara.

Maka kemudian di utuslah Prabu Kresna sebagai duta yang akan menyelesaikan masalah ini.

Abimanyu Gugur

Perang Baratayudha memang sungguh kejam. Putra-putra terbaik dari pihak Pandawa dan Kurawa serta pendukungnya, banyak berguguran.

Dari puluhan, ratusan mungkin ribuan prajurit, terdapat satu satria pinilih dari Pandawa yang kemudian dijadikan sebagai Panglima Perang yaitu Abimanyu, putra Arjuna bersama Wara Sumbadra.

Satria gagah perkasa dengan kesaktian luar biasa namun akhirnya gugur secara tragis. Kisah gugurnya dapat dibaca dari tulisan MasPatikrajaDewaku

Suluhan Gatotkaca Gugur

Kembali putra Pandawa pinunjul gugur. Gatotkaca, satria Pringgondani, putra Bima bersama Arimbi, yang menjadi Senapati pihak Pandawa menemui ajal di tangan Prabu Karna, pamamnya sendiri.

Perang sudah tidak pesuli lagi akan pertalian darah dan persaudaraan. Penuh haru, bertebar pilu dengan kematian Gatotkaca. Silahkan nikmati alur cerita gugurnya Sang Pahlawan disini.


Durna Gugur
Durna Gugur
Kisah menyedihkan gugurnya Guru Negara Astina, Begawan Durna, yang tiada lain adalah guru Pandawa Kurawa di tangan Drestajumna. Kematian yang sangat mengenaskan dialami Durna sebagai akibat dari tingkah polah dan ketidakadilan sikapnya. Rasa cinta kepada anaknya, Aswatama, sebagai sebab kematiannya.

Karno Tanding

Karno Tanding (Singo Barong)

Sama-sama tampan, sama-sama sakti dan sama-sama putra Dewi Kunthi, itulah sosok Karna dan Arjuna. Namun sungguh menyesakan, keduanya harus saling berhadapan sebagai musuh dalam Baratayudha.

Penuh adegan kepahlawanan, nilai kemanusiaan, jiwa satria utama dan lara hati seorang Kunthi yang menyaksikan kedua anaknya berhadapan tuk saling bunuh dalam keharusan.

Salya Suyudana Gugur

Episode akhir perang Baratayudha.

Duryudana telah kehilangan banyak andalannya. Bisma, Jayadrata, Durna, Karna telah tewas digilas perang.

Andalan yang dipunyai tinggal menyisakan mertuanya yaitu Prabu Salya. Namun suasana justru diperkeruh dengan kecurigaan yang diletupkan oleh Aswatama terkait dengan kematian Karna yang menurutnya adalah sebab kelicikan Prabu Salya. Silahkan dialog dan ceritanya oleh MasPatikrajadewaku di sini.

Hingga kemudian Prabu Salya menjadi Senapati dengan tidak sepenuh hati. Tentu tidak lepas dipikirkan keponakannya, anak Pandu bersama Madrim adiknya, Nakula Sadewa.

Begitupun Duryudana. Setelah menjadi satu-satunya yang tersisa maka dia harus menebus semua perbuatan yang telah dilakukan atas adik-adiknya para Pandawa.

Parikesit Lahir

Akhir perang Baratayudha adalah kepedihan. Meskipun Pandawa memenangkan perang tersebut atas Kurawa, namun yang tersisa adalah kesedihan. Tak terhitung berapa ribu jiwa yang menjadi korban atas perang ini.

Dan itupun belum berakhir. Akibat sifat licik dan dendam Aswatama, para ibu dan anak-anak serta yang tidak ikut dalam perangpun ikut menjadi korban. Keturunan Pandawa menyisakan Parikesit, putra Abimanyu bersama Utari.

Lahire Parikesit (Singo Barong) atau

Lahire Parikesit

Advertisements

4 thoughts on “KNS Lampahan Menjelang dan Jalannya Baratayudha (New)”

  1. Kulosekeluarga maturnuwun sanget kirimanipun indonesiawayang.com Nanging nuwunsewu dalang faforid keluarga kulo namung tiga : 1.  Ki Narto Sabdo 2.  Ki Anom Suroto 3.  Ki Purbo Asmoro Puniko thok sanesipun kirang remen….Nuwun                             

  2. Selamat siang Indowayang Terimakasih atas kiriman mp3 wayangnya dan saya sangat seneng bener,tapi ngomong-ngomong ada Banjaran Bima versi dalang Ki Timbul hadiprayitna.sebelumnya banyak terimakasih.

     Kangbambang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s