Ki Nartosabdho : Pandu Gugur (Pamukso)


Lakon ini sebetulnya hibah dari mas Wahyudiono (Tangerang) lalu minta untuk saya (Edy) convert ke MP3, berikut adalah pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Nartosabdho dengan mengambil judul “Pandu Gugur”.

tremboko_solopandu_solo

Diawali dengan permasalahan pelik yang tengah dialami Pandu dalam memimpin negara Astina yaitu :

  • Masalah mbalelonya Prabu Tremboko, raja negri Pringgodani, yang tengah mempersiapkan peperangan dengan negara Astina.
  • Keinginan istri keduanya, Madrim yang ngidam untuk menaiki Lembu Andini mengelilingi dunia
  • Bimo Bungkus di Hutan Mandalasara yang sudah berlangsung selama 8 bulan

Pandu meminta saran kepada Kakaknya Destarastra dalam menghadapi permasalahan-permasalahan itu.

Bagaimana nasehat yang diberikan dan kelanjutannya ? Menarik disimak udaran dari Destarastra kepada Pandu, silahkan nikmati disini.

Update terakhir new upload : 29032014

http://www.4shared.com/folder/Yp0ivLig/40_online.html

Jumlah File : 16 File

Ki Narto Sabdho; Pendawa Ngenger


pendawa_lamurLakon ini dikirim oleh Pak Wijanarko (Yogya), tapi sebetulnya saya juga ada simpanan lakon sama tapi masih dalam bentuk kaset (sumbangan dari mas Wahyudiono-Tangerang). Lakon ini sengaja di-share untuk teman-teman penggemar Ki Narto Sabdho.

Sinopsis Pendowo Ngenger

Dalam pisowanan agung di Negara Hasitina , yang dihadiri oleh para petinggi kerajaan tersebut diantaranya Resi Bisma, Pendita Durna, patih Sengkuni, adipati Karno dan lain2 memikirkan masa depan kerajaan Hastina dalam menghadapi musuh bebuyutannya yaitu Pandawa. Duryudono sang raja menganggap bahwa Pendita Durna tdk adil dalam memberikan ilmu kadigdayan bagi sanak saudaranya, pendita Durna dianggap oleh Duryudono pilih kasih dalam memberikan ilmunya.Tapi dengan ikut bicaranya adipati Karno timbulah semangat angkara murka sang Duryudana untuk berbuat licik kepada saudara saudaranya sendiri yaitu Pandawa. Tetapi Adipati Karno tidak sependapat dengan rencana licik yang akan dibuat oleh Duryudono yang dianggap jauh dari peri kemanusiaan, sampai sampai Adipati Karno walk out dari pasewakan agung.

Didorong oleh sang maha patih Sengkuni sang maha julik maka Prabu Duryudana mengadakan perjamuan dengan mengundang anggota keluarga Pendawa yang masih menjalani hukuman atas kekalahannya bermain dadu, dengan jamuan makanan bekas dan minuman memabukkan. Karena pengaruh minuman terjadilah perang antara kedua belah pihak, sebelum terjadi korban datanglah Destarata melerai peperangan tersebut. Oleh Destarata Pandawa diminta untuk menyingkir dari Astina agar peperangan tidak berlanjut, akan tetapi pihak Kurawa walaupun sudah dicegah oleh adipati Karno tetap saja mengejar Pandawa untuk dihabisi.

Pada adegan goro goro Harjuna yang diikuti oleh para punokawan, dikisahkan Harjuna kedatangan dewa/ betara Indra atas prakarsa betara Indra Harjuna diajak ke kahayangan. Di Kayangan Harjuna dipertemukan oleh beberapa betari salah satunya adalah betari Uruwasi, melihat ketampanan Harjuna, betara Uruwasi fall in love kepada raden Harjun. Tetapi kepada betari Uruwasi, raden Harjuno yang terkenal play boy tidak tergoyahkan oleh rayuan betari Uruwasi, karena betari Uruwasi merasa terhina maka marahlah betari Uruwasi dengan mengucapkan sumpah serapah agar kelaki lakian Harjuno tidak berfungsi ( tentunya untuk sementara waktu).

Atas petunjuk betara Indra, Harjuna dan saudara2nya diminta untuk suwito (ngenger) ke Kerajaan Wirata dengan menyamar sebagai orang sudra (rakyat jelata). Dengan berganti nama, Puntadewa memakai nama Kanta, Werkudoro sebagai Balawa, Harjuna sebagai Wrihatmolo, Nakula dan Sadewa sebagai Tripala dan Grantika, sedangkan Drupadi beralih nama menjadi Salindri atau Endang Malini.

Sebelum berangkat menuju kerajaan Wirata mereka berganti busana layaknya rakyat jelata dan yang menarik adalah busana yang dipakai raden Harjuna, dalam cerita ini ia memakai busana layaknya seorang wanita.

Di kerajaan Wirata sang patih Kencoko dan para hulu balang, antara lain Prahupo Kenco dan Rojo molo berkeluh kesah tentang kerajaan Wirata yang dipimpin oleh Prabu Matsyapati. Sang patih merasa kebesaran nama kerajaan Wirata hanya karena kehebatannya. Maka mereka merencanakan kudeta terhadap prabu Matsyapati. Ketika mereka merencanakan kudeta datanglah keluarga pendawa yang sudah berganti busana dan nama layaknya rakyat jelata. Atas perintah sang patih. keluarga pendawa tidak diperkenankan ngenger ke raja Matsyapati tetapi diminta ngenger ke Kepatihan saja. Dikisahkan patih Kencoko akan berbuat tidak senonoh terhadap Salindri atau Drupadi. Melihat kejadian ini Balawa ( Werkudara ) mendidih darahnya dan dibunuhlah Kencoko.

Terbunuhnya patih Kencoko tidak menjadikan marahnya prabu Matsyapati, tetapi malah diterimanya keluarga pendawa sebagai abdi di kerajaan Wirata tersebut.

Nyuwun sewu menawi radi kirang nyaman, amargi file-fele-ipun dipun kintun dalam bentuk .rar (kedah dipun ekstrak rumiyin). Sumonggo ingkang bade ngunduh wonten link-link ngandap:

no. 1-3, no.4-6, no.7-9, no. 10-12, no. 13-15, dan no.16

 

Update terakhir new upload : 29032014

http://www.4shared.com/folder/ytRiFUKy/136.html

Jumlah File : 16 File

Ki Narto Sabdho; Kresna Gugah


Lakon wayang kulit ini merupakan koleksi pribadi yang dipergelarkan oleh Ki Narto Sabdho.

Cerita Kresna Gugah merupakan sempalan cerita Mahabarata yang diculik di antara lakon Wiratha Parwa dan Kresna Duta.

Cerita inKresnai menggambarkan perebutan antara Hastina dan Pandawa untuk dapat memboyong prabu Kresno….karena dengan bisa memboyong Kresna nantinya akan dapat Berjaya dalam perang Baratayuda. Nah untuk dapat menikmati cerita selengkapnya silahkan di klik nomer2 berikut (saya mencoba indowebster upload, ini lebih cepat tapi saya belum dapat cara membuat foldernya seperti di 4shared) dan untuk download diklik aja pada tulisan download from IDWS (posisi agak dibawah): NYUWUN SEWU MENAWI RADI RIBET DOWNLOAD-IPUN.
01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09, 10, 11, 12, 13, 14, 15, dan 16

 

Update terakhir new upload : 29032014

http://www.4shared.com/folder/PR18_WHa/140.html

Jumlah File : 16 File

KASS : Kitab Sastra Jendra Rahayu Ningrat


Sebagai referensi lain, mari kita dengarkan pagelaran wayang golek dengan mengambil judul “Kitab Sastra Jendra Rahayu Ningrat”. Tentu saja diperuntukan bagi yang suka wayang golek dan bisa bahasa sunda :)

Pandawa

Gambar diambil dari http://wayanggolek.net/

Mungkin jalan cerita agak berbeda dengan versi yang lain, tapi no problemo …

Referensi silahkan lihat disini

Untuk audio wayangnya dapat didengarkan disini.

Kidung Malam 39 : Kembali Kepangkuan Keabadian


kidung_malam39

Ekalaya dan Anggraeni (herjaka HS)

Sementara itu, Aswatama yang mengikuti kedua sahabatnya ke Paranggelung, ditempatkan di ruang tengah Baluwerti. Di sini Aswatama merasa lebih dihargai dibandingkan dengan di Sokalima atau di Hastinapura. Oleh Ekalaya ia diperkenalkan sebagai sahabat raja, sehingga tentu saja para pejabat negeri dan terlebih rakyat Paranggelung sangat menghormati Aswatama. Ada sebuah paradigma baru baginya, agar seorang raja tidak mabuk kuasa, tetapi penuh perhatian kepada rakyatnya, dan dengan tulus mencintai rakyatnya.

Kepergian Aswatama tanpa pamit ke Paranggelung adalah merupakan ungkapan sikap ketidaksetujuannya atas tindakan Drona bapaknya. Ada perasaan kecewa yang amat dalam, mengapa bapanya telah tega mencelakai Ekalaya. Karena dengan memotong ibu jari Ekalaya, artinya memotong harapan hidupnya. Lagi pula ia menilai bapanya adalah seorang guru yang pilih kasih. Lebih mengasihi Harjuna.

Di malam itu, entah apa yang menyebabkan Aswatama gelisah dan tidak dapat segera tidur. Perasaannya mendorong-ndorong untuk bangun dan melangkah ke luar Baluwerti. Inikah kegelisahan itu? Ketika Aswatama berada di regol halaman, dilihatnya Ekalaya dan Anggraeni berjalan dengan sangat ringan, seperti terbang ke arah luar kota raja. Aneh ya, ada apa dengan mereka berdua? Malam-malam begini, tanpa pengawalan, seorang raja dan prameswarinya meninggalkan keraton dengan diam-diam. Timbul rasa khawatir yang berlebihan, ketika tiba-tiba saja Ekalaya dan Anggraeni hilang di telan gelapnya malam. Tidak salahkah mataku memandangnya? Benarkah mereka Ekalaya dan Anggraeni? Aswatama penasaran, dengan hati-hati diikutinya bayangan keduanya yang sudah jauh memasuki pekatnya malam.

Continue reading Kidung Malam 39 : Kembali Kepangkuan Keabadian

Kidung Malam 38 : Menuju Kesempurnaan


kidung_malam38

Ekalaya memenuhi tantangan Harjuna (karya Herjaka HS 2008)

Tidak seperti malam ini, Anggraeni yang biasanya kuat, tegar tak mengenal takut, tiba-tiba hatinya berdesir cemas.

“Ada apa Kakangmas?”

“Harjuna menantangku melalui daya aji Pameling.”

“Harjuna?!”

Ekalaya mengangguk lemah.

“Ia tidak ingin melibatkan rakyat Paranggelung, cukup Aswatama yang dijadikan saksi.”

“Apakah Kakangmas akan memenuhi tantangan itu?”

“Ya, sebagai seorang ksatria.”

“Dengan kondisi lemah tak berdaya?”

“Iya Anggraeni. Apakah menurutmu lebih baik aku bersembunyi, tidak memenuhi tantangannya?”

Anggraeni menggeleng lemah.

Continue reading Kidung Malam 38 : Menuju Kesempurnaan