Tag Archives: karno tanding

Audio Karno Tanding bersama Ki Eko Suwaryo


Berikut adalah kiriman koleksi pagelaran wayang kulit kiriman dari teman dengan lakon “Karno Tanding” bersama dalang Ki Eko Suwaryo.

Karno Tanding

Silahkan menikmati dengan mengunduh file audionya disini :

Cat : berdasarkan info dari pengirim, file pertama tidak bisa diconvert ke MP3:

 

Karno tanding 2 : http://www.sendspace.com/file/wqnya8

Karno tanding 3: http://www.sendspace.com/file/8gqmm1

Karno tanding 4: http://www.sendspace.com/file/bpow6g

Karno tanding 5: http://www.sendspace.com/file/dfycq2

karno tanding 6: http://www.sendspace.com/file/2brw7h

Karno tanding 7: http://www.sendspace.com/file/bvt0xb

Ki Nartosabdho : Karno Tanding (versi Singo Barong)


Berikut masih koleksi Singo Barongnya dari Mas Imam, dan masih oleh Ki Nartosabdho, lakon “Karno Tanding”.

Ki Nartosabdho - Singo Barong - Karno Tanding

Audio filenya dapat dinikmati disini.

Cerita singkatnya versi Ki Taryono :

Karno Tanding adalah suatu babak pertempuran terbesar Baratayudo di Padang Kurusetra. Pertempuran dua senopati pilih tanding yaitu Arjuno dari kesatrian Madukoro sebagai panglima perang Negara Amarta melawan Adipati Basukarno dari Awonggo sebagai panglima perang Negara Astina
Arjuno
Arjuno atau janoko lahir dari rahim seorang Ibu bernama Kunti Nalibronto dengan Raja Astina Pandu Dewonoto. Satria panengah Pandawa.
Basukarno
Basukarno atau karno lahir dari seorang rahim seorang Ibu bernama Kunti Nalibronto dengan seorang Dewa bernama Bethoro Suryo atau Dewa Matahari. Jauh sebelum Kunti Nalibronto belum bersuami pernah bermain main dengan aji pameling (sebuah kesaktian yang mampu mendatangkan siapapun yang dikehendaki). Sehingga datanglah Bethoro Suryo. Melihat kemolekan tubuh Kunti, Bethoro Suryo jatuh hati sehingga Kunti mengandung seorang bayi yang kemudian dilahirkan melewati telinga sehingga anak tersebut diberi nama “Karno” yang berarti telinga. Sebagai seorang putri raja besar Kunti malu karena melahirkan seorang anak sedangkan dia belum bersuami, maka anak tersebut di larung di sungai gangga. Kelak bayi ini diketemukan dan dipelihara oleh seorang kusir kerajaan bernama Adiroto.