Ramayana [5]


Rama Lesmana

Dan itulah yang membedakan antara Kekayi dan Sukasalya. Dewi Ragu begitu sabar dan bijak kala mengandung Regawa. Dilakoninya dengan penuh kesabaran derita orang yang sedang mengandung. Walau kadang sakit dirasakan namun dihadapinya dengan kesabaran dan keikhlasan. Lain halnya dengan Kekayi, manjanya bukan main. Bila Dasarata mengunjunginya untuk menengok calon anaknya yang ada dalam perut Kekayi, maka muncullah sifat manja yang dibuat-buat. Terpaksa demi calon anaknya, Dasarata memijit-mijit kaki atau tangan Kekayi atas permintaan calon bayi katanya he he he …

Hingga saat kelahiran telah menjelang, genap sembilan bulan sepuluh hari maka dengan perjuangan berat seorang ibu, akhirnya bayi dalam perut Kekayi terlahir. Betapa suka citanya Kekayi. Pun juga Prabu Dasarata yang dengan setia menunggu saat-saat itu. Kembali negri Ayodya memiliki seorang pangeran yang baru lahir, anak dari Kekayi yang sesuai dengan harapannya terlahir laki-laki.

Dan setelah proses persalinan selesai, maka Resi Wasista berkata kepada Dasarata

“Sinuwun, selamat saya ucapkan telah memperoleh anak laki-laki lagi. Apakah sinuwun telah mempersiapkan nama untuk bayi yang tampan ini ?”

Belum sempat Prabu Dasarata menjawab, Kekayi menimpali dengan ketus
“Resi Wasista !”
“Ya Kanjeng Ratu”

“Kamu ini jangan lancang ya ! Yang penuh penderitaan saat mengandung bayi ini adalah aku. Pun yang melahirkan adalah Kekayi. Seharusnya akulah yang berhak memberi nama kepadanya”

“Kanjeng Ratu, saya hanya melakukan sesuai dengan ilmu-ilmu sastra yang saya pelajari dan yakini bahwa suami sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas jalannya roda kehidupan keluargalah yang berkewajiban memberi nama yang baik untuk anak-anaknya”

“Iya, tapi ini Kekayi, permaisuri kerajaan Ayodya …”
“Sudahlah Kekayi jangan engkau lanjutkan berdebat masalah remeh ini. Kalau memang itu yang engkau inginkan, apa yang engkau sarankan untuk nama bayi kita ini” Prabu Dasarata mencoba menengahi agar tidak berlarut-larut perdebatan itu

“Dinda belum memikirkan tentang hal itu Kanda Prabu. Kalau begitu, Kanda Prabu saja yang memberi nama anak kita ini”

“Nimas Ratu ini lucu. Tadi Resi Wasista sudah melakukan yang sebenarnya yaitu meminta Kanda untuk memberi nama bayi kita. Engkau malah menghujatnya, dan setelah diberi kesempatan malah dikembalikan kepadaku … ha ha ha”
“Bagaimana Kanda Prabu sajalah”

“Baiklah kalau begitu. Dinda Kekayi, Resi Wasista dan seluruh yang hadir disini, saksikanlah bahwa anak saya yang terlahir dari nimas Ratu Kekayi, aku beri nama BARATA !”

Resi Wasista mengahturkan pujian kepada Tuhan semesta alam
“Mudah-mudahan, anak Sinuwun kelak menjadi satria utama yang mampu memberi sumbang sih bagi kejayaan negri kita tercinta ini Sinuwun. Dan ijinkanlah kelak kalau sudah waktunya, saya akan memberikan gemblengan lahir dan batin untuk mewujudkan hal tersebut”

“Dengan senang hati Resi Wasista, akan aku perkenankan semua anak-anakku untuk memperoleh gemblengan dari orang yang profesional di bidangnya”

Kebahagiaan Prabu Dasarata begitu sempurna setelah mendapatkan dua orang putra dari dua orang istri-istrinya. Namun rasanya belum lengkap, masih ada yang kurang dirasakannya. Dalam pikirannya kemudian muncul sosok istrinya yang ketiga yaitu Dewi Sumitra. Istrinya yang satu itu, dikaguminya sebagai sosok yang luar biasa dalam watak dan karakternya. Sudah memiliki dambaan setiap wanita yaitu cantik rupawan bak bidadari kahyangan, Dewi Sumitra juga dikaruniai sifat pembawaan yang kalem, sangat lemah lembut sopan santun dan nrima ing pandum.

Mengingat hal itu, segera Prabu Dasarata mengunjungi istri ketiganya itu. Dan seuntai senyum lembut nan menawan menyapa menyambut kedatangannya. Tak terlihat gurat kecemburuan ataupun rasa tidak senang di wajahnya nan ayu. Yang tertangkap oleh Prabu Dasarata adalah senyum yang tulus murni yang keluar dari jiwa yang bersih dan pribadi yang tulus ikhlas. Betapa nyamannya suasana hati Dasarata disambut dengan senyum itu.

Tak perlu diceritakan lagi, bagaimana akhirnya sepasang suami istri itu kemudian “andum katresnan” hingga kemudian Dewi Sumitra hamil dan pada saatnya melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama oleh ayahnya LESMANA WIDAGDA. Bayi yang sungguh sangat tampan dan menawan hingga sangat membahagiaan kedua orang tuanya. Cinta Prabu Dasarata kepada Dewi Sumitra kemudian membuahkan putra seorang lagi yaitu SATRUGNA.

Genap sudah Ayodya mempunyai empat orang putra kerajaan dari ketiga istri raja mereka. Dari kecil mereka sudah diasuh oleh Resi Wasista dengan memberi pelajaran olah kanuragan dan olah jiwa berupa ilmu-ilmu sastra, ketuhanan, kenegaraan dan ilmu-ilmu lain yang diharapkan mampu menjadi dasar yang kuat sebagai satria utama kelak. Dan memang mereka bukanlah anak-anak biasa, mereka dikaruniai kemampuan lebih dibanding anak-anak sepantaran. Kemampuan dalam menyerap semua pelajaran yang diberikan dan mempraktekannya, sungguh sangat cepat dan sangat baik.

Diantara keempat anak-anak Danaraja, Regawalah yang paling berbakat dan berkemampuan hebat. Selaku yang paling tua diantara mereka, Regawalah yang paling menonjol kemampuannya. Hal tersebut diakui oleh Resi Wasista selaku gurunya yang setiap hari melihat perkembangan anak-anak didiknya. Kepandaian Regawa dan rasa tanggung jawabnya, diimbangi oleh kebijaksanaan yang tidak lumrah untuk ukuran remaja seusianya. Sifat-sifat kepemimpinannya telah nampak dan dirasakan pula oleh adik-adiknya sehingga mereka sangat hormat dan menyayangi kakaknya dengan sepenuh hati. Dan yang paling mengagumi sosok Regawa adalah Lesmana.

Gambar : Rama dan Lesmana di pagelaran Sendratari Ramayana di Prambanan
Sumber Gambar : http://triajijati.blogspot.com/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s