Antara Kangsa dan putra-putra Mandura lainnya


Siapa sajakah Putra dari Raja Mandura, Prabu Basudewa ? dan sebutkan nama ibunya.

Ceritakan sekilas tentang KANGSA dan Arya UDAWA !


Jawaban Pak Baskara

1. Putera Raja Mandura:

–      Kakrasana (kelak bergelar Prabu Baladewa). ibunya Dewi Mahendra (nama lainnya Dewi Mahira, Dewi Maekah).

–      Narayana (kelaj bergelar Prabu Kresna), ibunya Dewi Mahendra

–      Lara Ireng (Dewi Sumbadra); ibunya Dewi Badrahini.

–      Arya Udawa; ibunya bernama Ken Sagupi, seniwati Mandura yang dikawini tidak resmi oleh Prabu Basudewa.

catatan:

–      Versi lain menyebut Arya Udawa adalah anak pasangan Kyai-Nyai Sagupi yang bermukim di Widarakandang. Selain Udawa, Kyai-Nyai Sagupi punya anak Dewi Larasati. Pada masa kecilnya, Kakrasana, Narayana, Lara Ireng, Udawa, Larasati, bersama-sama tinggal bersama Kyai-Nyai Sagupi di Widarakandang, dan mereka mengira sebagai anak Kyai-Nyai Sagupi.

–      Ada anak Dewi Mahendra yang lain bernama Kangsa, yang juga diakui sebagai anak Prabu Basudewa.

2. Riwayat singkat Kangsa dan Arya Udawa:

Dewi Mahira melahirkan anak yang diberi nama Kangsa, lahir dari hubungannya dengan Prabu Gorawangsa yang menyamar sebagai Prabu Basudewa, tatkala raja Mandura ini sedang mengemban tugas, pergi dari Negara Mandura.

Kangsa diasuh oleh Ditya Suratimantra, adik Gorawangsa. Menjelang dewasa, oleh Suratimantra dibawa ke Mandura dihadapkan kepada Prabu Basudewa. Dengan kebesaran hatinya, mengingat Kangsa dilahirkan istri sahnya, Basudewa mengaku Kangsa sebagai anaknya.

Sementara itu, untuk melindungi dari bahaya dibunuh Kangsa, anak-anak kandung Basudewa yaitu Kakrasana, Narayana, Lara Ireng, diungsikan ke Widarakandang, diasuh oleh Ken Sagupi, “emban” Mandura, yang kemudian bermukim di Widarakandang dan kawin dengan Kyai Sagupi. Kakrasana, Narayana, dan Lara Ireng tidak diberitahu bahwa mereka anak raja Basudewa, Kyai-Nyai Sagupi juga beranak Arya Udawa dan Dewi Larasati.

Belakangan Kangsa, dalam upayanya merebut negeri Mandura, mengadakan “adu jago” melawan Basudewa, dengan taruhan Kerajaan Mandura. Jago Kangsa adalah Suratimantra, dan jago Basudewa adalah Jagal Abilawa, yang sesungguhnya Bima dalam penyamaran.

Dalam adu jago itu Suratimantra tewas, dan Kangsa dibunuh Kakrasana dengan senjata Nanggala.

Baru lah secara resmi Kakrasana, Narayana, dan Lara Ireng dinyatakan sebagai putra-putri Raja Basudewa. Kelak Kakrasana menggantikan ayahnya menjadi Raja Mandura bergelar Prabu Baladewa. Narayana menjadi raja Dwarawati setelah menaklukkan rajanya, dan Udawa diangkat menjadi patih Dwarawati.
Lara Ireng menikah dengan Arjuna, dan Larasati menjadi selir Arjuna.

3. Nilai dan Teladan dari kisah ini:

–      Membuktikan kebesaran hati Prabu Basudewa, yang rela mengakui Kangsa sebagai anaknya, karena beliau sadar bahwa Dewi Mahendra tidak berbuat serong.

–      Kebijaksanaannya mengungsikan Kakrasana, Narayana, dan Lara Ireng untuk keluar istana, dan diasuh Kyai-Nyai Sagupi di Widarakandang. Dengan begitu, Kakrasana dan Narayana berkesempatan menuntut ilmu dan merasakan sukaduka kehidupan rakyat jelata. Sehingga kala tiba saatnya menjadi raja, bisa memerintah dengan bijaksana.

Konon kebiasaan ini juga ada di negeri Tiongkok dan Korea. Calon-calon kaisar dikirim ke biara (di antaranya yang terkenal Shaolin) untuk dibekali bermacam ilmu dan pengetahuan. Di jaman modern pun, ada tradisi di Inggris, putera mahkota kerajaan Inggris wajib masuk militer.

Jawaban Pak Basuki Rahmadi

Siapa saja anak Ranja Mandura ( Prabu Basudewa )

Istri Prabu Basudewa yang resmi ada 4 yaitu :

–      Dewi Maerah atau Dewi Amirah….penah di cidra resmi oleh Prabu Gorawangsa ketika Prabu Basudewa berburu ke hutan..kelak lahir Raden Kangsa

–      Dewi Rohini…melahirkan Raden Kakrasana ( kelak jadi Prabu Baladewa penerus tahta Mandura )

–      Dewi Saki atau Dewi Ngaki melahirkan Raden Narayana ( kelak jadi Prabu Kresna raja Dwarawati )

–      Dewi Badraini..melahirkan Rara Ireng atau Dewi Wara Sumbadra

Ada 1 istri tidak resmi yaitu Nyai Sagopi..melahirkan Raden Udawa..

Raden Kangsa ketika sudah besar di berikan tanah perdikan di Mandura dengan Gelar Prabu Anom Wara Kangsa di tlatah Sengkapura ..sedangkan ke empat anaknya ; Kakrasana,Narayana,Rara Ireng dan Udawa disembunyikan di Widara Kandhang dititipkan kepada Kiai Sagopa ..tetapi setelah sekian lama di Sengkapura dan mendapatkan bujukan dari Patih Suratimantra untuk meminta hak sebagai pengganti raja Mandura….maka keluarlah lakon wayang ” Kangsa Adu Jago “..siapa yang kalah harus keluar dari Negara Mandura. Sebetulnya Adu Jago ini hanya taktik agar anak-anak Mandura yang berada di Widara Kandhang bisa keluar..jadi gampang untuk dibunuh oleh Kangsa..sehingga mempermudah dirinya untuk naik tahta Kerajaan Mandura.

Di dalam lakon ini Kangsa memiliki Jago Patih Suratimantra sedangkan Raja Mandura Prabu Basudewa mendapatkan jago yang di cari oleh Prabu Setyajid yaitu Raden Bratasena.

Akhir cerita Suratimantra mati diangan Raden Bratasena..dan Kangsa sendiri mati ditangan Raden Kakrasana dan Raden Narayana.

Setelah Prabu Basudewa Mangkat…maka Raden Kakrasana naik tahta menggantikan orang tuanya..dan Raden Udawa diangkat sebagai Patih..karena telah berjasa pada kehidupan Raden Kakrasana dari kecil hingga dewasa selama di Widara Kandhang…

Udawa juga putra dari Prabu Basudewa..dari Nyai Sagopi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s