Wawancara eksklusif bersama Arjuna (7)


Ciptaning 09-f

Kahyangan geger !

Ya kahyangan sedang geger … semua disebabkan oleh ulah seorang titah bernama Prabu Niwatakawaca. Prabu Niwatakawaca adalah raja negri Himahimantaka, masih wilayah atasangin. Seorang raja berdarah campuran bangsa raksasa dan bangsa gandarwa yang memiliki kesaktian yang luar biasa. Kulitnya tidak tembus oleh senjata sakti apapun. Dan karnanya muncul kesombongan bahwa dirinyalah sang penguasa jagat sesungguhnya. Bahkan untuk membuktikan kesaktiannya, maka naiklah dia ke suralaya untuk menemui para dewa dan ‘meminta’ Dewi Supraba menjadi istrinya. Tentu saja permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Batara Guru.

Hingga terjadilah perang antara pasukan Himahimantaka dengan para dewa. Para dewa keteteran, pasukan para dewa kewalahan menghadapi orang-orang Himahimantaka yang rata-rata memiliki kesaktian seperti halnya raja sesembahannya. Oleh karenanya kemudian Batara Guru menunda perang dan meminta waktu untuk mempertimbangkan lamaran Prabu Niwatakawaca.

Di saat bersamaan, sampailah berita ke kadewatan tentang tapa bratanya Begawan Ciptaning. Batara Guru memerintahkan Batara Indra untuk memastikan seberapa besar dan kuat tapa brata yang dilakukan oleh Sang Mintaraga.

Kemudian Indra mengutus tujuh bidadari untuk menguji kualitas tapa Sang Mintaraga. Maka turunlah Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki dan Dewi Wilutama ke dunia menuju gunung Indrakila. Ketujuh dewi tadi adalah dewi-dewi pilihan Dewata di kahyangan yang memiliki keistimewaan sehingga didaulat sebagai pengiring upacara di kahyangan.

Dewi Supraba adalah bidadari yang sangat terkenal karena kecantikannya. Ia masih keturunan Dewi Kanika, putri Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang.

Dewi Irimirin dikenal pula dengan nama Dewi Surendra (pedalangan Jawa), yang mempunyai arti “seorang yang memiliki nafsu seksualitas amat besar.” 1)

Dewi Lenglengmulat dikenal pula dengan nama Dewi Lengleng Mandanu (pedalangan Jawa), yang mempunyai arti ‘seorang dengan paras muka yang demikian indahnya, hingga pasti akan menarik dan membelenggu tiap perhatian yang diarahkan kepadanya’ 2)

Dewi Wilutama adalah pimpinan dari tujuh bidadari tersebut. Karena kecerdasannya oleh Sanghyang Manikmaya, Dewi Wilutama ditetapkan sebagai kepala dari ketujuh bidadari upacara Suralaya. 3)

—–

1) Karena kecantikannya Dewi Irimirin pernah menimbulkan peperangan hebat amtara Suralaya dengan negara Nusahambara. Prabu Kalimantara, raja raksasa negara tersebut mengutus kedua senapati perangnya Arya Dadali dan Arya Sarotama untuk melawar Dewi Irimirin.

Karena lamarannya ditolak para dewa, Prabu Kalimantara mengerahkan angkatan perangnya untuk menyerang Suralaya. Angkatan perang dewa tidak dapat membendung serangan negara Nusahambara. Kesaktian Prabu Kalimantara, Arya Dadali dan Arya Sarotama tidak terkalahkan oleh para dewa. Dewa kemudian meminta bantuan Bambang Sakutrem, putra Resi Manumayasa dari pertapaan Retawu untuk menghadapinya.

Dengan kesaktiannya, Sakutrem berhasil membinasakan Prabu Kalimantara, Arya Dadali dan Sarotama yang kemudian berubah wujud menjadi pusaka-pusaka kadewatan berupa Jamus Kalimasada, panah Ardadadali dan panah Sarotama. Dengan peristiwa tersebut. Dewi Irimirin merupakan bidadari pertama yang menjadi awal mula turunnya pusaka-pusaka kadewatan diberikan kepada umat arcapada.

2) Karena kecantikannya Dewi Lengleng Mulat pernah menimbulkan peperangan hebat antara Suralaya dengan negara Kasi. Prabu Hiranyayaksa mengerahkan pasukan raksasa menyerang Suralaya akibat keinginannya memperistri Dewi Lengleng Mulat ditolak Bathara Guru. Dalam peperangan tersebut, angkatan perang dewa tidak dapat membendung serangan Negara Kasi. Kesaktian Prabu Hiranyayaksa tidak terkalahkan oleh para dewa. Untuk menyelamatkan Suralaya, Bathara Narada turun ke arcapada, minta bantuan Prabu Harjunawijaya,.raja negara Mataswapati.

Dengan kesaktiannya, Prabu Harjunawijaya berhasil mengalahkan Prabu Hiranyayaksa dan mengusir pasukan raksasa dari Suralaya. Prabu Hiranyayaksa kelak bersekutu dengan Prabu Darmawisesa, raja Widarba menyerang negara Magada dalam memperebutkan Dewi Citrawati. Ia tewas dalam peperangan melawan Bambang Sumantri.

3) Dewi Wilutama pernah turun ke Arcapada melaksanakan perintah Sanghyang Manikmaya untuk mempertemukan titisan Bathara Derma dengan Bathari Dermi. Waktu itu Bathara Derma menitis pada Raden Samba, Putra Prabu Kresna dengan Dewi Jembawati. Sedangkan Bathari Dermi, menitis pada Dewi Hagnyanawati, putri Prabu Narakasura raja negara Surateleng, yang telah menjadi istri Prabu Bomanarakusra, raja negara Prajatisa/Surateleng.

Menurut cerita pedalangan, Dewi Wilutama pernah turun ke Arcapada menjelma menjadi kuda sembrani betina dan membawa terbang Bambang Kumbayana/Resi Drona menyeberangi lautan yang waktu itu sedang mencari Arya Sucitra. Dalam peristiwa itu terjalin hubungan asmara antara Dewi Wilutama dengan Bambang Kumbayana. Akibatnya Dewi Wilutama hamil, dan melahirkan seorang putra lelaki yang mempunyai ciri-ciri berambut dan bertelapak kaki kuda, yang diberi nama Bambang Aswatama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s