Ki Narto Sabdho; Pendawa Ngenger


pendawa_lamurLakon ini dikirim oleh Pak Wijanarko (Yogya), tapi sebetulnya saya juga ada simpanan lakon sama tapi masih dalam bentuk kaset (sumbangan dari mas Wahyudiono-Tangerang). Lakon ini sengaja di-share untuk teman-teman penggemar Ki Narto Sabdho.

Sinopsis Pendowo Ngenger

Dalam pisowanan agung di Negara Hasitina , yang dihadiri oleh para petinggi kerajaan tersebut diantaranya Resi Bisma, Pendita Durna, patih Sengkuni, adipati Karno dan lain2 memikirkan masa depan kerajaan Hastina dalam menghadapi musuh bebuyutannya yaitu Pandawa. Duryudono sang raja menganggap bahwa Pendita Durna tdk adil dalam memberikan ilmu kadigdayan bagi sanak saudaranya, pendita Durna dianggap oleh Duryudono pilih kasih dalam memberikan ilmunya.Tapi dengan ikut bicaranya adipati Karno timbulah semangat angkara murka sang Duryudana untuk berbuat licik kepada saudara saudaranya sendiri yaitu Pandawa. Tetapi Adipati Karno tidak sependapat dengan rencana licik yang akan dibuat oleh Duryudono yang dianggap jauh dari peri kemanusiaan, sampai sampai Adipati Karno walk out dari pasewakan agung.

Didorong oleh sang maha patih Sengkuni sang maha julik maka Prabu Duryudana mengadakan perjamuan dengan mengundang anggota keluarga Pendawa yang masih menjalani hukuman atas kekalahannya bermain dadu, dengan jamuan makanan bekas dan minuman memabukkan. Karena pengaruh minuman terjadilah perang antara kedua belah pihak, sebelum terjadi korban datanglah Destarata melerai peperangan tersebut. Oleh Destarata Pandawa diminta untuk menyingkir dari Astina agar peperangan tidak berlanjut, akan tetapi pihak Kurawa walaupun sudah dicegah oleh adipati Karno tetap saja mengejar Pandawa untuk dihabisi.

Pada adegan goro goro Harjuna yang diikuti oleh para punokawan, dikisahkan Harjuna kedatangan dewa/ betara Indra atas prakarsa betara Indra Harjuna diajak ke kahayangan. Di Kayangan Harjuna dipertemukan oleh beberapa betari salah satunya adalah betari Uruwasi, melihat ketampanan Harjuna, betara Uruwasi fall in love kepada raden Harjun. Tetapi kepada betari Uruwasi, raden Harjuno yang terkenal play boy tidak tergoyahkan oleh rayuan betari Uruwasi, karena betari Uruwasi merasa terhina maka marahlah betari Uruwasi dengan mengucapkan sumpah serapah agar kelaki lakian Harjuno tidak berfungsi ( tentunya untuk sementara waktu).

Atas petunjuk betara Indra, Harjuna dan saudara2nya diminta untuk suwito (ngenger) ke Kerajaan Wirata dengan menyamar sebagai orang sudra (rakyat jelata). Dengan berganti nama, Puntadewa memakai nama Kanta, Werkudoro sebagai Balawa, Harjuna sebagai Wrihatmolo, Nakula dan Sadewa sebagai Tripala dan Grantika, sedangkan Drupadi beralih nama menjadi Salindri atau Endang Malini.

Sebelum berangkat menuju kerajaan Wirata mereka berganti busana layaknya rakyat jelata dan yang menarik adalah busana yang dipakai raden Harjuna, dalam cerita ini ia memakai busana layaknya seorang wanita.

Di kerajaan Wirata sang patih Kencoko dan para hulu balang, antara lain Prahupo Kenco dan Rojo molo berkeluh kesah tentang kerajaan Wirata yang dipimpin oleh Prabu Matsyapati. Sang patih merasa kebesaran nama kerajaan Wirata hanya karena kehebatannya. Maka mereka merencanakan kudeta terhadap prabu Matsyapati. Ketika mereka merencanakan kudeta datanglah keluarga pendawa yang sudah berganti busana dan nama layaknya rakyat jelata. Atas perintah sang patih. keluarga pendawa tidak diperkenankan ngenger ke raja Matsyapati tetapi diminta ngenger ke Kepatihan saja. Dikisahkan patih Kencoko akan berbuat tidak senonoh terhadap Salindri atau Drupadi. Melihat kejadian ini Balawa ( Werkudara ) mendidih darahnya dan dibunuhlah Kencoko.

Terbunuhnya patih Kencoko tidak menjadikan marahnya prabu Matsyapati, tetapi malah diterimanya keluarga pendawa sebagai abdi di kerajaan Wirata tersebut.

Nyuwun sewu menawi radi kirang nyaman, amargi file-fele-ipun dipun kintun dalam bentuk .rar (kedah dipun ekstrak rumiyin). Sumonggo ingkang bade ngunduh wonten link-link ngandap:

no. 1-3, no.4-6, no.7-9, no. 10-12, no. 13-15, dan no.16

 

Update terakhir new upload : 29032014

http://www.4shared.com/folder/ytRiFUKy/136.html

Jumlah File : 16 File

Advertisements

12 thoughts on “Ki Narto Sabdho; Pendawa Ngenger”

  1. Mas Prabu, baru kali ini file-faile wayang dibuat berbentuk kompresan. Setelah saya coba, ternyata malah enak dibuat kompresan seperti ini karena untuk mendownloadnya lebih ringkas. Maturnuwun mas, awit saking paparing panjenengan.

    1. Manawi kula wekdal bade ngunduh file kompresan ‘pandawa ngenger ko boten saged gih! (Link file yang Anda minta tidak berlaku.) menika pesenipun. Nyuwun piterang…nuwun

  2. Mas Prabu nuwun sewu kulo badhe laporan menawi
    1.File rar Pendhawa Ngenger mboten saget dipun download,jawaban saking 4 Shared FILE YANG ANDA MINTA TIDAK BERLAKU
    2.File2 ingkang ageng kados to Pandadaran Siswa Sokalima, Kangsa Adu Jago Lan Sanesipun susah dipun download. matur Nuwun.

  3. Nyuwunsewu saderengipun, bade nyuwun pirso mas Prabu, Kelanjutan cerita Pendowo Ngenger menika punapa nggih. Maturnuwun paringipun info.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s