KNS : Dongeng Savitri (Satyavan)


Cerita ini diambil dari tanah Hindustan, mungkin versinya agak berbeda dengan Sawitri (Satyawan) dalam pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Sang Maestro Ki Nartosabdho….tapi intinya tidak jauh berbeda. Dalam lakon ini banyak sekali pelajaran yang kita petik. Untuk Lakon wayang kulit dari Ki Nartosabdho saat ini sedang dalam proses Upload….ditunggu saja dalam waktu dekat akan bisa dinikmati para sutrisno mbah Narto.

[femaleradio.com-19/3/2003] Alkisah di Madras, salah satu daerah di India, berkuasalah Raja Asvapati. Telah lama ia menginginkan seorang anak untuk mewarisi kerajaannya. Karena itu raja Asvapati setiap hari mempersembahkan doa-doa pujian bagi dewa-dewa. Suatu hari, Dewi Savitri menampakkan diri di hadapan raja itu. Dewi Savitri menjanjikan seorang putri baginya. Raja Asvapati sangat gembira. Ketika permaisurinya melahirkan seorang putri, dinamakannya Savitri. Savitri tumbuh menjadi gadis yang cantik dan halus budi pekertinya. Namun, diam-diam Raja Asvapati merasa khawatir. Karena belum ada seorang pria pun yang datang melamar Savitri. Savitri memang sangat anggun bagai seorang dewi. Sehingga para pria segan meminangnya.

Suatu hari Raja Asvapati berkata, Savitri, anakku! Sudah saatnya engkau mempunyai suami. Ayah sudah semakin tua. Bila kau tak punya suami, kepada siapa kerajaanku akan kuwariskan? Pergilah ke hutan. Berdoalah agar dewa-dewa menganugerahimu seorang suami yang bijak.

Setelah memohon doa restu dari ayahnya, Savitri lalu pergi ke hutan.

Suatu hari Raja Asvapati dikunjungi oleh Bagawan Narada, seorang petapa sakti. Narada yang sakti dapat melihat apa yang akan terjadi.

“Wahai Raja Asvapati, kulihat putrimu sedang menuju ke mari. Rupanya ia ingin memberitahukan sesuatu yang penting!” ujar Bagawan Narada.

Ucapannya itu betul. Tak lama kemudian Savitri tiba di hadapan ayahnya.

“Savitri, anakku! Bagaimana keadaanmu, Nak? Apakah kau telah menerima wahyu dari Dewa-Dewa?” tanya Raja Asvapati.

“Ayahanda, atas kemurahan para Dewa, ananda telah mendapat seorang calon suami. Di dalam hutan hamba bertemu Raja Dyumatsena. Raja Dyumatsena buta, dan kerajaannya telah diambil alih musuhnya. Putranya, Satyavan, kini hidup bersama ayahnya di pengasingan. Satyavan itulah yang akan menjadi suami ananda, kata Savitri.

“Maaf Raja Asvapati, aku menyela sebentar. Anakku Savitri yang malang, memang Satyavan sangat gagah dan cakap. Namun ia berumur pendek. Umurnya hanya tinggal setahun lagi, sela Bagawan Narada.

Walaupun demikian Savitri tetap pada pendiriannya. Ia minta izin tinggal di hutan bersama suaminya. Raja Asvapati dengan berat hati mengabulkannya. Karena ia tahu Savitri hanya punya waktu setahun bersama suaminya. Demikianlah Savitri hidup rukun bersama suaminya di dalam hutan. Walaupun demikian Savitri masih ingat akan perkataan Bagawan Narada.

Suatu hari Savitri memutuskan untuk bertapa. Di tengah malam ia pergi ke tengah hutan. Lalu bertapa sambil berdiri dengan mata terbuka di bawah sebuah pohon besar. Selama beberapa hari ia tetap berdiri tegak. Satyavan tak berhasil membujuknya pulang ayahnya juga tidak. Savitri tetap bertapa dengan tekun.

Suatu hari dilihatnya Satyavan hendak pergi berburu. Firasatnya mengatakan bahwa saat berpisah sudah tiba.

“Suamiku, tunggulah. Aku ingin ikut bersamamu. Jangan tinggalkan aku sendiri! kata Savitri sambil berjalan mengikuti suaminya.

Savitri terus mengikuti Satyavan. Di perjalanan ia berusaha menghilangkan pikiran sedihnya. Namun ia tahu, saat perpisahaan sudah tiba. Tiba-tiba Satyavan memegang kepalanya sambil mengaduh.

“Aduh! Kepalaku sakit sekali, seakan-akan ditusuk jarum! seru Satyavan.

Satyavan terjatuh. Savitri memeluk tubuh suaminya. Di kejauhan ia melihat seseorang memakai jubah merah, membawa sebuah tongkat, datang menghampiri. Savitri tahu itu pastilah seorang dewa. Dengan sigap dihampirinya orang berjubah merah itu.Savitri

“Sembahku pada Bagawan. Firasatku mengatakan Bagawan bukanlah manusia. Kalau memang betul terimalah hormat sujudku, kata Savitri sambil menyembah.

“Akulah Yama, Dewa Kematian. Tugasku mengambil nyawa manusia yang telah tiba saatnya. Nyawa suamimu Satyavan akan kuambil sekarang,” jawab Dewa Yama.

Sambil berkata demikian Dewa Yama mengambil nyawa Satyavan. Lalu Dewa Yama berjalan kembali. Savitri mengikuti dari belakang.

“Savitri! Kembalilah! Tak ada gunanya kau mengikutiku, kata Dewa Yama. Namun Savitri tetap mengikutinya.

“Savitri! Karena kesetiaanmu akan kupenuhi satu permintaanmu. Namun bukan permintaan nyawa Satyavan, kata Dewa Yama.

“Berikanlah penglihatan kepada Raja Dyumatsena, pinta Savitri.

“Terkabul! seru Dewa Yama.

Namun Savitri tetap mengikutinya. Yama memberikan lagi dua permintaan kepada Savitri. Savitri meminta kerajaan Raja Dyumatsena dikembalikan. Juga seorang putra bagi ayahnya. Dewa Yama mengabulkannya. Namun Savitri tetap mengikuti Yama. Padahal kakinya hampir-hampir tak dapat melangkah lagi. Lututnya serta sendi-sendi lainnya mengeluarkan darah. Dewa Yama yang melihat ketabahan hati Savitri menjadi iba.

“Baiklah Savitri! Karena kau sangat tabah dan setia, maka nyawa Satyavan kukembalikan. Kini pulanglah! seru Dewa Yama.

Savitri kembali ke pondoknya. Di situ dijumpainya Satyavan segar bugar. Raja Dyumatsena dapat melihat kembali. Dan musuhnya dapat dikalahkan. Satyavan menjadi raja, dan Raja Asvapati memperoleh seorang putra.

Dari Pustaka Bobo Diceritakan Oleh La

Advertisements

3 thoughts on “KNS : Dongeng Savitri (Satyavan)”

  1. minta tlg beri info yang lain lagi tentang dewi savitri ya….
    soalnya saya sempat memimpikan bertemu beliau dan saya memuja beliau saat ini. thx b4

  2. baru tahu dongeng savitri…. pantas saja orangtua saya memberi nama itu untuk nama saya.. terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s