Banjaran Cerita Pandawa 4 : Kisah Perang Baratayuda


Sumber : tembi.org

Karna menjadi panglima perang, dan berhasil menewaskan musuh. Yudhisthira minta agar Arjuna menahan serangan Karna. Arjuna menyuruh Ghatotkaca untuk menahan dengan ilmu sihirnya, Ghatotkaca mengamuk, Korawa lari tunggang-langgang. Karna dengan berani melawan serangan Ghatotkaca. Namun Ghatotkaca terbang ke angkasa. Karna melayangkan panah, dan mengenai dada Ghatotkaca. Satria Pringgandani ini limbung dan jatuh menyambar kereta Karna, tetapi Karna dapat menghindar dan melompat dari kereta. Ghatotkaca mati di atas kereta Karna. Para Pandawa berdukacita. Hidimbi pamit kepada Dropadi untuk terjun ke perapian bersama jenasah anaknya.

Pertempuran terus berkobar, Drona berhasil membunuh tiga cucu Drupada, kemudian membunuh Drupada, dan raja Wirata. Maka Dhrtadyumna ingin membalas kematian Drupada.

Kresna mengadakan tipu muslihat. Disebarkannya berita, bahwa Aswatthama gugur. Yudhisthira dan Arjuna mencela sikap Kresna itu. Kemudian Bhima membunuh kuda bernama Aswatthama, kemudian disebarkan berita kematian kuda Aswatthama. Mendengar berita kematian Aswatthama, Drona menjadi gusar, lalu pingsan. Dhrtadyumna berhasil memenggal leher Drona. Aswatthama membela kematian ayahnya, lalu mengamuk dengan menghujamkan panah Narayana. Arjuna sedih atas kematian gurunya akibat perbuatan yang licik. Arjuna tidak bersedia melawan Aswatthama, tetapi Bhima tidak merasakan kematian Drona. Dhrtadymna dan Satyaki saling bertengkar mengenai usaha perlawanan terhadap Aswatthama. Kresna dan Yudhisthira menenangkan mereka. Pandawa diminta berhenti berperang. Tapi Bhima ingin melanjutkan pertempuran, dan maju ke medan perang mencari lawan, terutama ingin menghajar Aswatthama. Saudara-saudaranya berhasil menahan Bhima. Arjuna berhasil melumpuhkan senjata Aswatthama. Putra Drona ini lari dan sembunyi di sebuah pertapaan. Karna diangkat menjadi panglima perang. Banyak perwira Korawa yang memihak kepada Pandawa.

pandawa 04

KEMATIAN SAKUNI. Kepingan badannya dilempar ke lima penjuru dunia. (karya : Herjaka HS)

Pada waktu tengah malam, Yudhisthira meninggalkan kemah bersama saudara-saudaranya. Mereka khidmat menghormat kematian sang guru Drona, dan menghadap Bhisma yang belum meninggal dan masih terbaring di atas anak panah yang menopang tubuhnya. Bhisma memberi nasihat agar Pandawa melanjutkan pertempuran, dan memberi tahu bahwa Korawa telah ditakdirkan untuk kalah.

Pandawa melanjutkan pertempuran melawan Korawa yang dipimpin oleh Karna. Karna minta agar Salya mau mengusiri keretanya untuk menyerang Kresna dan Arjuna. Salya sebenarnya tidak bersedia, tetapi akhirnya mau asal Karna menuruti perintahnya.

Pertempuran berlangsung hebat, disertai caci maki dari kedua belah pihak. Bhima bergulat dengan Doryudana, kemudian menarik diri dari pertempuran. Dussasana dibunuh oleh Bhima, sebagai pembalasan sejak Dussasana menghina Drupadi. Darah Dussasana diminumnya.

Arjuna perang melawan Karna. Naga raksasa bernama Adrawalika musuh Arjuna, ingin membantu Karna dengan masuk ke anak panah Karna untuk menembus Arjuna. Ketika hendak disambar panah, kereta yang dikusiri Kresna dirundukkan, sehingga Arjuna hanya terserempet mahkota kepalanya. Naga Adrawalika itu ditewaskan oleh panah Arjuna. Ketika Karna mempersiapan anak panah yang luar biasa saktinya, Arjuna telah lebih dahulu meluncurkan panah saktinya. Tewaslah Karna oleh panah Arjuna.

Doryudhana menjadi cemas, lalu minta agar Sakuni melakukan tipu muslihat. Sakuni tidak bersedia karena waktu telah habis. Diusulkannya agar Salya jadi panglima tinggi. Sebenarnya Salya tidak bersedia. Ia mengusulkan agar mengadakan perundingan dengan Pandawa. Aswatthama menuduh Salya sebagai pengkhianat, dan menyebabkan kematian Karna. Tuduhan itu menyebabkan mereka berselisih, tetapi dilerai oleh saudara-saudaranya. Aswatthama tidak bersedia membantu perang lagi. Salya terpaksa mau menjadi panglima perang. Nakula disuruh Kresna untuk menemui Salya, dan minta agar Salya tidak ikut berperang. Nakula minta dibunuh daripada harus berperang melawan orang yang harus dihormatinya. Salya menjawab, bahwa ia harus menepati janji kepada Duryodhana, dan melakukan darma kesatria. Salya menyerahkan kematiannya kepada Nakula dan agar dibunuh dengan senjata Yudhisthira yang bernama Pustaka, agar dapat mencapai surga Rudra. Nakula kembali dengan sedih.

Salya menemui Satyawati, pamit maju ke medan perang. Isteri Salya amat sedih dan mengira bahwa suaminya akan gugur di medan perang. Satyawati ingin bunuh diri, ingin mati sebelum suaminya meninggal. Salya mencegahnya. Malam hari itu merupakan malam terakhir sebagai malam perpisahan. Pada waktu fajar Salya meninggalkan Satyawati tanpa pamit, dan dipotongnya kain alas tidur isterinya dengan keris. Salya memimpin pasukan Korawa. Amukan Bhima dan Arjuna sulit untuk dilawannya. Salya menghujankan anak panahnya yang bernama Rudrarosa. Kresna menyuruh agar Pandawa menyingkir. Yudhisthira disuruh menghadap Salya. Yudhisthira tidak bersedia harus melawan pamannya. Kresna menyadarkan dan menasihati Yudhisthira. Yudhisthira disuruh menggunakan Kalimahosadha, kitab sakti untuk menewaskan Salya. Salya mati oleh Kalimahosadha yang telah berubah menjadi pedang yang bernyala-nyala. Kematian Salya diikuti oleh kematian Sakuni oleh Bhima. Berita kematian Salya sampai kepada Satyawati. Satyawati menuju medan perang, mencari jenasah suaminya. Setelah ditemukan, Satyawati bunuh diri di atas bangkai suaminya.

Duryodhana melarikan diri dari medan perang, lalu bersembunyi di sebuah sungai. Bhima dapat menemukan Duryodhana yang sedang bertapa. Duryodhana dikatakan pengecut. Duryodhana sakit hati, lalu bangkit melawannya. Bhima diajak berperang dengan gada. Terjadilah perkelahian hebat. Baladewa yang sedang berziarah ke tempat-tempat suci diberi tahu oleh Narada tentang peristiwa peperangan di Hastina. Kresna menyuruh Arjuna agar Bhima diberi isyarat untuk memukul paha Duryodhana. Terbayarlah kaul Bhima ketika hendak menghancurkan Duryodhana dalam perang Bharatayudha. Baladewa yang menyaksikan pergulatan Bhima dengan Duryodhana menjadi marah, karena Pandawa dianggap tidak jujur, lalu akan membunuh Bhima. Tetapi maksud Baladewa dapat dicegah, dan redalah kemarahan Baladewa..

R.S. Subalidinata

Advertisements

17 thoughts on “Banjaran Cerita Pandawa 4 : Kisah Perang Baratayuda”

  1. aslm…pak tlng artikelnya dialih bahasakan menggunakan Bahasa Jawa karena banyak yg berminat membaca dg bahasa jawa

  2. maaf bunda … saya hanya mengutip dari tembi.org
    silahkan berkunjung kesana dan meminta kepada adminnya untuk ditranslate ke bhs jawa
    matur nuwun

  3. moga aja akko bisa dapetin cerita pandawa yglbih banyax dari ygakko harapkan ……………………………………………………rasanya hati akko nangiz waktu baca ceritanya……………………………………..moga pandawa akan muncul dan membawa akko ke dalam hidupnya zaman dulu akko rela mengorbankan jiwa akko hanya utuk pandawa semata………………………….

  4. Assalamualaikum…

    Pak saya tertarik tentang kisah pewayangan. tapi saya menemukan kesulitan dalam memahami alur cerita, makna, tokoh dan karakternya serta amanat yang terkandung dalam cerita pewayangan.
    bapak bisa bantu saya bagaimana saya bisa menemukan jawaban pertanyaan saya?

    Terimaksih
    ^_^

    1. Untuk yang baru belajar wayang … silahkan cari referensi buku wayang yang umum dulu
      bisa banyak ditemukan di http://wayangpustaka.wordpress.com dan link-link lain semisal wiki
      Yang perlu diketahui sejak awal bahwa perlu dibedakan antara versi india dengan versi indonesia
      Versi Indonesia sumbernya adalah dari india (mahabarata dan ramayana) namun cukup banyak perbedaan dengan versi aslinya karena disesuaikan dengan budaya lokal oleh para sesepuh kita dulu.
      Tulisan diblog ini cukup banyak yang menjelaskan hal dimaksud, silahkan baca-baca sebagai referensi juga.
      Kalau sudah minimal memahami secara umum tentang cerita ramayana dan mahabarata, kmd dapat lebih didalami dengan mempelajari pembahasan yang lebih detil terhadap referensi2 yang tersedia.
      Bagi pemula belajar wayang sering menemukan hal-hal yang dapat mengeryitkan kening, namun biarkan itu, cukup dicatat dalam hati saja
      Kalau belajar tekun dengan referensi yang cukup lengkap serta rajin menanyakan hal-hal yang belum jelas kpd yang lebih faham, maka insya allah akan memperoleh nilai yang luar biasa dari belajar wayang …
      Let’s start …
      nuwun

  5. Saya suka sekali cerita pawayange, , namun lebih menarik jika menggunakan b.jawa.~
    ~,matur suwun

  6. saya sangat menyukai pewayangan, namun saya selalu kebingungan jika membaca pewayangan versi India dan Versi Jawa. Kok beda ya mas?

  7. Beda karena memang wayang versi Jawa oleh para leluhur dan para sesepuh disesuaikan dengan budaya setempat meskipun secara umum masih bersumber dari mahabarata India … silahkan baca penjelasannya di blog ini
    nuwun

  8. kalo setau saya, konon astina dan pandawa itu saudara keturunan baratha..
    makanya perang pandhawa dan kurawa/astina disebut Baratha yudha atau perangnya keturunan baratha…
    Benernya baratha tu siapa tooo???

  9. TANYA….
    wayangnya gatotkaca yg versi solo low ga salah, kn tu didadanya ada lambang kaya’ bintang kn…
    Ada yg tw arti atw maksudnya pa ga???
    Penasaran….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s