GMP#9 : Pede, ngeyel salah maneh !!!


“Jane kowe seneng karo wayang ra to Le ”
“Jane nggih radi seneng”
“Lha kok rada”
“Lha nggih radi, lha wong mboten patiya remen kok, ning nggih ngertos sekedik-sekedik. Jalaran kula mboten kathah pikantuk seserapan perkawis pewayangan. Wonten ing sekolahan pun mboten nate diajari, teng griya semanten ugi, wontenipun kula asring mirengaken campur sari koplo utawi musik pop. Lha nek pas wonten ing griya, kathahipun nggih mirsani sinetron, pilem londo lan kungfu, utawi berita gosip he he he ….. lha wong sedherek-sedherek ugi mekaten, kados pundi malih”

“Lha kowe apa ora seneng budaya lokal to Le, kayata wayang, kethoprak, dagelan, tari tarian, lan ngrungokake  pas ana dialog utawa pertunjukan budaya”
“Halah … jadul Lik, acarane mbosenake lan ora kereatip, ketoke namung sekedar wonten kemawon, men diarani tetap memperhatikan warisan budaya nasional”

“Lha Bapakmu piye ?”

“Bapak nggih sami mawon kok. Bapak kulo dasare mboten jadul Lik, piyayine mbois lan moderen, senengipun musik rock, blues. Lha menawi ibu kula remenipun underock kaliyan blus transparan. Pop kaliyan campursari ugi remen.”

“He he he … mosok ana le musik underock karo blus transparan. Dadi idolamu saiki sapa Le ?”
“Ariel Peterpan ”
“Sing bar bebas dihukum kae ta”
“Inggih Lik, kula benjang nggih kepengin kados Ariel kok “

“Lha nek Abimanyu ngerti kowe Le ?”
” Nggih jelas ta, presiden negara Amarta ta”
” Ehm …. lha nek Pandita Durna”
” Kadose ustad negara Ngalengka nggih”
” Lha nek One Direction group band saka ngendi Le”
“Nek niku pun pasti Lik, 1D saking Inggris bekas jajahane India kan”

“Lha nek Bimasena kuwi anake sapa Le ”
“Nggih putrane Gatotkaca to Lik, mosok boten ngertos ”
“Ora kuwalik ta Le. Gatotkaca kuwi anake Bima lan Bima putrane Pandu ngono yo Le ?”
“Sanes ngaten Lik, Gatotkaca niku luwih tuwa saking Bima, malah langkung tuwa dibanding Batara Guru. Lha menawi Pandu niku putrane Anoman kaliyan Dewi Sandra”

” Wis …. wis …. bubrah kabeh ….. karepmu Le. Wis … wis … gek arep dadi apa kowe Le .. Le”

August 25 via mobile

One thought on “GMP#9 : Pede, ngeyel salah maneh !!!”

  1. Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s