Werkudara (7)


Janaloka
Janaloka : Akhir tragis sebuah penghianatan sumpah

Namun siapa yang mampu menahan gejolak asmara manakala gadis-gadis yang dikaguminya sepanjang hari seiring sejalan bersamanya. Apalagi dasarnya Pergiwa dan Pergiwati adalah gadis-gadis yang masih polos dan lugu serta alam pertapaan nan asri alami membentuknya menjadi pribadi yang ceria dan selalu memandang indah dunia. Apatah lagi, sebagai seorang putra dari Arjuna, lelananging jagad serta beribu manis Manuhara yang rupawan, tentu saja mewarisi kecantikan yang mengagumkan.

Dalam hati Janaloka, tlah lama mengendap kekaguman dan rasa cinta akan nDaranya itu. Sehingga ketika diminta gurunya, Bagawan Sidik Wacana, untuk menjadi pendamping Pergiwa dan Pergiwati dalam perjalanan menemui ayahnya, maka tanpa berfikir panjang kemudian dia menyanggupinya.

Dan …. rasa asmara yang semakin berkobar dari hari ke hari saat mendampingi mereka berdua, setiap saat memandangi wajah-wajah nan rupawan, sepanjang hari mencium aroma sedap dari tubuh perawan-perawan itu, melihat sikap yang menggemaskan, kenes karena kepolosan dari polah tingkah dara dara itu, akhirnya meruntuhkan nalar Janloka. Janji dan tanggung jawab yang sebelumnya slalu diingat dan dipegang erat, lama kelamaan terkikis dan akhirnya dilupakannya. Larangan dan ancaman Bagawan Sidik Wacana pabila dia melanggarnya, seketika diabaikannya.

Sehingga pada suatu kesempatan, disampaikanlah rasa hatinya kepada Pergiwa dan Pergiwati. Tentu saja Pergiwa dan Pergiwati menolak keinginan Janaloka untuk menjadi istri istrinya. Mereka tlah menganggap Janaloka sebagai pamannya sendiri, sebagai orang tua yang mengasuh dan melindunginya. Mendapat penolakan tersebut, Janaloka semakin lupa diri. Hingga kemudian dipaksanya kedua putri tadi untuk meladeni nafsu yang tlah menguasai hati dan pikirannya.

Dan benarlah apa yang disabdakan oleh Bagawan Sidik Wacana. Janaloka yang tlah mengingkari sumpah dan janjinya, akhirnya harus mengalami penderitaan. Tempat berteduh saat hujan dan panas selalu menjadi rusak ketika dia berada dibawahnya. Meskipun dia telah minum banyak air dan juga banyak makan, namun rasa haus dan lapar selalu muncul dan menyiksanya. Rasa menyesali akan kebodohannya seakan tak berguna. Meskipun dia masih bersama dengan Pergiwa Pergiwati, bukan keindahan yang dialaminya, namun penderitaan sepanjang perjalanan buah dari kutukan Bagawan Sidik Wacana.

<<< ooo >>>

Sementara itu, di negri Dwarawati tengah menjadi ajang perjuangan para satria untuk memetik bunga istana yaitu Dewi Siti Sendari. Dan kembali persaingan antara Pandawa dan Kurawa terjadi. Kurawa ingin menjodohkan Siti sendari dengan pangeran pati Lesmana Mandrakumara, putra dari Duryudana dan Banuwati, sementara Pandawa menginginkan Siti Sendari untuk dinikahkan dengan Abimanyu putra Arjuna dari Wara Sumbadra. Namun persyaratan yang diajukan sangat berat, satu diantaranya adalah menyediakan patah kembar nan jelita yang nantinya bakal disandingkan dengan pengantin wanita.

Maka mereka kemudian bergerak mencari persyaratan dimaksud. Kurawa menggelar ratusan prajurit untuk menyisir hutan disepanjang negri hingga ke manca untuk menemukan patah kembar itu. Sementara Abimanyu mencarinya sendiri dengan didampingi dengan kakak sepupunya Gatotkaca.

<<< ooo >>>

Pada suatu hari ratusan Prajurit Kurawa akhirnya menemukan yang dicari. Di tengah hutan di selatan negri Dwarawati, mereka bertemu di jalan dengan Pergiwa dan Pergiwati beserta Janaloka. Meskipun Janaloka tengah menderita menjalani kutukan, namun jiwa pengabdian sebagai cantriknya Bagawan Sidik Wacana, akhirnya membuatnya untuk melindungi kedua cucu gurunya itu. Maka dengan berbekal semangat tersisa, Janaloka meladeni serangan para prajurit Kurawa. Tentu bukan suatu pertempuran yang seimbang.

Disaat yang genting itu, Pergiwa mengajak Pergiwati untuk melarikan diri. Segera berlarilah kedua gadis itu menjauhi medan pertempuran. Kekuatiran dan ketakutan membuat langkah kaki kedua gadis itu demikian cepat bergerak. Hingga suara pertempuran lama kelamaan tinggal terdengar sayup sayup, namun ternyata halangan muncul di depan mata. Tebing tinggi terhampar di depan mereka. Dengan cemas kemudian mereka berteriak minta tolong dengan harapan ada yang mendengarkan dan menolongnya.

Dan takdirpun kemudian memihak mereka. Abimanyu mendengar teriakan minta tolong mereka dan kemudian menghampiri asal suara tadi. Maka setelah memperkenalkan diri masing-masing, sungguh suatu kebetulan dan takdir dewata bahwa ternyata mereka masih bersaudara satu ayah.

Gatotkaca yang memantau dari atas udarapun, telah melihat itu semua dan kemudian turun mendekati pertemuan antara para adik sepupunya itu. Dan saat matanya memandang Pergiwa, maka seketika hatinya langsung muncul rasa cinta. Cinta pada pandangan pertama ! Meskipun malu-malu, sebenarnyalah Pergiwapun telah jatuh hati pada satria yang datang dari angkasa itu ! Wow … sungguh gagah dan rupawan, demikian kata hati Pergiwa.

Kemudian Abimanyu dibantu Gatotkaca secepatnya menuju pertempuran antara Janaloka dan Kurawa yang sebenarnyalah telah lama berakhir. Keduanya kemudian bahu membahu untuk meladeni para Kurawa. Tidak begitu lama, para prajurit Astina kewalahan dan kemudian bubar melarikan diri.

Dan saat pandangan mata Abimanyu dan Gatotkaca tertuju pada segerombolan burung gagak yang tengah berpesta pora di lapang dekat sebuah pohon rindang, alangkah terkejutnya mereka karena itu adalah bangkai seorang manusia.

Ya … bangkai itu adalah tubuh Janaloka yang matinya sungguh mengenaskan. Matinya dirajam oleh ribuan tombak dan panah para prajurit Astina. Matinya adalah lantaran mengingkari sumpah dan janjinya untuk melindungi cucu cucu gurunya. Matinya adalah buah dari lepas tanggung jawab dan melanggar janji !

<<< ooo >>>>

Tak lama kemudian, Abimanyu kemudian menikah dengan Siti Sendari dan Gatotkacapun kemudian menjalin cinta dengan Pergiwa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s