Tokoh-tokoh “Netral”


Perang Bharatayuda adalah perang saudara antara keturunan Abiyasa yang melibatkan banyak negara-negara tetangga yang mendukung masing-masing jagoannya yaitu Pandawa atau Kurawa. Hampir semua negara di wilayah sekitar Astinapura dan Indraprasta melibatkan diri dalam peperangan dengan membawa pasukan-pasukannya dan dikomandoi oleh raja atau senapati sebagai pimpinan perang.

Namun ternyata ada beberapa raja atau tokoh suatu negara yang dtidak mau melibatkan diri dalam perang besar itu. Ada perbedaan alasan mengapa mereka bersikap “netral”. Siapakah mereka dan jelaskan alasan-alasan mereka sehingga tidak berpihak pada salah satu Pandawa atau Kurawa

Gambar : http://files.myopera.com/echa2268/albums/639558/Bharata%20Yudha.jpg 

Jawaban Pak Widji

1. Prabu Rukmi Raja Widarbo

Prabu Rukmi adalah kakak kandung dewi Rukmini (Istri Prabu Kresno). Keduanya adalah putera Prabu Bismoko yang gugur melawan Bomo Naroko Suro (Raja Trajutrisno) jauh hari sebelum perang Baratyuda. Setelah Prabu Bismoko gugur, Raden Rukmi yang menggantikan ayahnya menjadi raja Widarbo bergelar Prabu Rukmi.

Karena kesombongannya, Bantuan Prabu Rukmi dan bala tentaranya ditolak oleh Pandowo maupun Kurawa, sehingga Prabu Rukmi menyatakan netral dalam perang Barata Yuda.

2. Prabu Baladewa dari Mandura

Jauh-jauh hari, Prabu Baladewa selalu berusaha agar perang Baratayuda jangan sampai terjadi, karena Pandowo dan Kurawa masih bersaudara.

Sesuai kodrat bahwa perang Baratayuda harus terjadi yang bertujuan untuk memusnahkan angkara murka para Kurawa. Agar Prabu Baladewa tidak melihat adanya perang Baratayuda, Prabu Kresno mengatur siasat agar Prabu Bolodewo mau menghindar dengan cara bertapa. Siasatnya pada waktu perebutan untuk memboyong Prabu Kresno antara Pandowo dan Kurawa (Cerita Kresno Boyong), terjadi perang tanding antara Baladewa denga Bimo dan pada waktu Baladewa hendak membunuh Bimo dengan senjata nenggolonya, Bimo menghindar dan senjata nenggolo mengenai tanah dimana Prabu Kresno sengaja sedang ngumpet disekitarnya. Prabu Kresno berpura-pura jadi tanah dan berbicara dengan Prabu Baladewa, bahwa Kelak Prabu Baladewa akan dijepit BUMI SAPITU bila meninggal dunia, karena ulahnya telah membuat tanah yang tak berdosa menjadi bengkah (Berlubang besar). Akhirnya Baladewa mencari prabu Kresno untuk minta petunjuk agar terbebas dari jepitan bumi. Kemudian Prabu Kresno menyarankan agar bertapa rendam dalam sungai Bagi Ratri (Grojogan Sewu), dan akhirnya Prabu Baladewa setuju dan berucap tidak akan ikut campur dalam Baratayuda, tapi berpesan agar dapat melihat perang baratayuda walaupun sudah hampir selesai. Pada perang baratayuda hari ke-18, Prabu Baladewa dijemput Prabu Kresno untuk dapat menyaksikan perang tanding antara Bimo dan Duryudana, dan melihat bahwa prabu Duryudono gugur oleh Bimo.

Jawaban Pak Baskara:

Ada 2 orang raja yang bersifat netral dalam Perang Bharatayudha, yaitu:

a. Prabu Baladewa dari Mandura. Baladewa adalah abang Kresna, raja Dwarawati.

b. Arya Rukma dari Kumbina; dalam versi Mahabharata negaranya disebut Widharba. Arya Rukma punya adik bernama Dewi Rukmini, yang menjadi salah satu istri Prabu Kresna.

2. Alasan mengapa mereka tidak berpihak kepada Pandawa atau Kurawa.

Ada 4 alasan Prabu Paladewa:

  • Prabu Baladewa merasa Pandawa dan Kurawa sama-sama masih terhitung saudara. Pandawa adalah sepupunya, karena Dewi Kunti adalah bibi Baladewa. Sedangkan Duryudana adik iparnya. Istri Baladewa, Dewi Erawati, adalah puteri Prabu Salya, punya adik Dewi Banowati yang dipersunting Duryudana. Selain itu, adik Dewi Erawati yang lain, Dewi Surtikanti, diperistri Adipati Karna, bawahan Duryudana.
  • Baladewa mahir bermain gada, dan dulu Bima dan Duryudana pernah bersama-sama berguru main gada kepada Baladewa.
  • Baladewa berpendapat bahwa Yudistira telah melakukan kesalahan, mempertaruhkan Drupadi dan negara Indraprasta (Amarta) waktu main dadu dengan Duryudana dan Sengkuni. Sehingga tidak bisa diminta kembali. Pengasingan 12 tahun di rimba ditambah 1 tahun penyamaran adalah akibat taruhan dadu itu juga. Setelah pengasingan itu, cukuplah, Pandawa tidak perlu diasingkan lagi, dan tidak pula perlu berperang melawan Kurawa.
  • Baladewa tidak ingin melawan Kresna pribadi yang ada di pihak Pandawa, atau melawan balatentara Dwarawati yang memihak Duryudana. (dalam lakon Kresna Gugah, Duryudana memilih balatentara Dwarawati, sedangkan Arjuna memilih Kresna pribadi, yang tidak boleh ikut maju perang atau memegang senjata. Kresna hanya boleh menjadi penasehat Pandawa).

Tadinya Arya Rukma tidak bermaksud netral.

Pada mulanya dia menawarkan bantuan kepada Pandawa, tetapi dijawab Arjuna bahwa Pandawa tidak memerlukan bantuan Rukma.

Kemudian Rukma menawarkan diri kepada Duryudana untuk membantu Kurawa. Tetapi Duryudana menolaknya, karena tahu bahwa Rukma ditolak bantuannya oleh Pandawa.

Catatan:

Dalam versi Wayang Jawa, sebelum terjadinya Bharatayudha, Baladewa diminta Kresna untuk bertapa di tempat yang jauh dari Padang Kurusetra (tempat Bharatayudha berlangsung) dengan ditemani pohon jambu yang baru tumbuh. Tidak boleh “badar” tapanya sebelum pohon jambu itu berbuah.

Kala pohon jambu berbuah dan Baladewa behenti bertapa, perang Bharatayudha telah usai.

Mengingat tujuan diadakannya kuis adalah “Mengenal, Memahami, dapat Menikmati dan mampu Memanfaatkan Nilai yang terkandung dalam budaya WAYANG”, maka perkenankanlah saya urun rembug sedikit mengenai Nilai dan Teladan yang dapat kita ambil dari “kenetralan” Prabu Baladewa dan Arya Rukma dalam perang Bharatayuda (walau pun tidak secara eksplisit ditanyakan dalam Quiz I-4.

Nilai yang bisa menjadi teladan adalah:

1. Cara pandang Baladewa atas perselisihan Pandawa-Kurawa berbeda dari pandangan orang banyak pada waktu itu. Walau pun demikian, Baladewa tetap pada pendiriannya. Prabu kresna tidak ingin mengubah cara pandang Prabu Baladewa itu. Lepas dari benar tidaknya Baladewa, pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa suatu hal yang wajar jika manusia berbeda pendapat.

Seringkali, cara pandang kita atas suatu hal atau peristiwa, atau, fakta, bisa menjadi lebih penting daripada fakta itu sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, ada contoh, misalnya:

Seorang Kepala Seksi, yang baru saja dipromosikan, mengeluh kepada sesama rekannya Kepala Seksi, bahwa dia tidak punya anak buah yang pintar dan cakap, seperti yang dimiliki rekannya.

Apa jawaban rekannya? (yang sudah cukup lama menjabat):

“Seharusnya anda besyukur bahwa anak buah anda tidak sepintar anda.”

“Lho, apa tidak aneh? Mengapa saya harus bersyukur?”

“Andaikata di antara (bekas) anak buah anda itu ada yang pintar seperti anda, atau malah lebih pintar, belum tentu Bos kita memilih anda untuk duduk di jabatan anda sekarang.”

Dengan mengubah cara pandang itu, dia tidak mengeluh lagi.

2. Arya Rukma harus menerima kenyataan, dia tidak bisa ikut berperanserta dalam Perang Bharatayudha, karena tawaran bantuannya ditolak oleh kedua belah pihak.

a)   kita bisa memahami bahwa ada hal-hal yang harus kita terima, walau tidak sesuai dengan keinginan kita.

b)   Seharusnya Arya Rukma tidak lagi menawarkan bantuan kepada Duryudana, setelah tawarannya kepada Pandawa ditolak

Jawaban oleh Pak Supandi :

Masih ada satu lagi tokoh yang netral tidak memihak siapapun di dalam perang besar baratayuda jayabinangun. selain yang telah disebutkan oleh penjawab terdahulu yakni tokoh bolodewo dan ario prabu rukmo, adalah ario yomowiduro seorang paman dri pihak kurawa maupun pandawa. dia adalah anak ketiga dari maharesi abiyoso, kakeknya kurawa~pandawa. atau adik dari ario destosastro(bapaknya kurawa) dan juga adik mendiang prabu pandu(bapaknya pandawa). karenanya dia tidak bisa memihak salah satunya mengingat semuanya adalah sama~sama keponakan. demikian sekilas tambahan jawaban saya secara singkat mudah~mudahan tidak salah. matur nuwun

Advertisements

2 thoughts on “Tokoh-tokoh “Netral””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s