Ki Tedjo Sutrisno SPd-Gathutkaca Nagih Janji


Narasi di-create oleh: MasPatik Raja Dewa

Lakon ini sumbangan dari mbak Agustina Megasari Padmarini (temen Group Sutresna Ringgit Purwa-Facebook)

Puncak Acara Gebyar Akhir Tahun 2011, menyambut datangnya Tahun Baru 2012- Siaran RRI Purwokerto.

Lakon Gathutkaca Nagih Janji ini seperti di-sinopsis-kan oleh Ki Dalang sendiri yang anggota dari Pepadi Kab. Cilacap, adalah bermula ketika Kahyangan terjadi goro-goro, dan ternyata goro-goro ini akibat dari Gathutkaca yang mengingatkan para Dewa akan janjinya terhadap Gathutkaca. Karena pada saat Gathutkaca masih kecil, ia telah berhasil menumpas musuh-musuh Dewa sehingga atas senangnya Batara Guru, kemudian Betara Guru berjanji kelak Gathutkaca akan dijadikan raja di Kahyangan. Akan tetapi, hari berganti bulan berlalu ternyata hanya janji tinggallah janji saja. Dengan inisiatif anak muda, Gathutkaca berusaha menagih janji dan ternyata, Bathara Guru kurang me-response dengan baik. Pertanyaan dari Dhalang asal Tegalreja-Cilacap dalam akhir sinopsis-nya adalah, bagaimana akhir ceritanya?

Untuk para pecinta wayang di “wayangprabu.com”, akhir cerita bukan segalanya, begitu kan Pak Dhalang? Tapi yang ingin membuat penasaran para rawuh di “wayangprabu.com” adalah bagaimana goteke dhalang sekang Cilacap kiye. Ala la . . . anu balik maning tulisan inyong maring gaya mBanyumas deneng.

Kenapa demikian? Sekian lama para rawuh di wayangprabu.com mungkin telah akrab membaca komen dari Ki Tejo Sutrisno, yang setahu saya adalah dalang gagrak mBanyumasan yang nyantrik mendalang di Semarang. Dan itu yang saya tahu dari catatan pada masa wayangprabu masih paling banter 15 user on line pada saat peak season. Dengan demikian yang terbayang dalam benak saya adalah, gagrak mBanyumasan dengan cita rasa yang berbeda dengan gagrak mainstream mBanyumasan pada umumnya.

Nah untuk menguak rasa penasaran, saya langsung memutar bagian pertama dari dua file. File yang pertama begitu dibuka berkumandang jingle RRI, kemudian terdapat intro sambutan dari para pejabat dan sinopsis dari Ki Tejo mengenai jalannya cerita yang saya kutip diatas. Durasi untuk prosesi ini memakan waktu sekitar 16 menit.

Sekilas talu telah dilewati dan jejer Kahyangan Jonggring Salaka telah dimulai dan terkuak sedikit rasa penasaran setelah intro jejeran dikumandangkan. Dalam sesi awal ini terbayang adegan jejeran khas Banyumasan, dimana pasamuan itu diawali dengan keluarnya emban dan limbuk. Ini dapat dirasakan ketika kendangan mengisyaratkan limbuk yang sedang berjoged.

Rasa penasaran semakin lebar terkuak, ketika janturan jejer suara dalang mulai terdengar. Ternyata Ki Tejo Sutrisno bergaya Gino! Cengkok suluk, suara gurung, lageyan ketika melakonkan raseksa berusaha disamakan dengan jebles. Yang membedakan adalah suara kepyak yang berciri Surakarta, mungkin karena beliau mapan dengan suara keprak gaya pakeliran yang disadapnya ketika meguru di Semarang.

Jejer Kahyangan berlangsung dengan lancar. Janturan menyesuaikan dengan suasana dan kondisi yang diceritakan. Berbeda dengan janturan ketika menceritakan “panjang apunjung pasir wukir gemah ripah dan kerta raharjanya-nya suatu negara di madyapada, tetapi narasi lancar menceritakan situasi kondisi kahyangan yang pasti berbeda dengan yang terceritakan bila jejeran bermula di madyapada. Kredit point baik kami apresiasikan kepada dalang yang menggemari tokoh Srenggini ini, dalam melakonkan jejeran Sikandhawaru Binangun.

Setelah diikuti lebih seksama, ternyata plot cerita dimulai jauh hari dari lakon Gathutkaca Nagih Janji, yaitu ketika Kala Sekipu hendak meminta Dewi Supraba. Atau dapat dikatakan cerita Gathutkaca nagih janji ini bermula dari flashback Gathutkaca ketika lahir dan menjadi sraya para Dewa, dengan tidak ketinggalan dijebornya Gathutkaca di Kawah Candradimuka lengkap dengan kerocokan gegaman dari para durandara.

Sayang, ketika adegan Antasena, Antareja, Anoman dan ada Bawor-nya yang sedang menunggui tapanya Gathutkaca sedang berlangsung, panitya RRI menentukan adanya acara pergantian tahun disiarkan langsung. Sedangkan file yang diberikan ke Pak Edy Listanto-pun berakhir.

Kami memohon Kang Tejo meng-upload kembali lanjutan ceritanya. Inyong esih penasaran koh.

Tetapi dari keseluruhan pagelaran yang sudah saya dengarkan, terdapat hal yang perlu disempurnakan dalam hal audio karawitan. Instrumen gamelan yang begitu lengkap terhampar dengan jenis yang cukup banyak, sayangnya tidak ter-ekspose dengan merata. Lebih didominasi dengan suara kendhang dan saron serta suling sedikit layap-layap terdengar.

Alangkah lebih baik bila tata suara mengutamakan instrument yang mempunyai kuat suara yang lembut seperti demung, slenthem, gender, gambang dan pengisi interval beat seperti sepasang bonang. Kendhang dan saron yang dominan akhirnya mengingatkan masa kecil saya, ketika nonton ebeg.

Mungkin sound engineer RRI perlu niteni bagaimana Kusuma Record atau Dahlia Record meng-combine perangkat karawitan agar halus terdengar dan adil dalam membagi kuat amplitude masing masing perangkat gamelan. Kepriwe sih kancane Pak Edy Wahidin karo Kang Edi Warsito RRI Purwakerta?

Rupa candra sasi nabiiiii . . . . bumi buda . . . . . . . . . . . Bagaimana kelanjutan ceritanya (seperti dikatakan dalam sinopsis) Ki Tejo? Kita tunggu upload dari Ki Tejo Sustrisno yang sering mampir di wayangprabu.com ini.

Linknya disini:

01_Ki Tedjo Sutrisno_Gatotkaca Nagih Janji 01 ;
02_Ki Tedjo Sutrisno_Gatotkaca Nagih Janji 02 ;
03_Ki Tedjo Sutrisno_Gatotkaca Nagih Janji 03 ;
04_Ki Tedjo Sutrisno_Gatotkaca Nagih Janji 04  dan
05 Ki Tedjo Sutrisno Gatotkaca Nagih Janji 05.

5 thoughts on “Ki Tedjo Sutrisno SPd-Gathutkaca Nagih Janji”

  1. Suwun kangmas Patikraja Dewaku, jane nu sing Upload nu anakku Wadhon Gendhuk Agustina, Karo anak Lanang Rony SP, lha ujarku wingi guli ngup load wis rampung koh..jebul isih Kurang 3 perangan, pancen mas aku ngakoni, ri aku nu Banyumasan, tapi jujur bae bedhane mungkin nang keprak, njur nganggo Budhalan, uga Sabet ( kapan kapan nek wis ana Rekaman anyar VIdeone tek kirim insyaAllah mas), ya dicompar campur, wong nu kadharan dalang ndesa, eh muga muga sih pada seneng…nong ora limbukan Mas, mung nang adegan Togog tek selipna lagon lagon…mangga ditengga nakk lanang lan waodnku kye ngup load maning, suwun wektu karo tempate nggo inyong bocah ndesa kiye…Huuullaaaah….

  2. Alala . . Angger kaya kuwe sinopsisku keliwat ya kang Tejo. Anu budhalan ora kocap wong inyong gole komen kesusu minangkani pamundhut sekang Pak Edy. Inyong ngrungokena sedela mandan tek skip-skip dadi kelangan adegan budhalan.

    Lha angger sabet, inyong dadi penasaran maning kiye. Gageyan lah dikirim. Apa wujud disc MP4 apa kepriwe, terus dikirim maring inyong. Insya Allah tek uplod. Sukur angger langsung diunggah maring link, dadi mung kari ngulu . . . Tela jan anu nylekamin pisan koh . . .

  3. kula nuwun…

    Kula penasaran niki kalih ulet prigelipun ndara Tejo.. (Tek bayangna apa kaya alm.H.Alip ora ya?hehe) matur suwun ndara patikraja.sukses kagem mas tejo.maju wayang Indonesia

  4. MasPatikraja Dewaku@ insyaAllah mbenjang nek wonten shootngan enggal kulo uplod, sing wingi wingi dereng temata dadi mandan isin, ri Sabet, nika anak kula nguplod teng youtube, judule Perang gagal ki Tejo Sutrisno utawi teng FB ne…kula…Mas damarjati@ amin muga muga sih kaya belaiu soale aku jan pingin sebagus beliau…suwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s