Sebelum Aku Mati


Pada posting kemarin di Bumi Prabu saya mengutip cerita tentang Gesang dan Waldjinah, dua orang seniman besar di panggung keroncong dan langgam jawa. Kemudian di Facebook saya link-an dan saya tuliskan begini :

Mbah Gesang dan Mbakyu Waldjinah sedang terbaring sakit di Solo
Saya doakan bagi dua sosok luar biasa budayawan keroncong dan langgam jawa, semoga sabar dan diberi kekuatan serta memperoleh yang terbaik dari Gusti ALLAH SWT

http://pr4bu.co.cc/?p=1019

Sebelum Aku Mati

Cipt. Gesang

Sekali ku hidup, sekali ku mati,

Aku dibesarkan di Bumi Pertiwi,

Akan kutinggalkan warisan abadi,

Semasa hidupku sebelum Aku mati.

Lambaian tanganku panggilan abadi,

Semasa hidupku sebelum aku mati 

Sepertinya aku memperoleh firasat bahwa Gesang akan dipanggil oleh ALLAH tidak lama lagi sehingga saya tulis lagu ciptaannya “Sebelum Aku Mati”. Dan kemudian sore harinya ternyata GESANG menghadap Sang Khaliq.

Innalillahi wainna ilaihi raji’un

Sesungguhnya keberadaanmu di dunia ini karena ALLAH dan pasti engkau akan meninggalkan dunia ini juga karena ALLAH.

GESANG adalah hidup. GESANG adalah tipikal seniman Jawa yang istiqomah dalam perjuangan menghidupi dirinya. Seorang yang mengabdikan diri dan karyanya tanpa pamrih, hanya untuk kepentingan khalayak.

Coba lihat keseharian beliau yang begitu sederhana meskipun sebenarnyalah bahwa dirinya menyandang nama besar dan dihormati oleh dunia. Keseharian yang sederhana, tidak neko-neko, tidak mempunyai keinginan banyak. Satu saja keinginan yang selalu memacu dirinya agar tetap “gesang” inggih puniko maringi gesang kangge tiyang sanes. Menjadi penyemangat orang lain agar mampu menjalanani hidup dengan sebenarnya, melalui teladan dan sumbangan karya-karyanya.

Bagi saya GESANG akan selalu gesang dalam hidup ini melalui teladan yang diberikannya dalam kesederhanaan menjalani kehidupan. Kesederhanaan dalam berfikir, kesederhanaan dalam bertindak dan berkarya, kesederhanaan dalam menyikapi segala permasalahan dan kesederhanaan dalam memandang kehidupan bahwa hidup di dunia hanyalah sementara dan keabadian adanya adalah saat meninggalkan duni fana ini menghadap Ilahi rabbi.

Selamat jalan kekasihku, semoga ALLAH menerima semua amal ibadahmu dan mengampuni segala kesalahanmu. Semoga ALLAH menerimamu sebagai hamba yang beriman dan beramal sholeh sehingga ENGKAU tempatkan dalam rahmadMU.

Aamiin.

Koleksi keroncong di BUMI PRABU

One thought on “Sebelum Aku Mati”

  1. Nderek bela sungkawa…
    Gajah mati meninggalkan gading…
    Harimau mati meninggalkan kulit…

    (kalau liat berita, yang melepas kepergian almarhum tak terhitung. Bukti cinta pada orang dengan karya besar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s