Ki Sugito : Petruk Takon Bapa


Liputan dan sharing dari Radio Suara Parangtritis Yogya

Keliling Projo

08/07/2010 08:15:12 (Can)-n HUT Ke-3 RSP, Digelar Wayang Kulit BANTUL: Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-3, Radio Suara Parangtritis (RSP) akan menggelar wayang kulit semalam suntuk di halaman studio Radio Suara Parangtritis di Jl.Parangtritis km. 22 Tegalsari, Donotirto, Kretek, Bantul, pada Sabtu (9/7/2010). Pimpinan Radio Suara Parangtritis, Ir. Sudarmanto (Darman Purwoko) dalam releasenya mengungkapkan, pertunjukan wayang mengambil lakon ‘Petruk Takon Bopo’ dengan dalang Ki Sugito -dalam muda potensial dari Sanden Bantul- ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya jawa serta memberikan wadah kreatifitas bagi dalang muda potensial dan diharapkan berlangsung secara periodik. (*-3)

Berikut ini link untuk mendengarkan rekaman live wayang ultah RSP ke-3

http://www.4shared.com/folder/JQvWmMyH/Petruk_Takon_Bopo_-_Ki_Sugito_.html

Angkawijaya Krama


Adegan (Jejer) Kerajaan Dwarawati.

Prabu Sri Batara Kresna, di pendapa agung sedang duduk di atas singgasana kursi gading, menerima kehadiran kakanda prabu Baladewa raja di kerajaan Mandura, yang diikuti oleh puteranya yang bernama Raden Walsatha dan Patih Pragota.

Sedangkan yang ikut menghadap dalam pertemuan besar (pasewakan) di istana raja selain dari kerajaan Mandura adalah para punggawa kerajaan Dwarawati di antaranya adalah Raden Patih Hariya Udawa, putera mahkota Raden Jayasamba, dan Raden Harya Setyaki.

Dalam persidangannya, sang prabu Baladewa mengusulkan pembatalan perkawinan Abimanyu atau Angkawijaya dengan Siti Sundari putri mahkota Dwarawati. Sri Batara Kresna hanya terserah saja kepada prabu Baladewa. Akhirnya Raden Walsatha bersama Raden Jayasamba diutus untuk menyerahkan surat penggagalan perkawinan Siti Sundari dengan Angkawijaya ke Raden Janaka atas perintah prabu Baladewa.

Keberangkatan Walsatha dan Jayasamba dari Dwarawati menjadikan prabu Baladewa menjadi lega. Namun tidak lama kemudian hadirlah seorang utusan dari Kerajaan Rancang Kencana yang rajanya bernama prabu Kala Kumara. Utusan yang bernama patih Kala Rancang menghaturkan surat lamaran . Isi surat tersebut ada lah sang Prabu Kala kumara menghendaki Siti Sundari untuk bersedia menjadi istrinya. Terjadilah pertengkaran mulut yang kemudian meningkat dan menjadi adu kekuatan fisik di alun-alun Dwarawati.

Di alun-alun Dwarawati terjadilah perang antara prajurit dari Mandura melawan prajurit Rancang Kencana. Berkat kekuatan prabu Baladewa semua prajurit Rancang Kencana mundur ketakutan.

Sri Batara Kresna yang sekembalinya dari kerajaan langsung bersemedi dibalai semedi (sanggar pamujan), berdoa agar persiapan perkawinan Siti Sundari yang kurang 5 hari itu bisa berjalan dengan lancar, dan kiranya Jayasamba dan Walsatha yang diutus ke kasatriyan Madukara dijauhkan dari mara bahaya.

Jejer Kasatriyan Madukara.

Raden Janaka sedang duduk di atas kursi gading. Dalam persidangan di Kasatriyan Madukara dihadiri Raden Angkawijaya, Raden Gathotkaca beserta pada panakawan Semar, Bagong dan Besut.

Pembicaraan yang diungkapkan adalah mengenai akan berlangsungnya perkawinan Raden Angkawijaya dengan Siti Sundari yang waktunya tinggal 5 hari. Belum lama berselang dalam pembicaraan itu, datanglah Raden Walsatha dan Raden Jayasamba menghadap serta menghaturkan sembah. Setelah duduk dengan tenang, maka segera di tanyakan apa keperluannya. Kedua-duanya menjawab bahwa kehadirannya diutus menyampaikan surat yang dikirim dari rama Prabu Baladewa untuk Raden Janaka.

Setelah surat dibaca oleh Raden Janaka, marahlah ia, surat dirobek-robek hingga hancur. Raden Angkawijaya peka terhadap keadaan tersebut sehingga mengetahui bahwa isi surat itu adalah pembatalan perkawinannya atas perintah prabu Baladewa. Maka marahlah Angkawijaya kepada salah satu utusan yaitu Raden Walsatha.

Continue reading Angkawijaya Krama

Ki Hadi Sutoyo : Mbangun Bale Purakencana


Kembali Mas Darmanto dari Parangtritis berbagi untuk kita semua. Berikut liputannya.

(Bantul) Warga dusun Nglorong Panjangrejo Pundong Bantul mengadakan acara Merti Dusun sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia nikmat dari Tuhan YME terutama dengan telah selesainya pembangunan cor blok jalan, pembenahan makam dengan acara puncak menggelar wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Hadi Sutoyo (putra dari Ki Sugi Hadi Karsono) mengambil cerita Mbangun Bale Purakencana bertempat di rumah Kepala Dusun setempat pada hari Rabu 19 Oktober 2011 kemarin dan disiarkan langsung oleh Radio Suara Parangtritis Yogyakarta.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bantul, beberapa Anggota DPRD Bantul, Camat dan Muspika Pundong serta warga masyarakat setempat. Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantul antara lain mengatakan, merti dusun merupakan salah satu kegiatan tradisi budaya adiluhung yang harus dilestarikan sebagai media silaturahmi dan rekonsiliasi antar warga pasca rehabiltiasi rekosntruksi sesama warga serta ungkapan rasa syukur dan permohonan doa keselamatan kepada Tuhan YME.

Menurut ketua Panitia Suparjo, direncanakan rangkaian acara merti dusun dengan menggelar wayang kulit seperti ini akan dilaksanakan setiap tahun.

dari Darmanto – RSP AM 828 Yogyakarta

Berikut link untuk mendengarkan Pentas Wayang Kulit tersebut http://www.4shared.com/folder/KEkDVPdA/Mbangun_Bale_Purakencana_-_Ki_.html

KI SARMADI SABDO UTOMO Ssn : Wahyu Cakraningrat


Dalang Muda Potensial asal Trenggalek KI SARMADI SABDO UTOMO Ssn dengan gaya pakeliran klasik dan sangit serta sabet profesional kali ini membawakan lakon Wahyu Cokroningrat rekaman di Gamping – Pule – Trenggalek dalam dokumentasi KURNIA FM TRENGGALEK dan diabadikan oleh VIDEO SHOTING UVS Dawuhan Trenggalek dengan dikemas secara profesional kami suguhkan untuk dapat dinikmati.

berikut ini foto foto hasil jepretan Video shoting UVS : Adegan limbukan

Goro – goro

Adegan limbukan yang hanya berdurasi 30 menit da goro – goro yang tidak sampai 1 jam dalang satu ini mengutamakan pagelaran wayang secara utuh dengan jalan cerita dan atau  sangit dan kreatifitas dalang yang muda ini enak kita nikmati bersama.

Adegan Perang Abimanyu dapat wahyu  Cakraningrat

Adegan Alun alun Kerajaan Astina

SELAMAT MENIKMATI AUDIONYA

KSSC BAWOR DADI RATU LIVE


Dari Wilayah Jawa Timur juga tidak ketinggalan salah satu koleksi Istimewa Kurnia Fm MHz  Trenggalek Lakon Bawor dadi Ratu dari salah satu Maestro dalang Gagrak Banyumasan Ki Sugino Siswo Carito  secara Live.

Istimewa karena koleksi satu satunya secara live yang kami dapatkan dan kami berbagi dengan pengemar setia KSSC dimana saja berada

Bawor Dadi Ratu sangat ditunggu – tunggu bagaimana kiprah dalang kesayangan kita dengan khas Gagrak Banyumasan

Sementara Audionya dulu dapat dinikmati dengan LINKNYA DISINI