Ramayana [10]


Batara Baruna

Pertanyaan itu cukup lama membuat penasaran Sang Prabu untuk mengetahui jawabannya. Dan akhirnya setelah cukup lama perasaannya terombang-ambing antara semangatnya untuk tetap mempercayai kekuasaan Tuhan dengan kenyataan hidup yang tak berpihak kepadanya, setelah melalui diskusi dengan beberapa begawan yang telah menjiwai dan menjalankan laku ilmu kehidupan, maka terbukalah kesadarannya kembali. Bahwa alam semesta adalah ciptaan Tuhan itu tidak terbantahkan, bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus tunduk dan patuh terhadap kehendak Sang Pencipta, itu juga harus disadari. Dan bahwa apapun keinginan kita saat kita pohonkan pinta kepadaNya dan kemudian diberilah kita yang belum sesuai dengan yang diharap, itu adalah jalan yang terbaik yang harus kita terima dengan sabar dan ikhlas.

Namun manusia diwajibkan untuk selalu berupaya menempuh segala daya dan upaya untuk memperoleh yang diharapkannya, tentu saja melalui jalan yang benar. Tugas manusia hanyalah, memantabkan niat untuk kebaikan, kemudian berusaha melalui laku ikhtiar semaksimal mungkin, diiringi dengan doa kepada Tuhan Semesta alam dan yang terakhir adalah menyerahkan segalanya kepada kekuasaanNya dengan sepenuh hati kesadaran dan keyakinan bahwa yang diberikan kepada kita, itulah yang terbaik.

Ilmu sabar dan ikhlas itulah yang kemudian membawa Prabu Gadi untuk kembali menjalani samadi dengan sungguh-sungguh. Apapun kemudian hasilnya, dia tidak peduli lagi.

Dan Tuhan Maha Mendengar dan Maha Penyayang kepada umatnya. Kesabaran Prabu Gadi memperoleh hadiah berupa kabar gembira bahwa prameswari telah mengandung !

Hingga pada saatnya kemudian prameswari melahirkan seorang bayi perempuan mungil yang sangat cantik yang kemudian diberi nama Setyawati. Walaupun ada sedikit kekecewaan di dalam hati Sang Nata karena anak yang lahir ternyata perempuan, namun akhirnya dia dapat menerimanya dengan ikhlas dan berdoa semoga anaknya akan memberikannya cucu laki-laki yang akan menggantikannya setelah turun tahta kelak.

Tak diceritakan bagaimana masa kecil Setyawati, namun setelah beranjak dewasa nyata bahwa Setyawati adalah kembangnya negri Kanyakawaya yang harum semerbaknya tersebar merata hingga ke ujung dunia. Banyak raja muda dan satria yang berharap untuk memetik bunga itu, namun Sang Dewi masih menolaknya sebab belum ada yang dirasakan cocok untuk dijadikan sebagai suaminya.

Hingga suatu hari, terjadilah suatu peristiwa yang membuat hati Prabu Gadi gundah. Pada hari itu datanglah menghadap seorang brahmana yang berpakaian ala sudra, mengenakan busana seperti rakyat jelata bahkan terlihat telah kumuh dan kusam karena dimakan waktu serta di beberapa tempat terlihat telah koyak.

“Nuwun amit pasang kaliman tabe, mugi tinebihna ing siku dhendha, Moga Sinuwun Prabu dijauhkan dari segala malapetaka. Perkenankan hamba menghadap paduka dan memperkenalkan diri. Saya bernama Ricika, putra dari Brahmana Brighu. Maksud kedatangan hamba adalah menjelaskan bahwa berdasarkan sabda Sang Batara Waruna, putra putri Sang Prabu, Dewi Setyawati, sebenarnyalah telah digariskan berjodoh dengan hamba”

Seketika Prabu Gadi terkejut dan hatinya menjadi galau. Dalam benaknya kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan “keberanian” brahmana muda ini mengungkapkan berita yang tak disangka-sangkanya, laksana petir menggelegar di siang hari.

“Apakah tidak gila brahmana muda ini ? Aku belum pernah sua dengannya, datang pertama kali langsung mewartakan hal yang sungguh membuatku terkejut. Bagaimana upayaku agar dapat menolak keinginannya dengan halus ?”

Pada dasarnya, Prabu Gadi adalah seorang narendra yang lembut hati. Dan lagi pergaulannya selama ini dengan kalangan brahmana sangat akrab dan disadarinya bahwa kaum brahmana telah banyak memberikan pertolongan dalam hidupnya melalui ujaran dan ajaran yang disampaikan, termasuk saat dirinya sekian lama berharap keturunan dan belum terkabul. Sehingga Sang Narendra tidak akan pernah menyakiti hati para brahmana. Tapi bagaimana, apa yang harus aku lakukan ? Bila aku menolaknya, tentu akan sakit hati brahmana ini. Bila aku menerimanya, bagaimana nasib anakku diperistri oleh brahmana muda yang belum aku ketahui asal usulnya dan karakternya serta masa depannya ?.

Pertanyaan-pertanyaan itu bersliweran di benak Prabu Gadi dan berlangsung cukup lama. Namun akhirnya Sang Prabu berkata kepada brahmana muda itu

“Apakah benar Batara Waruna datang ke hadapanmu dan kemudian bersabda seperti yang engkau ucapkan tadi ? Aku percaya padamu ! Tapi semuanya harus dibuktikan terlebih dahulu. Aku berjanji dengan sepenuh hati, engkau dapat mengambil anakku Setyawati menjadi istrimu setelah engkau dapat memenuhi bebana yang aku minta”

“Sumangga Sang Prabu, hamba persilahkan untuk mengatakan bebana, permintaan apa yang dikehendaki”

“Ya, kaping sepisan, andika kudu ngaturake kudha cacah sewu, wulune ules abang kang duwe kuping sisih kiwa warna ireng. Kapindo, andika mesti duwe rerupan, kang sok sapa kang andulu andika, temah katujuprana. Kaping telu, andika kudu bisa ngrawuhake Bathara Waruna bebarengan sak lakumu . Dene kang kaping pat, Bathara Waruna mesthi paring sabda dhewe, yen andika iku kang sayekti dadi jodone Setyawati putriku”.

“Baiklah Sang Prabu, saya ulangi apa permintaan Paduka. Pertama, saya harus menyediakan kuda sebanyak seribu, bulunya berwarna merah serta yang memiliki telinga kiri berwarna hitam. Kedua, saya harus memiliki penampilan diri hingga sesiapa saja yang memandang maka akan langsung tertarik. Ketiga, saya harus mampu mendatangkan Batara Waruna serta yang keempat Beliau harus memberikan sabdanya sendiri berhubungan dengan Dewi Setyawati sebagai jodoh saya. Benar demikian Sinuwun ?”

“Benar, tidak kurang yang engkau ucapkan Ricika !”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s