Ki Nartosabdho : Goro-goro


Entah tahun berapa kaset ini dirilis. Yang jelas isinya sedikit mengungkap isyu yang sempat beredar pada saat itu bahwa Nartosabdho telah meninggal. Mungkin sekitar tahun 70-an, nggak tahu ya soalnya waktu itu saya masih menjadi seorang bayi :)

nartosabdho-goro-goro

Isi satu kaset berdurasi sekitar satu jam berupa goro-goro dari dalang Ki Nartosabdho bisa dinikmati disini

Update terakhir new upload : 17032014

http://www.4shared.com/folder/dE5OJXVj/124.html

Jumlah File : 2 File

 

Sudamala untuk Meruwat Batin


Oleh LUKAS ADI PRASETYA

Bagian akhir pementasan Sendratari Ruwatan Sudamala Episode Tundhung Kala Durga di halaman Balaikota Yogyakarta, Jumat (8/9) malam, diisi dengan berjejalnya ratusan orang di atas panggung. Mereka rela dipotong sedikit rambut kepalanya dan diciprati air agar mendapat berkat.

Kula menika pitados sedaya mawon ingkang becik (saya percaya hal-hal yang baik),” begitu komentar Mbah Sumiati (61), warga Semaki, Kota Yogyakarta, dengan gembira seusai turun dari panggung setelah rela berdesak-desakan.

Mbah Sumiati yang datang bersama sejumlah tetangganya ini juga merasa beruntung karena mendapat sejumput kembang melati, salah satu uba rampe dari sendratari yang dipentaskan oleh Paguyuban Pringgosari (Karanganyar, Jawa Tengah) bersama Dinas Pariwisata kabupaten ini.

Dengan bersemangat, Mbah Sumiati yakin bahwa apa yang didapatnya itu menjadi semacam berkat yang berkorelasi erat dengan keinginannya untuk sembuh dari penyakit darah tinggi dan asam urat yang sudah cukup lama dideritanya.

Continue reading Sudamala untuk Meruwat Batin

Sudamala


sadewa_solo

Di Kahyangan Betara Guru,  Betara Narada dan segenap dewa-dewa tengah bersamadi dengan menyaksikan persembahan tari sakral para bidadari. Di akhir persembahan, Dewi Uma ( isteri Betara Guru)  mendapat giliran untuk  menghaturkan  Tirta Amerta dalam wadah Sweta Kamandalu (bejana kendi). Ketika tiba di hadapan Rajadewa Betara Guru, tiba-tiba wajahnya pias, tangannya gemetar dan kendi pun jatuh berantakan. Tirta Amerta tumpah. Anehnya tirta suci itu menyebarkan aroma busuk.

Dengan mata batinnya Betara Guru tahu bahwa Uma telah melakukan perbuatan yang merusak tatanan jagad raya. Uma berselingkuh dengan Bidadara Citragada dan Citrasena.

Betara Guru Murka, Betari Uma dikutuk menjadi rakseksi yang buruk rupa dan diberi nama Betari Durga. Citrasena dan Citragada dikutuk pula sebagai raksasa bernama Kalanjaya dan Kalantaka. Durga  diusir dari Kahyangan. Diperintahkan untuk menjadi ratu di  kerajaan setan di Hutan Setragandamayit.

Durga mendapat petunjuk yang bisa meruwat dirinya adalah bungsu Pandawa, yang bernama Raden Sadewa. Durga lalu mengubah dirinya sebagai Kunti kemudian  menculik Sadewa. Sang Hyang Wenang akhirnya bersatu dengan Sadewa dan meruwat Durga.

Durga yang sudah bertobat akhirnya mendapat ampunan jagad raya. Wajahnya kembali cantik jelita, dan diperkenankan kembali ke Kahyangan.

Atas jasanya Sadewa mendapat anugerah julukan Raden Sudamala.

Sumber : http://tv.groups.yahoo.com/group/indotvwatch/message/4051

MP3 Wayang Ki Suleman


Dalang wayang Jawa Timuran, yang dikenal dengan istilah wayang kulit jeg-dong ini lahir di Malang, 11 Nopember 1939. Sejak kecil dia sudah mendalang dengan belajar dari ayahnya sendiri, Ki Draham. Menginjak remaja dia berguru kepada dalang-dalang lain, seperti: Ki Parman, Ki Suwoto, Ki Pit Asmoro. Dalang yang satu ini banyak menggubah lakon-lakon wayang dan dipentaskannya sendiri, seperti Bagong Sugih, Pandawa Maneges, Sena Miruda, Semar Mejang, Anoman Pikun, Sena Maneges dsb.

kisulaiman

  1. Penyaji terbaik Lomba Karawitan Tingkat Kabupaten Pasuruan, tahun 1982.
  2. Penyaji terbaik Lomba Dalang Tingkat Kabupaten Pasuruan, tahun 1983.
  3. Penyaji terbaik Kidungan Juli-Juli Tingkat Jawa Timur, tahun 1987.
  4. Penghargaan dari Kepala BP 7 Propinisi Jawa Timur sebagai peserta terbaik lomba karawitan, tahun 1987.
  5. Mendapat Piagam Seni dari Pemerintah Pusat melalui Senawangi, sebagai Dalang Jawatimuran, tahun 1993.
  6. Mendapat Penghargaan dari “Sesaji Dalang Jawa Tengah” sebagai Dalang Jawatimuran, tahun 1993.
  7. Mendapat Penghargaan dari Presiden RI, sebagai salah satu tokoh Pelestari Budaya Bidang Karawitan dan Pedalangan, tahun1993.
  8. Mendapat Penghargaan dari Presiden RI, sebagai salah satu tokoh Dalang Jawatimuran, tahun 1995.
  9. Mendapat penghargaan Piagam Seni dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai tokoh Karawitan dan Pedalangan Jawatimuran, 1996.
  10. Mendapat Penghargaan dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Sebagai 10 penyaji terbaik Festival Dalang Tingkat Jawa Timur, 2002.

Sumber : http://bharatayudha.multiply.com/reviews/item/31

Rekaman audio pagelaran wayang Ki Suleman :

MP3 Wayang Ki Manteb Soedharsono


manteb-sudharsono-new

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ki Manteb Soedharsono (lahir: Sukoharjo, 1948) adalah seorang dalang wayang kulit ternama yang dari Jawa Tengah. Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai Dalang Setan. Ia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern.

Saat ini Ki Manteb berdomisili di Dusun Sekiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Masa Muda

Manteb Soedharsono adalah putra seorang dalang pula, bernama Ki Hardjo Brahim. Ia dilahirkan di desa Jatimalang, Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tanggal 31 Agustus 1948.

Continue reading MP3 Wayang Ki Manteb Soedharsono