KHS Gatotkaca Obong


Di Kerajaan Dwarawati Prabu Kresna yang didampingi oleh anaknya,  Samba, dan Patih Udawatengah menerima utusan dari Kerajaan Amarta yaitu Gatotkaca.

Gatotkaca melaporkan bahwa Indraprasta/Amarta sedang mengalami malapetaka. Rakyat tengah mengalami kesengsaraan, hasil sawah petani banyak yang rusak, hewan ternak banyak yang mati.

Kresna kemudian menjelaskan bahwa sesembahan di Kraton Amarta, bathari Sri, hilang tidak ada yang tahu. Bila Bathari Sri tidak lekas ditemukan maka kesengsaraan di Amarta akan tetap berlangsung, malah akan semakin parah yang akan mengakibatkan semakin menderitanya rakyat.

Gatotkaca meminta Kresna untuk mengunjungi Amarta demi menyelesaikan masalah itu. Kresna menyetujui dan kemudian bersiap-siap untuk berangkat, namun tiba-tiba datanglah Begawan Durna dari Astina.

Pandita Durna sebagai wakil dari Astina mengatakan hal yang sama dengan wakil Amarta, Gatotkaca, mewartakan bahwa negri Astinapun tengah mengalami bebendu, malapetaka, dimana rakyat tengah banyak mengalami derita. Sore sakit pagi meninggal, pagi sakit sore meninggal. Dan untuk menghilangkan malapetaka ini, berdasarkan wangsit dari Dewa, maka harus didatangkan Prabu Kresna ke Astina.

Kresna bingung juga memutuskan antara dua permintaan itu. Akhirnya untuk menunda waktu, Kresna mengatakan kepada Durna bahwa hal ini akan dibicarakan dulu dengan para istrinya dulu, sehingga Durna disuruh menunggu di luar.

Akhirnya Kresna memerintahkan kepada Setyaki untuk mengatakan kepada Durna bahwa Prabu Kresna tidak bisa menyanggupi permintaan Durna untuk datang ke Astina. Dan semua wewenang telah dilimpahkan kepada Setyaki untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu mengusir Durna dari Dwarawati.

Ternyata dugaan Setyakti dan Gatotkaca bahwa ini semua adalah akal-akalan Durna semata, benar adanya. Di luar ternyata telah menanti Begawan Kalasakti yang menyambut kedatangan Begawan Durna. Tujuan Durna meminta Kresna datang ke Astina dengan alasan sebagai sarana menghilangkan malapetaka yang tengah dialami Astina, ternyata adalah tipu daya hasil persekongkolan Durna dengan Kalasakti untuk membunuh Prabu Kresna. Alasannya bahwa bila Kresna mati maka Pandawa tidak akan ada artinya, akan mudah untuk dibasmi.

Hingga terjadilah perkelahian antara Setyaki melawan Durna.

Bagaimana Gatotkaca kemudian menemui “kematian” nya ? Bagaimana kelanjutan dari cerita ini ?

Silahkan nikmati Pagelaran wayang kulit oleh KI Hadi Sugito dengan mengambil lakon Gatotkaca Obong.

 

Advertisements

One thought on “KHS Gatotkaca Obong”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s