Laporan dan Harapan


Laporan Keuangan

Seperti yang telah kami janjikan sebelumnya untuk memberikan laporan keuangan kepada para pecinta wayang di blog ini, khususnya bagi para donatur yang telah berkenan menyisihkan rejekinya untuk “proyek” kita seperti yang telah disebutkan di posting sebelumnya, maka secara umum (rekap) akan ditampilkan laporannya posisi sampai dengan tanggal 24 April 2010, sebagai berikut :

  • Donasi yang telah masuk oleh 20 orang sebesar : Rp. 6.200.000,-
  • Pengeluaran untuk biaya transfer penganti koleksi KNS dan pembelian CD, Cover  dan biaya pengiriman ke para pendonor sebesar : Rp. 2.954.700,-
  • Saldo : Rp. 3.245.300,-

Perlu diketahui bersama, bahwa Mas Imam sementara ini ketiban sampur dan secara sukarela menjadi Bendahara. Dan untuk selanjutnya sampai waktu yang belum ditentukan kami harap Mas Imam berkenan untuk menyandang dan melaksanakan tugas mulia ini. Mungkin kalau nanti sudah terbentuk Paguyuban, akan ditetapkan secara resmi di Munaslub Paguyuban Penggemar Wayang yang belum terbayang akan diselenggarakan kapan dan dimana. he he he.

Ide-ide seputar terbentuknya Paguyuban

Dari pembicaraan informal diantara kami, ada sebuah usulan yang menarik terutama bagi para penggemar wayang yang memiliki keterbatasan dalam akses internet dikarenakan susah memperolehnya atau dapat memperoleh akses namun sangat lambat. Jangankan untuk men-DL file-file MP3 yang ukurannya cukup besar, lha wong untuk membuka page wayangprabu.com saja harus disambi nyruput kopi dan menghabiskan beberapa hisapan rokok di bibir ditambah bonus gerutuan “Oalaah … luuuuuambate rek … kok kaya Limbuk nemu gethuk keno guepuk ning angkruk disunduk sisan”. Untuk teman-teman kita itu, nanti ada semacam bantuan copy koleksi wayang dalam cede yang terkirim dan cukup diganti dengan biaya beli cede, cover dan biaya pengiriman dan kalau berkenan ditambah bonus sumbangan seikhlashnya untuk kepentingan bersama.

Sebenarnya bagus juga ide seperti itu, cuman bagaimana mekanisme dan siapa pelaksananya masih belum jelas. Mengingat masing-masing person tersebar wilayahnya dan hanya bisa berhubungan via email, telepon atau FB dan juga tentu mempunyai tanggung jawab serta kesibukan masing-masing. Nek nyerahake maneh ning Mas Imam, kami takut dicap “manungsa kurang tata”. Meskipun Mas Imam terhitung paling muda dan paling enerjik, lha nek di kuyo-kuyo kaya ngono yo pasti mbengok to … he he he …

Namun saya salut kok sama Mas imam yang kelihatannya kalem tapi kalau sudah tandang gawe, solahe cukat trengginas kaya Raden Gatotkaca, mabur sana mabur sini dadi telik sandi mencari lokasi-lokasi yang dicurigai masih memiliki harta warisan terpendam.

Cukup banyak ide-ide lain selain melengkapi warisan budaya wayang (audio, video pagelaran wayang), dukungan bagi para pelaku kesenian wayang, dukungan bagi para sesepuh dan keluarga budayawan, melepas dahaga dengan menggelar live show pagelaran, kalau perlu saresehan dan ide-ide lain yang mungkin dapat dilakukan.

Opo iso yo ?

Apa sih yang nggak mungkin ? Lha wong kalau saya cermati, para pecinta wayang yang nulis komen atau kirim email ke saya, begitu buanyak dan begitu fanatik serta enerjik dan tersebar di seantero Nusantara sampai manca negara.

Cuman memang harus ada yang manggala-ni dan me-manage segala potensi itu menjadi kekuatan yang berhasil guna.

Okelah … orang bilang itu mungkin dapat dianggap sebagai long term. Sementara sort term yang ada di depan mata sekarang adalah melanjutkan upaya yang kita bisa lakukan yaitu mengumpulkan warisan budaya, cagar budaya, berupa koleksi pagelaran wayang oleh KNS, juga KHS dan dalang-dalang lain yang mungkin belum pernah kita dengar dan nikmati.

Untuk KNS kita sudah memulainya. Untuk KHS ada rekan kita yang begitu bersemangat untuk mewujudkannya. Untuk dalang-dalang lain, alangkah indahnya bila bisa terwujud.

Dan untuk mewujudkan itu, tentu saja harus melalui perjuangan dan dukungan daya dan dana yang mungkin tidak sedikit.

Ibaratnya, satu batu telah kita langkahi. Dan batu-batu lain yang ada di depan, siap untuk kita langkahi bersama. Dengan apa ? Dengan kebersamaan, kepedulian, semangat dan yang paling penting dengan ke-istiqomah-an. Ketetapan hati dan tekad untuk selalu menjadi lebih baik di hari depan.

Dukungan Anda semua tentu masih sangat diharapkan. Upaya kita adalah upaya bersama yang akan kita nikmati bersama. Kami ucapkan sekali lagi, MATUR NUWUN atas dukungannya selama ini sehingga minimal konten di blog ini semakin hari semakin lengkap dan semakin banyak orang, khususnya para pecinta wayang, yang telah menemukan tempat berteduh untuk menikmati ademnya hati,disini.

Dari Kita dan Untuk Kita.

Matur Nuwun

6 thoughts on “Laporan dan Harapan”

  1. mohon maaf.
    saya penggemar KHS. saja mathuk, sutresno yang belum bisa download bisa dikirim CeDe. masalahnya yo pancen angel tenan, dan beliau2 juga saudara kita yang senang wayang juga.
    Beberapa kesempatan, hasil pertemuan dengan penggemar KHS di jogja, kalau bisa malah ditentukan ‘nilai’nya. sepersekian-prosen di kirim ke rekening keluarga almarhum ki hadi. Secara informal, mas nanang (ki wisnu hadi sugito), setuju. Maturnuwun sakdurunge, kata beliau (lewat sahabat beliau yang sampai ke saya). Untuk masalah rekening, akan kami kirim ke mas prabu pada forum diluar ini.
    sekedar info, sederek nom dari wates, sudah berhasil mendapatkan sekitar 25 judul yang belum terposting di wayang prabu.
    Antara lain
    anoman kembar
    bagong dadi guru
    gareng ratu
    gatotkaca obong
    kresno obong
    ontoseno ratu
    ontoseno takon bopo
    pendowo gugat
    pendowo kembar
    petruk takon bopo
    probokusumo takon bopo
    seto gugur
    sombo ratu
    sosrowindu
    suyudono gugur
    wahyu: manik imandoyo, poncosari, senopati
    werkudoro kembar 4
    wisannggeni: lair, rabi, racut, pandito, ratu.
    File dalam format MP4 dan siap kirim.
    Alangkah indahnya bila kita juga tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga KHS dan berguna pula bagi sesama.
    Nuwun, ada keliru mohon maaf.

    _____
    Matur nuwun Pak dukungan dan usulannya
    Sae sanget, leres terkait dengan semacam “royalti” atau penghargaan bagi sang seniman atau keluarganya
    Hal serupa juga sudah disentil oleh Pak Edy dkk terkait dengan itu …
    Kalaupun kita tetapkan nantinya berapa persen yang kita berikan kepada yang berhak, itu memang sudah sewajarnya
    Bisa juga sebenarnya mekanisme kita cari dalam bentuk lain, misalnya dari sumbangan para sutresna berupa sukarela ataupun hasil penggantian pengiriman koleksi maka sebagian kita peruntukan untuk bantuan royalti
    Ibaratnya, masak kita sudah menikmati sesuatu yang menyenangkan kita namun kita tidak menghargai hasil jerih payahnya … kan namanya jadi kita tidak tahu diri
    Nah .. untuk pengiriman cede, masalahnya mungkin nanti harus ada yang diberi tugas untuk bakar mp3 ke cede dan mendistribusikan kepada yang minta
    Kalau rekening mungkin bisa kita percayakan kpd seseorang yang kita percaya dengan syarat transparan dan akuntabel
    Oleh karenanya memang harus ada wadah yang mengatur semua itu …
    Sementara itu respon dari saya
    Nuwun

  2. nuwun sewu, lepat nyuwun pangapunten…
    Hmm, pakdhe jagat mapan langsung kirim serat-an, setelah ondrowinan di gardu rondha sebelah.
    Pakdhe Prabu, begitulah pakdhe saya. Selalu ngendikan ‘wutuhan’.
    Pakdhe Prabu, insyaalloh dalam waktu dekat, bila segala sesuatu sesuai rencana, koleksi Almarhum Ki Hadi Sugito (semoga) akan bertambah. Tentunya atas bantuan dan kebaikan hati Pakdhe Prabu yang selama ini begitu saya kagumi.
    Tiada kata lain,
    Semoga, karya beliau dapat terus mendapat tempat di hati para pandemen.
    Semoga, ini dapat menjadi amal jariyah beliau, ketika kita selalu mendapat manfaat dari karya besar beliau almarhum,
    Juga, Pakdhe Prabu senantiasa mendapat kebaikan atas apa yang Pakdhe Prabu lakukan selama ini.
    Minimal, ini dulu yang bisa kita lakukan sebagai short time
    (hahaha, maaf, pinjam istilah pakdhe prabu) sebagai bentuk penghargaan terhadap Ki Hadi Sugito.
    Karena, saya yakin, Do’a merupakan sarana komunikasi hamba terhadap sang Khalik…
    Amin.
    _____
    Jebul-nya pun sami rembagan tho …
    Nah … menawi kados mekaten tamtunipun sampun wonten scenario lan mekanisme sharing koleksi puniko wonten ing mriki (menawi dipun keparengaken) …
    kulo namung nderek kemawon … menawi kajibah ngunggah file monggo
    Langkung sae kadosipun menawi panjenengan piyambak Om Sidiq ingkang posting
    Biasane wong nek ngomong ra gelem opo ra iso kuwi sejatine kosok baline …
    Malah duweni kaluwihan (sing ngedap-ngedapi)
    Rak inggih mekaten tho
    Matur Nuwun lho

  3. Sekedar tambahan untuk mas Jagadmapan Yth :
    Sebetulnya mau nulis baru males karena kondisi badan nggak sehat, tapi karena membaca tulisan panjenengan dan mas Prabu saya nekat ngetik ( walau anak dan istri ) cemberut.
    Mudah2an cita kita terkabul dalam membentuk beberapa paguyuban sesuai gagrak atau ki dalang yang di senangi. Sebetulnya umpan membentuk Paguyuban tidak dikhususkan pada gagrak atau ki dalang tertentu, tapi entah kenapa setelah saya hitung kok yang memberikan tanggapan banyak penggemar ki Narto Sabdho. Dengan adanya tanggapan positif dari mas Jagadmapan saya optimis nanti akan terbentuk pula Donasi khusus untuk Ki Hadi Sugito apalagi ide panjenengan tentang penyisihan dana untuk keluarga ki Dalang.
    Kagem mas Jagadmapan seandainya pas ke daerah Bantul yen dangan ing penggalih kula aturi mampir ke gubug saya, mungkin kita bisa bicara ngalor ngidul masalah paguyuban, nuwun.

  4. Mugi enggal sehat Pak Wid
    Ingkang paling rajin maos,nulis lan berkunjung teng blog niki nopo dene nyambangi rencang-rencang ing FB kan Pak Wid
    Dados amrih regeng Pak Wid kedah sehat rumiyin
    Sementara nurut dulu sama ingkang garwa saha putra …

    Nggih …. mugi samangke sedaya saget langkung sae malih
    Aamiin

    (nyuwun sewu mboten ateges kulo nyaosi petuah dumateng ingkang lankung sepuh, nanging puniko namung sebatas doa kemawon)
    _______________
    Njih nuwun sedanten kemawon……Alhamdulillah kula sampun njenggelek malih.

  5. Wah, ternyata salut saya ternyata sudah ada yang memulai untuk collect alm. Ki Hadi sugito..Kalau saya sih nderek mawon, bagusnya bagaimana….Usulannya coba ditunjuk dulu siapa yang mengelola Paguyuban penggemar alm. KHS..
    Dan untuk mbah Narko smg cepat sehat…
    dan kalau sudah sehat kayaknya mbah Narko ini bisalah sebagai Ketuanya …Nuwun sewu nunjuk…
    _____________________________
    Walah mas, saya ini mung tuwa tuwas lha kok dipasrahi mimpin. Langkung sae ingkang taksih trengginas kemawon, kula sampun gampil lalen nek nyaur utang niku…

    Widjanarko

  6. Ass. Wr. Wb
    Alhamdulillah, kepanggih sederek sepuh saking tlatah Projo Taman Sari, insyaalloh, menawi gusti taksih mareng-aken, benjang sowan wonten dalem kakangmas narko ingkang sanget kinurmatan.
    Kakangmas prabu, mentog-nya di masalah kepanitiaan dan belum ketemunya mekanisme yang panjenengan ngendikak-aken. Terus terang, saya hanya tukang gérong, juru keplok yang hanya bisa usul tanpa bisa berbuat sesuatu. Apalagi, raga ini kian hari terasa makin ringkih.
    Hanya karena dijak gojekan sama prunan cemlewo saja, saya jadi serasa lebih muda 20 tahun lalu.
    Ah, hanya harapan, hanya angan dari seorang renta yang mungkin tidak sempat ‘ngonangi’, akhir dari cerita ini.
    Mugi poro sederek wonten ingkang kerso nglajengaken cita2 meniko. Insyaalloh, dhonga pangestu tansah ngiringi jejibahan sae puniko.
    Nyuwun Pangapunten
    Wassalam Wr. Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s