Wayang membuat “awet tua”


Orang tua itu dengan semangat kemudian menyanyikan lagu-lagu berbahasa Jepang yang masih diingatnya dengan jelas. Lagu-lagu itu adalah lagu yang diajarkan oleh “Saudara Tua” kita Jepang, dan harus dinyanyikan setiap hari oleh Saudara mudanya. Suara yang keluar dari mulutnya yang sudah tak ditumbuhi gigi lagi, masih terdengar dengan jelas.

wayang2

Ketika kemudian saya tanya (dalam bahasa Jawa) apa arti dari lagu yang dinyanyikan, maka sambil tertawa renyah dia menjawab sambil menggelengkan kepalanya : “Kulo piyambak mboten ngertos he … Namung waton apal kemawon (Saya sendiri tidak mengerti artinya, asal hapal saja)”.

Lalu dengan tanpa diminta beliau menceritakan bahwa pada jaman Jepang anaknya sudah empat. Lha … jadi berapa usianya sekarang ? Maka dengan bangganya dia mengatakan bahwa dia telah mengarungi hidup di bumi Indonesia ini selama lebih dari 90 tahun.

Dan yang saya kagumi dari beliau, diusia yang sudah lanjut begitu, panca indranya masih berfungsi dengan baik, ingatannya masih bagus dan semangatnyapun masih membara. Tidak heran karena struggle of live dia begitu kuat. Dulu, jalan kaki dari Klaten ke Yogya dengan menggendong beras untuk dijual dilakoninya cukup lama. Pada masa awal-awal kemerdekaanpun beliau ditempa dengan kerja keras dan hidup yang berat. Namun semua dijalaninya dengan baik hingga kini.

Bahkan sekarangpun dia masih ikut “membantu” di perusahaan batik salah satu cucunya. Hebat betul simbah satu ini.

Apa kunci sukses hidupnya ?

Disamping kerja keras dan ikhlas, dia adalah penggembar wayang sejati. Sewaktu mengawali ngobrol dengan saya waktu itu, dia menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu sempat menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Anom Suroto di Jatinom, nggak jauh dari tempat tinggalnya. Continue reading Wayang membuat “awet tua”

Ke Klaten yuk ! Liburan


Asyik !!!

Selama satu minggu ke depan, aku cuti. Berdasarkan permintaan istri dan anak-anak maka diputuskan untuk liburan ke Jawa. Emangnya Bandung bukan Jawa ? :) Ndak perlu dijawab

 

Anak saya begitu antusias sampai sudah mempersiapkan jadwal kuliner per hari. Malam Senin ke Palar, berikutnya ke Banyu Urip, besoknya ke Soto Pak Min, kemudian ke bebek kremes, nasi liwet dst dst. Dasar tukang makan !

Lagian memang disana uenak-uenak dengan harga dijamin murah serta cita rasa ndak kalah dibanding makan seperti di Bandung sini. Malah mungkin lebih asyik karena suasana kampung lebih terasa.

Yang jelas, saya lupakan dulu masalah dan kerja di kantor dan saya tinggalkan dulu akses internet selama liburan, biar benar-benar kerasa liburannya dan nggak dibebani macam-macam.

 

OK ..

Mudah-mudahan saya juga bisa nambah koleksi wayang yang nanti akan saya sharing.

Bila Anda berminat wisata ke Klaten bisa lihat-liahat dulu di http://pariwisata-klaten.com/

Nyuwun sewu mbok menawi wonten ingkang komen menopo nggadahi request wonten blog mriki, sementara kulo pending rumiyin nggih ..

Matur nuwun ….