Ki SENO NUGROHO : Wahyu Panca Sejati


Radio Suara Parangtritis
Dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Jadi Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul, Yogyakarta, yang ke 69 maka Pemerintah Desa Panjangrejo Pundong Bantul Yogyakarta bersama seluruh lapisan masyarakat Desa Panjangjrejo telah menyelenggarakan Malam Pentas Wayang Kulit bersama dalang Ki SENO NUGROHO yang menggelar Lakon Wahyu Panca Sejati.
Menurut Ketua Panitia Kuwadi menjelaskan bahwa Acara tahunan ini telah berlangsung di Lapangan Desa Panjangrejo Pundong Bantul pada hari Sabtu Legi, tanggal 24 Oktober 2015 dengan rangkaian acara sebagai berikut :
1. Pukul 20.00 – Pembukaan
2. Pukul 20.30 – Upacara Hari Jadi Desa Panjangrejo
3. Pukul 20.45. – Sambutan-sambutan
4. Pukul 21.30 – Penyerakah Tokoh Wayang oleh Lurah Desa Panjangrejo Pundong Bapak Daru Kiswara, dilanjutkan Pentas Wayang Kulit bersama Ki Seno Nugroho – Wahyu Panca Sejati
Acara ini disiarkan langsung oleh Radio Suara Parangtritis AM 828 Khz dan disuaraparangtritis.com. Bagi pengguna Android : download apilikasi Erdioo, lalu cari Wilayah Radio dan cari Radio Suara Parangtritis
Koleksi audionya

SEKAR MACAPAT SERAT RAMA – Yasadipura 1


Perang Besar Alengka dan Pancawati

Perang Besar Alengka dan Pancawati

Yang akan menjadi menu utama pada posting berikut adalah sebuah karya tulis sastra-bertutur, yang berujud tembang atau dalam bahasa Jawa-nya disebut sekar, Babad Ramawijaya. Penulis kisah sastra tembang ini adalah Kangjeng Sinuhun Yasadipura 1.

Aslinya penulisan ini adalah dalam huruf jawa dan sewaktu kecil penulis pernah melihat kitab ini sebab ayah kami adalah koleksi buku-buku sastra. Namun sangat disayangkan, pada kepindhahan kami sekeluarga yang terakhir kami tinggali di Purwokerto, sejumlah buku koleksi dimakan rayap. Maklum, karena tanah yang dibangun rumah di Purwokerto adalah bekas kebun bambu.

Bahagianya, kami mendapatkan kembali salah satu koleksi buku sastra yang tak ternilai harganya dalam bentuk e-book di sastra.org. Dari sinilah kemudian kami berpikir, bagaimana agar kisah heroic kepahlawanan dari epos Ramayana tidak terhenti sebagai buku bacaan. Alangkah lebih bermakna dan lestarinya, bila cerita ini dibagikan dalam bentuk tembang macapat sebagaimana diharapkan tentunya oleh penciptanya, agar karya ini bisa dinikmati utuh, dibaca dan ditembangkan serta diresapi sebagai karya seni luhur kagunan Jawa.

Mulailah kami berguru kepada beliau salah seorang pakar sastra Jawa, dan disinilah hasil akhir nyantrik. Matur nuwun kaatur dhimas Satrio Wibowo. Hasil nyantrik anyaran ini dituangkan dalam bentuk audio digital, dan kami namakan karya sastra tulis Sinuwun Yasadipura 1 ini kami ujudkan sebagai Audio-Book.

Tentu masih banyak kekurangan dari Audio-Book ini yang dimaklumi, bahwa kami sebagai penembang bukan seorang wiraswara. Bahkan jauh dari julukan itu. Namun yang kami sajikan adalah sebuah tuladha atau contoh dari sejumlah sekar utama macapat yang berjumlah sebelas pupuh. Harapan terbesar dalam menyajikan ini adalah agar generasi mendatang mengenal pupuh-pupuh sekar macapat yang sangat amat sedikit diketahui oleh bangsa Jawa sekarang ini.

(Kepenginnya saya menyewa seorang wiraswara ulung untuk menembangkan pupuh-pupuh tembang ini, tapi apa daya…….)

***

Sebaiknya kami uraikan sepengetahuan kami yang serba sedikit mengenai apa itu sekar macapat. Pertama, bahwa secara filosofis, kesebelas macam tembang, adalah secara berurutan menggambarkan bagaimana tahapan sesosok manusia dari lahir hingga meninggal dunia. Secara berurutan, judul tembang itu adalah; Maskumambang, Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmarandana, Gambuh, Dandanggula, Durma, Pangkur dan Megatruh.

  1. Maskumambang menggambarkan bagaimana sesosok manusia yang masih mengambang dalam kandungan ibunya. Sosok manusia ini pada jamannya masih belum bisa digatra wujudnya, apakah ia lelaki atau wanita. Walau demikian, berharganya janin ini digambarkan sebegitu berharganya dimata orang tuanya yang digambarkan sebagai emas yang masih mengambang.
  2. Menggambarkan lahir atau keluarnya si jabang bayi dari kandungan ibunya. Dalam bahasa Jawa, mijil artinya keluar.
  3. Dalam bahasa Jawa, kinanthi adalah disertai dalam arti dibimbing. Gambaran ini adalah ketika anak manusia dibimbing dari bayi hingga ia mampu mandiri.
  4. Gambaran dari tahapan ketika manusia sudah ada dalam tahap kemudaan adalah sekar Sinom. Dalam kata lain ialah enom atau muda
  5. Asmarandana. Kalimat lainnya adalah asmaradhahana. Kobar gelegak dari asmara pada tahap kemudaan seorang manusia.
  6. Gambuh, dikaitkan dengan kata jumbuh atau cocok. Kecocokan jodoh antara pria dan wanita sehingga ia masuk dalam tahapan status pernikahan.
  7. Dhandhanggula atau mungkin Dandanggula lebih sreg saya mengatakannya adalah menggambarkan saat tahapan termanis dalam hidup, dimana ia menikmati kehidupan berkeluarga, dan mendapatkan puncak kesentausaan dalam hidup.
  8. Durma bisa dikatakan otak atik dari kalimat derma. Tahapan ini manusia dalam puncak kematangan psikis. Ia sudah mulai kenyang dengan pengalaman hidup dan sudah mulai juga tertata dalam materi. Saatnya ia bisa menolong sesamanya.
  9. Pangkur dihubungkan dalam kata pungkur atau lebih dalam lagi adalah mungkur atau menyingkiri hal-hal keduniawian.
  10. Megatruh, dari asal kata megat dan ruh. Gambaran dari kematian seorang manusia. Pegatnya ruh dari badan wadag

Pada kenyataannya, sebuah buku berisikan bait-bait macapat tidak selalu diawali dari Maskumambang dan diakhiri tembang Megatruh.

Kedua; konsep penyajian macapat memiliki pengertian, bahwa dalam penyajian tembang adalah; kejelasan makna syair lagu lebih diutamakan daripada keindahan lagunya.  Kata lain, bahwa dalam konteks waosan, tembang macapat disajikan dengan  lagu yang sangat sederhana, tidak banyak memasukkan luk atau cengkok, wilêt atau keselarasan, dan grêgêl atau improvisasi. Tetapi pada saat tembang macapat  disajikan bukan dalam konteks waosan atau bacaan, terdapat kelonggaran-kelonggaran, terutama dalam garap musikalnya.

Tembang macapat mempunyai aturan-aturan seperti ditentukan jumlah pada lingsa (jumlah baris), diatur jatuhnya dong ding (vocal atau huruf hidup pada akhir baris), serta jumlah suku kata yang tidak sama pada setiap barisnya. Aturan-aturan yang disebut di depan kemudian dikenal dengan istilah guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.

Baiklah, sambil jalan, nanti kami perjelas aturan main dari kidungan Macapat. Tidak berpanjang penjelasan, mari kita nikmati langsung kidungan tembang Macapat dalam kisah Kepahlawanan dari Sang Ramawijaya.

SILAKAN KUNJUNGI SERI AUDIO BOOK YANG DIMULAI DARI SERI 1 DISINI

Ki Seno Nugroho : Karno Tanding


cover-karna-tanding-to-web

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salam Jogja Istimewa….

Saat ini kami telah selesai melakukan proses ekstrak terhadap beberapa koleksi Video Wayang Kulit bersama dalang Ki Seno Nugroho kiriman dari Bapak Teguh – Kepala Dukuh Bonorejo, Gulurejo, Lendah, Kulonprogo (Anggota PWKS – Pecinta Wayang Ki Seno Nugroho).

  1. Karno Tanding

Pagelaran Wayang Kulit Serial Bharatayudha #6 di Halaman Gedung Kedaulatan Rakyat  iringan Warga Laras (recording by Katak Kerak Entertainment)

Selamat mendengarkan

Radio Suara Parangtritis

  1. Karno Tanding 01
  2. Karno Tanding 02
  3. Karno Tanding 03
  4. Karno Tanding 04
  5. Karno Tanding 05
  6. Karno Tanding 06
  7. Karno Tanding 07
  8. Karno Tanding 08
  9. Karno Tanding 09
  10. Karno Tanding 10
  11. Karno Tanding 11
  12. Karno Tanding 12

Ki Seno Nugroho : Kresna Duta


cover-kresna-duta-to-web

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salam Jogja Istimewa….

Saat ini kami telah selesai melakukan proses ekstrak terhadap beberapa koleksi Video Wayang Kulit bersama dalang Ki Seno Nugroho kiriman dari Bapak Teguh – Kepala Dukuh Bonorejo, Gulurejo, Lendah, Kulonprogo (Anggota PWKS – Pecinta Wayang Ki Seno Nugroho).

  1. Krena Duta

Pagelaran Wayang Kulit Serial Bharatayudha berlangsung di Halaman Gedung Kedaulatan Rakyat bersama iringan Wargo Laras (recording by Katak Kerak Entertainment)

Selamat mendengarkan di sini

Radio Suara Parangtritis

  1. Kresna Duta 01
  2. Kresna Duta 02
  3. Kresna Duta 03
  4. Kresna Duta 04
  5. Kresna Duta 05
  6. Kresna Duta 06
  7. Kresna Duta 07

Ki Sugi Hadi Karsono – Sadewo Kromo


cover sadewo kromo

Ass. wrb wb.

Kabar gembira bagi pecinta wayang kulit gagrag Ngayogyakarta utamanya untuk dalang-dalang yang sudah sangat senior, kali ini kami memiliki  Koleksi terbaru yang sangat ditunggu-tunggu. Lakon Sadewo Kromo bersama dalang Ki Sugi Hadi Karsono dari Bantul Yogyakarta.

Koleksi yang kami maksud adalah berupa satu seri Kaset Wayang Kulit lakon tersebut sebanyak 8 biji dengan kondisi yang masih lumayan layak didengar. Meski dari segi fisik kaset masih lumayan bagus, namun ternyata setelah coba diputar, beberapa buah di antaranya ‘meloncat’. Usut punya usut ternyata pita kasetnya pernah putus kemudian disambung. Di bagian lain ada yang pita kasetnya terkilir, bahkan terbalik sehingga menimbulkan suara yang tidak bisa dimengerti oleh bahasa manusia.

Perlu ekstra hati-hati untuk bisa kembali mendapatkan suara yang bersih dari kaset-kaset ini. Dari Pengamatan telinga awam saya, nampak sekali pentas ki Dalang dipenuhi oleh penonton hingga detik terakhir pagelaran. Disela-sela suluk beliau sesekali terdengar suara pedagang kaki lima dan penjual terompet balon dan bisik-bisik wiyaga dan riuh rendah penonton.

Satu demi satu akan coba kami convert dan mudah-mudahan segera bisa kami sajikan untuk anda pecinta wayang kulit agar juga bisa merasakan bagaimana sesungguhnya kondisi kaset yang kami peroleh, dan tentu saja bisa mendengarkan suara ‘gandem’nya Ki Sugi Hadi Karsono.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Selamat Menikmati

Radio Suara Parangtritis

Ki Bambang Wiji Nugroho – Semar Mejang


Ki Bambang Wiji Nugroho

Kali ini Radio Suara Parangtritis kembali mengirimkan koleksi wayang dari dalang Yogyakarta, dengan harapan semoga berkenan diterima dan menambah kecintaan kita kepada wayang kulit. Dalam kiriman kali ini secara khusus kami berterima kasih kepada Bapak Teguh, Kepala Dusun Gegulu, Gulurejo, Lendah, Kulonprogo atas kirimannya. Berikut ini kami sajikan untuk anda  :

Radio Suara Parangtritis

Ki  Bambang Wiji Nugroho – Semar Mejang

Pentas dalam rangka Sedekah Bumi di Dusun Tabag Gunung, Desa Brongkol, Jambu, Temanggung, Jawa Tengah.

Audionya disini

Media Berbagi Para Pecinta Wayang

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,718 other followers

%d bloggers like this: